PAMEKASAN, RadarMadura.id – Setiap orang memiliki kebiasaan berbeda dalam menjalani momen buka puasa. Ada yang langsung menyantap makanan berat, sementara sebagian lainnya memilih memulai dengan menu ringan untuk mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Hal serupa juga dilakukan Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur. Dia terbiasa mendahulukan berbuka dengan menu hangat dan manis.
Biasanya, dia memulai dengan kurma, minuman hangat, atau takjil manis sebelum melanjutkan hidangan utama setelah menunaikan salat Magrib.
"Didahulukan yang hangat dan manis. Kalau terlalu banyak es batu kurang enak. Kalau yang hangat-hangat lebih nikmat. Kedua, yang manis-manis itu sunah,” kata Ali Masykur.
Sementara untuk menu sahur, Ali mengaku tidak memiliki permintaan khusus. Hidangan yang disajikan pun cenderung sederhana, menyesuaikan dengan apa yang bisa disiapkan di rumah.
Baginya, yang terpenting saat sahur adalah makanan yang cukup untuk menjaga stamina selama menjalani puasa.
Dia menyerahkan sepenuhnya urusan menu sahur kepada sang istri. Apa pun yang tersedia di meja makan tetap disyukuri.
Sebab, yang utama adalah kebersamaan dan niat menjalankan ibadah puasa dengan baik, bukan pada kemewahan hidangan yang tersaji.
"Misalnya hanya ada ikan panggang, makanan khas pantura, ya sudah dimakan apa adanya. Karena orang berpuasa itu yang paling dinanti saat berbuka, bukan sahur. Kadang cukup kurma dan air,” ujarnya sembari tersenyum.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) IV itu mengaku tidak memiliki menu khusus yang harus tersedia, baik saat berbuka maupun ketika sahur.
Baginya, yang terpenting adalah makanan sederhana, namun cukup untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.
"Tapi yang hampir selalu diusahakan tersedia itu kurma dan air hangat. Selain sunah Nabi, rasanya lebih segar dan ringan saja untuk badan,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri