Ramadan biasanya identik dengan kebersamaan keluarga saat berbuka. Namun bagi Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, hangatnya meja makan di rumah kerap harus ditukar dengan berbagai agenda kedinasan. Dari rapat hingga Safari Ramadan, sebagian besar waktu berbuka dia jalani bersama masyarakat.
KESIBUKAN sebagai Ketua DPRD Pamekasan membuat waktu kebersamaan Ali Masykur dengan keluarga cukup terbatas, terutama selama bulan Ramadan.
Padatnya agenda kedinasan, mulai dari rapat hingga menghadiri berbagai kegiatan lainnya, membuat sebagian besar waktu berbuka harus dijalani di luar rumah.
Meski demikian, bagi Ali, momentum buka puasa bersama masyarakat maupun dalam kegiatan resmi tetap dimaknainya sebagai bagian dari pengabdian.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyerap langsung aspirasi warga di tengah suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
"Kalau tidak keliru, baru empat kali berbuka dengan keluarga di awal-awal Ramadan. Setelah itu, kegiatan di luar terus. Kalau sahur pasti dengan keluarga,” ungkapnya.
Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyebut, ada banyak agenda yang dijalaninya selama Ramadan 1447 Hijriah.
Mulai dari rapat paripurna, Safari Ramadan ke 13 kecamatan, hingga konsolidasi dengan para pimpinan DPRD se-Madura untuk membicarakan proyeksi pembangunan Madura, kawasan ekonomi khusus (KEK), termasuk gagasan pembentukan Provinsi Madura.
"Kami juga ke Jakarta untuk menyampaikan beberapa aspirasi pada Komisi XI DPR RI terkait dana transfer pusat ke daerah (TKD) yang mengalami pengurangan. Karena kalau itu terus dilakukan, kasihan daerah,” tegasnya.
Kendati lebih sering berbuka di luar rumah, Ali tetap berupaya meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga ketika ada kesempatan.
Baginya, kebersamaan dengan keluarga tetap menjadi hal penting untuk menjaga keharmonisan di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai pimpinan lembaga legislatif di Kota Gerbang Salam.
"Bekerja di bulan Ramadan itu bagian dari ibadah. Apalagi pekerjaannya melayani masyarakat, memperjuangkan aspirasi mereka, dan membantu meringankan beban masyarakat. Saya kira itu ibadah sosial untuk kepedulian kepada sesama,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri