Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Maidatul Hasanah, Guru SD yang menjadi Korban Pembegalan, Senang Sepeda Motornya Bisa Kembali

Ina Herdiyana • Minggu, 4 Mei 2025 | 01:26 WIB
BERTERIMA KASIH: Maidatul Hasanah menyampaikan ucapan terima kasih setelah sepeda miliknya sudah ditemukan di Mapolres Bangkalan, Kamis (1/5). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
BERTERIMA KASIH: Maidatul Hasanah menyampaikan ucapan terima kasih setelah sepeda miliknya sudah ditemukan di Mapolres Bangkalan, Kamis (1/5). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Raut wajah Maidatul Hasanah berbinar-binar setelah melihat sepeda motor Honda Vario putih miliknya terparkir di halaman Graha Endra Dharmalaksana Polres Bangkalan Kamis (1/5). Kendaraan yang menemaninya mengajar itu sempat hilang setelah dirinya dibegal, Senin (21/4).

Terik matahari tidak pernah menggoyahkan semangat Maidatul Hasana dalam melaksanakan pengabdian untuk bangsa dan negara. Mendidik dan mencerdaskan generasi penerus menjadi tugas dan tanggung jawab perempuan berhijab itu.

Jarak yang harus dia tempuh dalam melaksanakan pengabdian diri sebagai guru sekitar delapan kilometer. Setiap hari dia menyusuri lorong-lorong sepi menuju SD Negeri Lerpak 2, Kecamatan Geger, Bangkalan.

Namun, Senin (21/4) menjadi hari yang apes bagi guru yang berstatus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tersebut. Sebab, sepulang mengajar dia menjadi korban pembagalan.

Maidatul Hasanah menceritakan, peristiwa itu dialami sepulang melaksanakan tugas sebagai pendidik. Saat itu dirinya membonceng David, putra semata wayangnya, yang baru berusia enam tahun.

Dia mengendarai Honda Vario putih dengan melewati Dusun Ra’as, Desa Kampak. Setiba di jalanan yang sepi, tiba-tiba ada tiga pria berboncengan memintanya berhenti.  Namun, dia tidak menghiraukan karena situasinya jauh dari permukiman penduduk.

Apalagi, dirinya hanya berdua dengan buah hatinya. Merasa situasi yang tidak beres, dia tancap gas untuk menghindar dari tiga pria bertampang mencurigakan tersebut. ”Saya sudah memiliki firasat tidak baik karena sepertinya tiga laki-laki (perampok) ini orang asing, bukan warga sekitar,” ujarnya.

Maidatul Hasanah mencoba memacu kendaraannya lebih kencang. Namun, upaya untuk kabur dari tiga perompak itu sia-sia. Sebab, setang motor bagian belakang miliknya sudah dipegang oleh salah seorang pelaku hingga dirinya terjatuh.

Peristiwa itu membuatnya syok dan trauma. Sepeda motor hasil kerja kerasnya dengan sang suami, Bahiruddin, lenyap seketika. Apalagi, kejadian malang tersebut dialami saat bersama buah hatinya yang masih di bawah umur.

”Seolah-olah saya terperangkap di antara hutan belantara. Meminta tolong pun percuma tidak akan ada yang mendengar karena jauh dari permukiman warga. Apalagi, saat kejadian kondisinya hujan. Akhirnya, dia mencoba menelepon suaminya untuk meminta pertolongan,” ujarnya.

Maidatul percaya doa seorang hamba yang dizalimi mudah dikabulkan. Sepeda motor miliknya yang sempat dibawa kabur pelaku kini sudah dia bawa pulang. Rasa syukur tak terhingga dia ucapkan setelah motor warna putih tersebut dikembalikan oleh polisi.

”Senang sepeda motor ini bisa kembali,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, kejadian yang menimpanya tidak terjadi lagi sehingga semua guru bisa mengajar dengan tenang tanpa memikirkan rasa takut yang selalu menghantui. Terutama guru yang mendapat tugas mengajar di sekolah-sekolah pelosok yang harus melintas di lokasi yang sepi.

Perempuan yang sudah sepuluh tahun lebih mengajar di SDN Lerpak 2 itu ingin melaksanakan tugasnya dengan aman. Dia berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa para pejuang tanpa tanda jasa. ”Semoga ke depan aman dan kami bisa melaksanakan tugas dengan baik,” harapnya.

Kepala Dispendik Bangkalan Moh. Yaqub menyatakan, pengembalian sepeda motor milik Maidatul merupakan kado spesial di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Pihaknya berterima kasih kepada aparat penegak hukum yang berhasil menangkap satu dari tiga pelaku pembegalan tersebut.

”Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi guru-guru untuk terus meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan tugas. (za/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#curanmor #guru #Dibegal #polres bangkalan