Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berkat Servis Pompa Air, As’at Mampu Naik Haji dan Kuliahkan Anak hingga S-2

Berta SL Danafia • Sabtu, 30 Desember 2023 | 16:46 WIB
BEKERJA: Pak Haji As’at memperbaiki mesin poma air milik pelanggan di Dusun Jambu Monyet I, Desa Lenteng Barat, Sumenep, Jumat (29/12). (HERIVIYA YUVI/JPRM)
BEKERJA: Pak Haji As’at memperbaiki mesin poma air milik pelanggan di Dusun Jambu Monyet I, Desa Lenteng Barat, Sumenep, Jumat (29/12). (HERIVIYA YUVI/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Jasa servis pompa air mungkin masih dipandang sebelah mata. Namun, buah ketekunan dan konsistensi dari jasa servis itu, As’at mampu ke Tanah Suci.

Bahkan, juga bisa mengantarkan buah hatinya meraih gelar pendidikan magister (S-2).

Dusun Jambu Monyet I, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, jauh dari hiruk pikuk kendaraan di wilayah perkotaan.

Untuk bisa sampai ke tempat itu dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian.

Sebab, akses menuju kampung itu harus melewati jalanan sempit berukuran 2,5 meter.

Sedangkan sisi kiri dan kanan ruas jalan sudah rusak. Apabila kurang berhati-hati, bisa membuat pengendara roda empat terperosok.

Di tempat itu, tinggal seorang warga bernama As’at yang bekerja sebagai tukang servis pompa air.

Keahlian pria yang biasa disapa Pak Haji As’at tersebut sudah dikenal oleh banyak orang, terutama warga Kecamatan Lenteng.

Bahkan, hingga ke Kecamatan Karang Penang dan Omben, Sampang.

Keberadaan tukang servis pompa air di sekitar tempat tinggal Pak Haji As’at bukan tidak ada.

Akan tetapi, saat warga mengalami kerusakan pompa air, yang dituju pasti kediaman beliau.

Masyarakat menganggap kerja Pak Haji As’at profesional, biayanya juga cukup murah, hasilnya bagus, dan tergolong cepat. Sebab, langsung dikerjakan dan bisa ditunggu pelanggan.

Terdapat ribuan mesin pompa air rusak yang berada di kediaman pria 58 tahun itu. Terdiri dari berbagai jenis dan merek mesin pompa air.

Saat Jawa Pos Radar Madura ke tempat servis Pak Haji As’at, terlihat sembilan orang menunggu proses perbaikan mesin pompa airnya selesai.

Tidak berselang lama, dua mesin pompa berhasil diselesaikan. Pelanggan pun pulang. Berselang beberapa menit, datang pelanggan yang lebih banyak.

Pak Haji As’at menyampaikan, setiap hari pasti ada warga yang ingin memperbaiki pompa air. Mereka datang dari beberapa wilayah di Kota Keris.

Seperti Desa Prancak, Pasongsongan, Montorna, Rubaru, Matanair, Guluk-Guluk, Saronggi, dan sekitarnya. 

Bahkan, ada yang datang dari kabupaten tetangga. Paling banyak, warga yang datang untuk menyervis pompa airnya saat musim tanam tembakau.

Setiap pekan bisa mencapai ratusan mesin. ”Kalau musim kemarau, intensitas penggunaaan pompa air untuk mengairi lahan cukup tinggi,” ujarnya.

Pak Haji As’ad mengungkapkan, perawatan terhadap pompa air sangat penting. Utamanya saat digunakan dengan intensitas waktu yang cukup lama.

Sedangkan, layanan jasa servis yang diberikan berupa pengecekan hingga perbaikan kerusakan. Mulai dari tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga berat.

Harga yang dipatok untuk satu perbaikan mesin pompa air berbeda-beda. Mulai dari Rp 100 ribu–Rp 400 ribu.

Ongkos jasa yang dipasang terbilang cukup murah dibandingkan di tempat lain. ”Masalah ongkos jasa, bergantung tingkat kerusakan,” imbuhnya.

Selain melayani jasa servis mesin pompa air biasa, Pak Haji As’at juga menerima jasa perbaikan pompa air submersible 2 inci hingga submersible 2 inci grundfos.

Namun, perbaikan untuk dua jenis mesin pompa air itu membutuhkan waktu yang lebih lama.

”Kalau yang seperti ini (submersible) tidak bisa selesai 1 hari alias tidak bisa ditunggu,” jelasnya.

Bapak dua anak itu hanya tersenyum lebar saat disinggung tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap jasa servis pompa air yang digeluti.

Namun, pihaknya mengaku tetap selalu bersyukur atas kelancaran usaha.

”Alhamdulillah bisa memberi nafkah keluarga. Bisa berangkat haji dan putri saya yang pertama sudah lulus S-2. Semua itu hasil dari memperbaiki pompa air,” jelasnya.

Anak pertama bapak berkacamata itu bernama Istiatul Hasanah. Dia meraih gelar studi magister (S-2) di Universitas Nurul Jadid, Paiton.

Sedangkan anak keduanya, Esifina Qotratan Nada, masih mengenyam pendidikan di pondok pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk.

Pak Haji As’at memulai bisnis usaha jasa servis pompa air tanpa keterampilan apa pun. Kemampuannya dimiliki secara otodidak.

Hanya, sebelum 1997, dia biasa melihat toko-toko di Surabaya yang melakukan pembongkaran alat-alat elektronik. Seperti kipas angin, televisi, dan alat-alat elektronik lainnya.

”Saya berpikir bahwa sepertinya saya juga bisa (memperbaiki). Kemudian, saya coba memperbaiki kipas, antena TV, ternyata bisa. Akhirnya memperbaiki pompa air milik keluarga sendiri dan sampai sekarang banyak yang percaya memperbaiki pompa airnya ke sini,” katanya. (via/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sumenep #madura #Jasa #pompa air