alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Dinas Perdagangan Tegaskan Tak Akan Tutup Pasar Tradisional

Latar belakang pasien Covid-19 beragam. Tidak sedikit para pelaku usaha di pasar tradisional. Hingga saat ini belum ada rencana penutupan pusat perputaran ekonomi masyarakat tersebut.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

PETA sebaran Covid-19 Bangkalan didominasi warna merah. Dari 18 kecamatan, sembilan di antaranya sudah merah. Enam kecamatan lainnya kuning dan hanya tiga kecamatan tanpa PDP dan pasien positif.

Sembilan kecamatan merah itu meliputi Labang, Kamal, Socah, Kota, Arosbaya, Klampis, Sepulu, Kokop, dan Blega. Enam kecamatan kuning itu Burneh, Tragah, Tanah Merah, Galis, Konang, dan Geger. Sedangkan tiga kecamatan tanpa PDP dan pasien positif itu Kwanyar, Modung, dan Konang.

Pedagang menjadi salah satu bagian pasien yang dirawat di rumah sakit dengan positif Covid-9. Tetapi pemerintah tetap pastikan tidak akan ada penutupan pasar. Hal tersebut dilakukan demi perekonomian masyarakat menengah ke bawah tetap stabil.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Tak Terbendung

Dengan begitu, pedagang kecil tetap bisa makan dan tidak menambah pengangguran semakin meluas. Sebab, sudah banyak masyarakat terdampak. Pemkab Bangkalan akan tetap mengupayakan cara dan strategi sesuai kondisi dan kebutuhan pasar.

Salah satu yang menjadi sorotan pasien positif Covid-19 Bangkalan pedagang buah asal Kecamatan Socah. Pasien merupakan pedagang buah di Pasar Socah. Tetapi sudah jarang berjualan karena sakit. Setelah berkali-kali periksa, dinyatakan reaktif menurut tes cepat. Petugas memintanya untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Keluarga yang membantunya berjualan juga diminta berhenti sementara waktu.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Bangkalan Sutanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan kunjungan dan wawancara dengan pedagang jika akan ada penutupan pasar. Nyatanya memang tidak memungkinkan. Dengan demikian, diputuskan untuk tetap dibuka. ”Pasien sudah lama tidak berjualan. Makanya tidak akan menututup Pasar Socah,” terangnya.

Jika penularan tidak diketahui dan pasien positif Covid-19 masih berjualan, kemungkinan memang akan dilakukan penutupan sebagai bentuk upaya pemutusan mata rantai. Tetapi berdasarkan penjelasan petugas pasar, pasien atau keluarganya yang membantu sudah berhenti sementara dan melakukan isolasi mandiri. ”Kalau sudah menaati peraturan dan sudah lama tidak ke pasar, maka kecil kemungkinannya akan ada persebaran baru,” ulasnya.

Baca Juga :  Usir Nyamuk dengan Tujuh Minyak Alami ini

Tanto menegaskan, penutupan pasar tradisional tidak akan dilakukan karena akan memutus mata pencaharian masyarakat. Meski di daerah lain di luar Madura penutupan dilakukan melalui kebijakan dinas, Bangkalan tidak akan melakukan langkah tersebut. ”Mungkin akan diatur ulang posisinya,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Socah Anita Oktavia membenarkan, sekitar sepuluh hari sebelum hasil tes swab keluar, pasien sudah diminta untuk isolasi mandiri dan berhenti berjualan. Dengan demikian, tidak menimbulkan persebaran virus kepada pedagang lain. ”Pasien taat mengikuti anjuran petugas untuk isolasi mandiri. Jadi baik pasien maupun keluarga lainnya tidak lagi berjualan,” jelasnya.

- Advertisement -

Latar belakang pasien Covid-19 beragam. Tidak sedikit para pelaku usaha di pasar tradisional. Hingga saat ini belum ada rencana penutupan pusat perputaran ekonomi masyarakat tersebut.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

PETA sebaran Covid-19 Bangkalan didominasi warna merah. Dari 18 kecamatan, sembilan di antaranya sudah merah. Enam kecamatan lainnya kuning dan hanya tiga kecamatan tanpa PDP dan pasien positif.


Sembilan kecamatan merah itu meliputi Labang, Kamal, Socah, Kota, Arosbaya, Klampis, Sepulu, Kokop, dan Blega. Enam kecamatan kuning itu Burneh, Tragah, Tanah Merah, Galis, Konang, dan Geger. Sedangkan tiga kecamatan tanpa PDP dan pasien positif itu Kwanyar, Modung, dan Konang.

Pedagang menjadi salah satu bagian pasien yang dirawat di rumah sakit dengan positif Covid-9. Tetapi pemerintah tetap pastikan tidak akan ada penutupan pasar. Hal tersebut dilakukan demi perekonomian masyarakat menengah ke bawah tetap stabil.

Baca Juga :  Setelah Tangani Pasien Persalinan, Forkopimca Ikut Lamar Calon Istri

Dengan begitu, pedagang kecil tetap bisa makan dan tidak menambah pengangguran semakin meluas. Sebab, sudah banyak masyarakat terdampak. Pemkab Bangkalan akan tetap mengupayakan cara dan strategi sesuai kondisi dan kebutuhan pasar.

Salah satu yang menjadi sorotan pasien positif Covid-19 Bangkalan pedagang buah asal Kecamatan Socah. Pasien merupakan pedagang buah di Pasar Socah. Tetapi sudah jarang berjualan karena sakit. Setelah berkali-kali periksa, dinyatakan reaktif menurut tes cepat. Petugas memintanya untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Keluarga yang membantunya berjualan juga diminta berhenti sementara waktu.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Bangkalan Sutanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan kunjungan dan wawancara dengan pedagang jika akan ada penutupan pasar. Nyatanya memang tidak memungkinkan. Dengan demikian, diputuskan untuk tetap dibuka. ”Pasien sudah lama tidak berjualan. Makanya tidak akan menututup Pasar Socah,” terangnya.

Jika penularan tidak diketahui dan pasien positif Covid-19 masih berjualan, kemungkinan memang akan dilakukan penutupan sebagai bentuk upaya pemutusan mata rantai. Tetapi berdasarkan penjelasan petugas pasar, pasien atau keluarganya yang membantu sudah berhenti sementara dan melakukan isolasi mandiri. ”Kalau sudah menaati peraturan dan sudah lama tidak ke pasar, maka kecil kemungkinannya akan ada persebaran baru,” ulasnya.

Baca Juga :  Perjuangan Tim Revitalisasi Aset Kunjungi SDN Sawah Sumur

Tanto menegaskan, penutupan pasar tradisional tidak akan dilakukan karena akan memutus mata pencaharian masyarakat. Meski di daerah lain di luar Madura penutupan dilakukan melalui kebijakan dinas, Bangkalan tidak akan melakukan langkah tersebut. ”Mungkin akan diatur ulang posisinya,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Socah Anita Oktavia membenarkan, sekitar sepuluh hari sebelum hasil tes swab keluar, pasien sudah diminta untuk isolasi mandiri dan berhenti berjualan. Dengan demikian, tidak menimbulkan persebaran virus kepada pedagang lain. ”Pasien taat mengikuti anjuran petugas untuk isolasi mandiri. Jadi baik pasien maupun keluarga lainnya tidak lagi berjualan,” jelasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/