alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Upaya ACT Tangkal Meluasnya Penyakit DBD

JAKARTA – Pasca penderita DBD di Indonesia meningkat dan meluas, tim medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam waktu dekat akan turun melakukan tindakan pencegahan dan edukasi kesehatan.

Lukman Azis selaku Direktur Komunikasi ACT menyatakan, ACT ikut bertanggung jawab atas ancaman kesehatan yang berpotensi menjadi masalah kemanusiaan masif.

“Salah satu ancaman kesehatan itu kini terjadi di depan mata. Bahkan, penyakit DBD menimpa keluarga terdekat, atau di lingkungan sekitar hunian,” ujarnya.

Menurut Lukman Aziz, ACT tidak hanya menjalankan aksi kemanusiaan di ranah global untuk diaspora Uighur, pengungsi Suriah, atau Warga Gaza di Palestina.

“Tapi, ACT juga akan turun tangan mengatasi krisis DBD yang sedang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Ipda Nenny Sasongko Tiap Hari Otodidak Nulis Berita

Dijelaskan, dalam waktu dekat ACT akan melakukan foggingisasi atau pengasapan lingkungan yang terdampak DBD di beberapa wilayah di sekitar Jabodetabek.

“Foggingisasi akan dilakukan di Depok tepatnya di Cilodong. Termasuk di Gunung Sindur, Bogor. Kami menerima laporan kasus DBD di dua wilayah tersebut meningkat cukup signifikan,” ungkap Lukman Aziz.

Agar sebaran penyakit DBD tidak meluas, semua masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya kesehatan lingkungan sekitar. Sebab, foggingisasi tidak bisa menangkal sebaran DBD.

“Karena itu, tim medis ACT akan memberi penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kami mengajak warga lebih waspada menghindari tumbuh kembangnya nyamuk Aedes Aegypti,” pungkas Lukman Aziz. 

Baca Juga :  Galang Bantuan Korban Tsunami, Akbar Gowes Surabaya-Banten

JAKARTA – Pasca penderita DBD di Indonesia meningkat dan meluas, tim medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam waktu dekat akan turun melakukan tindakan pencegahan dan edukasi kesehatan.

Lukman Azis selaku Direktur Komunikasi ACT menyatakan, ACT ikut bertanggung jawab atas ancaman kesehatan yang berpotensi menjadi masalah kemanusiaan masif.

“Salah satu ancaman kesehatan itu kini terjadi di depan mata. Bahkan, penyakit DBD menimpa keluarga terdekat, atau di lingkungan sekitar hunian,” ujarnya.


Menurut Lukman Aziz, ACT tidak hanya menjalankan aksi kemanusiaan di ranah global untuk diaspora Uighur, pengungsi Suriah, atau Warga Gaza di Palestina.

“Tapi, ACT juga akan turun tangan mengatasi krisis DBD yang sedang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Ringankan Beban Warga Maluku, Grab Indonesia dan ACT Kirim Bantuan

Dijelaskan, dalam waktu dekat ACT akan melakukan foggingisasi atau pengasapan lingkungan yang terdampak DBD di beberapa wilayah di sekitar Jabodetabek.

“Foggingisasi akan dilakukan di Depok tepatnya di Cilodong. Termasuk di Gunung Sindur, Bogor. Kami menerima laporan kasus DBD di dua wilayah tersebut meningkat cukup signifikan,” ungkap Lukman Aziz.

Agar sebaran penyakit DBD tidak meluas, semua masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya kesehatan lingkungan sekitar. Sebab, foggingisasi tidak bisa menangkal sebaran DBD.

“Karena itu, tim medis ACT akan memberi penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kami mengajak warga lebih waspada menghindari tumbuh kembangnya nyamuk Aedes Aegypti,” pungkas Lukman Aziz. 

Baca Juga :  Syaikhona Kholil Didik Santri Ilmu Agama dan Cinta Tanah Air (2)
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Polisi Tembak Pencuri Motor

GMNI Tolak Revisi UU MD3

Neraca Perdagangan Kembali Surplus

Artikel Terbaru

/