alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Dany Marsa Risqullah, Pencinta Burung Free Fly Kota Gerbang Salam

Jelo sama-sama bisa terbang layaknya burung biasa. Sama-sama makan kuaci, kacang almond, dan kacang tanah. Hanya, burung macaw yang satu ini memiliki sedikit keistimewaan. Selain pandai berkicau, ia bisa diajarkan untuk free fly.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

KWAK…kwak… Jelo kegirangan saat sangkar yang mengurungnya dibuka. Teman-temannya dari jenis burung paruh bengkok sudah menunggu sedari tadi. Ia memang biasa diajak untuk free fly di kawasan Tambak Garam, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu.

Sepintas memang tidak ada yang istimewa dari Jelo. Hanya, bobot burung macaw memang lebih besar. Warna blue gold yang indah memberi kesan mahal.

Usia Jelo baru genap enam bulan, ia didatangkan dari Thailand saat masih kecil. Namun, harganya sulit untuk dinalar, yakni sekitar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta untuk seumurannya atau dua kali lipat target pendapatan asli daerah (PAD) satu sektor wisata di Pamekasan yang hanya Rp 30 juta.

Sebulan lalu, Jelo mulai diajari terbang bebas. Ia memang sudah dilatih untuk jinak sejak kecil. Sesekali Dany terlihat membelai burung yang ukurannya nyaris sebesar ayam tersebut. ”Ini mas dipegang, sudah jinak kok,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga :  Patenkan Ratusan Teknologi, UPN Veteran Jatim Bantu Daerah Tertinggal

Burung macaw memang baru bisa terbang saat usianya menginjak enam hingga tujuh bulan. Sebelum itu, burung yang habitatnya di hutan tropis ini tidak memiliki bulu. ”Selama berbulan-bulan hanya dirawat agar bisa jinak,” ujar Dany.

Awalnya ia tertarik untuk memelihara macaw karena kecerdasan dan warnanya yang cantik. Apalagi, burung ini memiliki ekor yang panjang serta gaya terbangnya punya banyak manuver. Sehingga, cukup baik untuk bisa diajak terbang bebas.

Dany berniat untuk membeli satu jenis macaw lagi supaya bisa menemani si Jelo saat free fly. Menurutnya, macaw yang sedang ia pesan lebih mahal dari harga Jelo. ”Dulu Jelo dibeli dengan harga Rp 35 juta saat masih kecil,” imbuhnya.

Perawatan untuk burung macaw tidak terlalu sulit. Bahkan, hampir sama dengan jenis burung lainnya. Adaptasi terhadap kondisi cuaca dan tempat perlu diperhatikan. Sebab, burung macaw terbiasa hidup di suhu lingkungan yang panas.

Tiap pagi, Jelo harus dijemur selepas dimandikan. Ini sebagai upaya agar burung tersebut tidak mudah dihinggapi jamur. ”Harus rutin dimandikan dan dijemur, ini salah satu cara untuk menjinakkannya. Rajin disentuh langsung tangan pemilik,” ucapnya.

Baca Juga :  Sidang Kasus Pemalsuan Ditunda Tahun Depan

Burung macaw, lanjut Dany, bisa menghabiskan porsi makan lebih banyak ketimbang jenis burung lainnya. Dalam sebulan, macaw bisa menghabiskan satu kilogram makanan yang terdiri dari makanan pokok dan snack harian.

Di sisi lain, dibandingkan dengan burung jenis paruh bengkok lainnya, macaw memiliki harga yang relatif tinggi. Semakin tua usianya serta semakin sering diikutkan turnamen, maka harganya bisa menjadi mahal. ”Ada yang seharga satu mobil loh,” sambungnya.

Menurutnya, burung macaw bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Berbagai turnamen seperti free fly bisa diikuti untuk menambah nilai jual macaw atau sekadar ingin mencoba peruntungan dalam kontes tersebut.

Dany menjelaskan, lomba free fly mengharuskan macaw terbang selama mungkin. Durasi terbang yang paling lama dan bisa kembali hinggap pada pemiliknya dinyatakan sebagai pemenang. ”Harus sering dilatih untuk bisa ke tahap ini,” katanya.

Meski sempat ditawar, Dany tak ingin menjual burung macaw miliknya. Sebab, hobi yang sedang ia tekuni itu sudah berjalan lama. ”Saya ingin ingin lebih lama memelihara Jelo dan berniat untuk tambah satu ekor lagi,” tandasnya. (afg)

Jelo sama-sama bisa terbang layaknya burung biasa. Sama-sama makan kuaci, kacang almond, dan kacang tanah. Hanya, burung macaw yang satu ini memiliki sedikit keistimewaan. Selain pandai berkicau, ia bisa diajarkan untuk free fly.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

KWAK…kwak… Jelo kegirangan saat sangkar yang mengurungnya dibuka. Teman-temannya dari jenis burung paruh bengkok sudah menunggu sedari tadi. Ia memang biasa diajak untuk free fly di kawasan Tambak Garam, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu.


Sepintas memang tidak ada yang istimewa dari Jelo. Hanya, bobot burung macaw memang lebih besar. Warna blue gold yang indah memberi kesan mahal.

Usia Jelo baru genap enam bulan, ia didatangkan dari Thailand saat masih kecil. Namun, harganya sulit untuk dinalar, yakni sekitar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta untuk seumurannya atau dua kali lipat target pendapatan asli daerah (PAD) satu sektor wisata di Pamekasan yang hanya Rp 30 juta.

Sebulan lalu, Jelo mulai diajari terbang bebas. Ia memang sudah dilatih untuk jinak sejak kecil. Sesekali Dany terlihat membelai burung yang ukurannya nyaris sebesar ayam tersebut. ”Ini mas dipegang, sudah jinak kok,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga :  Kemendagri Nilai Program Pamekasan Sangat Inovatif

Burung macaw memang baru bisa terbang saat usianya menginjak enam hingga tujuh bulan. Sebelum itu, burung yang habitatnya di hutan tropis ini tidak memiliki bulu. ”Selama berbulan-bulan hanya dirawat agar bisa jinak,” ujar Dany.

Awalnya ia tertarik untuk memelihara macaw karena kecerdasan dan warnanya yang cantik. Apalagi, burung ini memiliki ekor yang panjang serta gaya terbangnya punya banyak manuver. Sehingga, cukup baik untuk bisa diajak terbang bebas.

Dany berniat untuk membeli satu jenis macaw lagi supaya bisa menemani si Jelo saat free fly. Menurutnya, macaw yang sedang ia pesan lebih mahal dari harga Jelo. ”Dulu Jelo dibeli dengan harga Rp 35 juta saat masih kecil,” imbuhnya.

Perawatan untuk burung macaw tidak terlalu sulit. Bahkan, hampir sama dengan jenis burung lainnya. Adaptasi terhadap kondisi cuaca dan tempat perlu diperhatikan. Sebab, burung macaw terbiasa hidup di suhu lingkungan yang panas.

Tiap pagi, Jelo harus dijemur selepas dimandikan. Ini sebagai upaya agar burung tersebut tidak mudah dihinggapi jamur. ”Harus rutin dimandikan dan dijemur, ini salah satu cara untuk menjinakkannya. Rajin disentuh langsung tangan pemilik,” ucapnya.

Baca Juga :  Dibunuh di Pamekasan, Dibuang ke Sumenep

Burung macaw, lanjut Dany, bisa menghabiskan porsi makan lebih banyak ketimbang jenis burung lainnya. Dalam sebulan, macaw bisa menghabiskan satu kilogram makanan yang terdiri dari makanan pokok dan snack harian.

Di sisi lain, dibandingkan dengan burung jenis paruh bengkok lainnya, macaw memiliki harga yang relatif tinggi. Semakin tua usianya serta semakin sering diikutkan turnamen, maka harganya bisa menjadi mahal. ”Ada yang seharga satu mobil loh,” sambungnya.

Menurutnya, burung macaw bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Berbagai turnamen seperti free fly bisa diikuti untuk menambah nilai jual macaw atau sekadar ingin mencoba peruntungan dalam kontes tersebut.

Dany menjelaskan, lomba free fly mengharuskan macaw terbang selama mungkin. Durasi terbang yang paling lama dan bisa kembali hinggap pada pemiliknya dinyatakan sebagai pemenang. ”Harus sering dilatih untuk bisa ke tahap ini,” katanya.

Meski sempat ditawar, Dany tak ingin menjual burung macaw miliknya. Sebab, hobi yang sedang ia tekuni itu sudah berjalan lama. ”Saya ingin ingin lebih lama memelihara Jelo dan berniat untuk tambah satu ekor lagi,” tandasnya. (afg)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

RSUD Isolasi Pemudik dari Jakarta

Hujan Sebentar, Perkotaan Tergenang

Proyek Pengadaan PJU Ditunda

Artikel Terbaru

/