alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Kejuruan Tata Kecantikan SMKN Hanya Satu Pendaftar

BANGKALAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2018-2019 diwarnai dengan kekurangan siswa. Pagu yang disediakan tidak terpenuhi. Banyak kursi kosong.

Sejumlah siswa berseragam Pramuka berada di salah satu ruangan SMKN 3 Bangkalan. Ada juga yang menggunakan baju putih celana dongker. Beberapa pasang mata tertuju pada kertas pengumuman yang tertempel pada kaca jendela ruang guru.

Mereka sebagian dari calon peserta didik baru yang memilih Smekta –julukan SMKN 3 Bangkalan. Tangan-tangan memegang kertas bukti pendaftaran. Beberapa lebih memilih bergelut dengan gawai sembari menunggu giliran daftar ulang.

Sesuai jadwal, pada 29–30 Juni adalah masa daftar ulang siswa yang diterima setelah mendaftar di jalur PPDB reguler. Sebagian siswa ditemani orang tua.

Ada permasalahan serupa pada pelaksanaan PPDB SMA/SMK tahun ini. Yaitu kekurangan siswa. Pagu yang tersedia tidak terpenuhi. Pendaftaran online sudah ditutup Kamis (28/6) pukul 24.00. Laman ppdbjatim.net tidak lagi melakukan penerimaan peserta didik baru.

Data di laman PPDB yang disediakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim), total pendaftar jenjang SMA 2.283 orang. Pada jenjang SMK sebanyak 2.082 pendaftar. Sedangkan pagu SMA 2.823 kursi, dan SMK 3.171 kursi.

Artinya, jenjang SMA kekurangan 540 siswa. Kekurangan siswa SMK 1.089 orang. Total ketidakterpenuhan pagu PPDB online SMA/SMK di Bangkalan 1.629 kursi.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Bangkalan Arif Khamzah mengaku belum banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi tidak tercapainya pagu PPDB. Dia masih menunggu kebijakan dari provinsi karena belum mendapat petunjuk lebih lanjut dari Disdik Jatim.

Baca Juga :  Bahas Vaksinasi Pelajar, Polres Panggil Kepala Sekolah

Namun berdasarkan pemaparan sebelumnya, meski banyak kursi kosong tetap tidak akan membuka PPDB gelombang dua. Menurutnya, tidak semua sekolah mengalami kekurangan siswa. Di beberapa SMA/SMK juga ada yang overload. Jumlah pendaftar lebih banyak dibandingkan pagu. ”Nanti akan kami sampaikan kalau ada informasi tindak lanjutnya. Menunggu dari provinsi,” kata mantan Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Mojokerto itu Jumat (29/6).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MMKS) SMK Bangkalan Kamus mengatakan, calon peserta didik baru masih sebagian yang daftar ulang. Kebanyakan datang untuk mengetahui informasi apa saja berkas yang perlu disiapkan. ”Sekitar 90 persen siswa sudah melihat pengumuman print out. Sebenarnya bisa dilihat online,” ucap peraih juara III Madura Awards 2017 kategori tokoh pendidikan terpopuler itu.

Calon siswa diberi arahan untuk melengkapi persyaratan. Dengan demikian, saat masuk sekolah nanti, data peserta didik sudah lengkap. Ada toleransi masa daftar ulang. Tidak hanya pada 29–30 Juni. Sebab, terkadang ada pengurusan berkas yang membutuhkan waktu lama. ”Diberi waktu sampai minggu depan. Yang penting sudah konfirmasi ke sekolah bahwa anak ini akan melakukan proses daftar ulang,” ujar kepala SMKN 3 Bangkalan itu.

Baca Juga :  Pegawai TU SMA Negeri di Bangkalan Positif Covid-19

Tanggal 16 Juli aktif masuk sekolah. Sebelum itu, pihaknya akan mengumpulkan orang tua murid untuk memaparkan profil dan kehidupan sekolah dan proses pembelajaran.

Mengacu pada kebutuhan data pokok pendidikan (dapodik), satu rombongan belajar (rombel) minimal terdiri atas 15 siswa dan maksimal 36 siswa. Kurang 15 siswa saja tidak diakui sebagai rombel. ”Akan berpengaruh pada operasional. Tapi, tetap harus jalan,” kata Kamus.

Jika dalam satu kejuruan kurang dari 15 siswa, akan diarahkan untuk memilih jurusan lain yang masih kosong. Dengan demikian bisa memenuhi kebutuhan untuk didaftarkan di dapodik. Dia mengaku akan menyampaikan permasalahan tersebut pada Disdik Jatim. ”Alhamdulillah untuk SMKN 3 Bangkalan semua kejuruan memenuhi semua. Tidak ada yang di bawah 15 siswa,” ungkapnya.

Kepala SMKN 1 Bangkalan Qurrotuainy menjelaskan, kejuruan tata kecantikan dilembaganya hanya diminati satu pendaftar. Karena itu, diarahkan untuk pindah jurusan. Jika berkenan, siswa bersangkutan memilih kejuruan perhotelan.

”Tapi perhotelan sudah terpenuhi. Nanti kalau ada yang tidak daftar ulang di perhotelan bisa masuk. Kalau daftar ulang semua, satu calon siswa ini bisa memilih kejuruan lain,” papar Ainy.

Sebanyak 287 dari 369 pendaftar sudah daftar ulang di hari pertama. Sehingga tersisa 82 calon peserta didik yang belum daftar ulang. ”Cek list istilahnya. Masih ada besok (hari ini, Red),” pungkasnya.

BANGKALAN – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2018-2019 diwarnai dengan kekurangan siswa. Pagu yang disediakan tidak terpenuhi. Banyak kursi kosong.

Sejumlah siswa berseragam Pramuka berada di salah satu ruangan SMKN 3 Bangkalan. Ada juga yang menggunakan baju putih celana dongker. Beberapa pasang mata tertuju pada kertas pengumuman yang tertempel pada kaca jendela ruang guru.

Mereka sebagian dari calon peserta didik baru yang memilih Smekta –julukan SMKN 3 Bangkalan. Tangan-tangan memegang kertas bukti pendaftaran. Beberapa lebih memilih bergelut dengan gawai sembari menunggu giliran daftar ulang.


Sesuai jadwal, pada 29–30 Juni adalah masa daftar ulang siswa yang diterima setelah mendaftar di jalur PPDB reguler. Sebagian siswa ditemani orang tua.

Ada permasalahan serupa pada pelaksanaan PPDB SMA/SMK tahun ini. Yaitu kekurangan siswa. Pagu yang tersedia tidak terpenuhi. Pendaftaran online sudah ditutup Kamis (28/6) pukul 24.00. Laman ppdbjatim.net tidak lagi melakukan penerimaan peserta didik baru.

Data di laman PPDB yang disediakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim), total pendaftar jenjang SMA 2.283 orang. Pada jenjang SMK sebanyak 2.082 pendaftar. Sedangkan pagu SMA 2.823 kursi, dan SMK 3.171 kursi.

Artinya, jenjang SMA kekurangan 540 siswa. Kekurangan siswa SMK 1.089 orang. Total ketidakterpenuhan pagu PPDB online SMA/SMK di Bangkalan 1.629 kursi.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Bangkalan Arif Khamzah mengaku belum banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi tidak tercapainya pagu PPDB. Dia masih menunggu kebijakan dari provinsi karena belum mendapat petunjuk lebih lanjut dari Disdik Jatim.

Baca Juga :  Balaskan Dendam Masa Lalu kepada Santri

Namun berdasarkan pemaparan sebelumnya, meski banyak kursi kosong tetap tidak akan membuka PPDB gelombang dua. Menurutnya, tidak semua sekolah mengalami kekurangan siswa. Di beberapa SMA/SMK juga ada yang overload. Jumlah pendaftar lebih banyak dibandingkan pagu. ”Nanti akan kami sampaikan kalau ada informasi tindak lanjutnya. Menunggu dari provinsi,” kata mantan Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Mojokerto itu Jumat (29/6).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MMKS) SMK Bangkalan Kamus mengatakan, calon peserta didik baru masih sebagian yang daftar ulang. Kebanyakan datang untuk mengetahui informasi apa saja berkas yang perlu disiapkan. ”Sekitar 90 persen siswa sudah melihat pengumuman print out. Sebenarnya bisa dilihat online,” ucap peraih juara III Madura Awards 2017 kategori tokoh pendidikan terpopuler itu.

Calon siswa diberi arahan untuk melengkapi persyaratan. Dengan demikian, saat masuk sekolah nanti, data peserta didik sudah lengkap. Ada toleransi masa daftar ulang. Tidak hanya pada 29–30 Juni. Sebab, terkadang ada pengurusan berkas yang membutuhkan waktu lama. ”Diberi waktu sampai minggu depan. Yang penting sudah konfirmasi ke sekolah bahwa anak ini akan melakukan proses daftar ulang,” ujar kepala SMKN 3 Bangkalan itu.

Baca Juga :  Saat Masuk Lapangan┬áLupa kalau Sedang Puasa

Tanggal 16 Juli aktif masuk sekolah. Sebelum itu, pihaknya akan mengumpulkan orang tua murid untuk memaparkan profil dan kehidupan sekolah dan proses pembelajaran.

Mengacu pada kebutuhan data pokok pendidikan (dapodik), satu rombongan belajar (rombel) minimal terdiri atas 15 siswa dan maksimal 36 siswa. Kurang 15 siswa saja tidak diakui sebagai rombel. ”Akan berpengaruh pada operasional. Tapi, tetap harus jalan,” kata Kamus.

Jika dalam satu kejuruan kurang dari 15 siswa, akan diarahkan untuk memilih jurusan lain yang masih kosong. Dengan demikian bisa memenuhi kebutuhan untuk didaftarkan di dapodik. Dia mengaku akan menyampaikan permasalahan tersebut pada Disdik Jatim. ”Alhamdulillah untuk SMKN 3 Bangkalan semua kejuruan memenuhi semua. Tidak ada yang di bawah 15 siswa,” ungkapnya.

Kepala SMKN 1 Bangkalan Qurrotuainy menjelaskan, kejuruan tata kecantikan dilembaganya hanya diminati satu pendaftar. Karena itu, diarahkan untuk pindah jurusan. Jika berkenan, siswa bersangkutan memilih kejuruan perhotelan.

”Tapi perhotelan sudah terpenuhi. Nanti kalau ada yang tidak daftar ulang di perhotelan bisa masuk. Kalau daftar ulang semua, satu calon siswa ini bisa memilih kejuruan lain,” papar Ainy.

Sebanyak 287 dari 369 pendaftar sudah daftar ulang di hari pertama. Sehingga tersisa 82 calon peserta didik yang belum daftar ulang. ”Cek list istilahnya. Masih ada besok (hari ini, Red),” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pemberantasan Buta Aksara Lamban

Pemkab Segel Gudang PT Garam

Artikel Terbaru

/