alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Lauk Kesukaan Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan Masykur Hidayat

Menu makanan buka puasa Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Masykur Hidayat tergolong sederhana. Ingin tahu apa saja? Berikut wawancara Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dengan Ulfa Fatmawati, istri Masykur Hidayat.

SAAT mendengar azan Magrib berkumandang, kali pertama yang dikonsumsi meminum air putih. Setelah itu, memakan kurma sebelum beralih ke makanan lain yang dihidangkan.

Demikian Ulfa Fatmawati menggambarkan keseruan berbuka bersama suami bersamaan dengan matahari terbenam. Ulfa mengungkapkan, suaminya berasal dari keluarga kawasan pesisir. Karena itu, lauk yang akrab dikonsumsi khas tambak. Terutama bandeng bakar atau dimasak dengan kuah pedas.

Dia menyebut, suaminya termasuk tipe orang yang suka pedas. ”Suami saya itu tipe orang yang gampang sekali, pokoknya ada sambel dan ikan yang disukai, seperti ikan panggang atau bakar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kesejahteraan Guru Belum merata

Setelah berbuka, suaminya langsung mengajak anggota keluarga melangsungkan salat Magrib berjamaah. Setelah selesai, lalu santai sambil berguyon untuk menunggu azan Isya. Lalu, lanjut melaksanakan salat Isya dan Tarawih.

”Kadang tengah malam bangun. Apa yang di meja di-maem gitu,” tutur perempuan berdomisili di Kusuma Bangsa Regency Blok D-9 Lamongan tersebut.

Sementara menu yang disukai suaminya saat sahur yaitu sayur bening. Porsi makannya tidak banyak. Namun, untuk mengurangi rasa haus pada siang hari saat menjalankan tugasnya sebagai hakim, suaminya biasa banyak meminum air putih.

Masykur mengakui lauk kesukaannya adalah bandeng bakar. Itu dikarenakan sejak kecil hidup di wilayah pesisir. Sejak kanak-kanak memang sudah akrab dengan lauk yang berasal dari tambak, seperti bandeng dan mujair.

Baca Juga :  Punya Tanggung Jawab Sebarkan Dakwah Rahmatan Lil Alamin

Diakui, Lamongan biasa dikenal dengan Kota Soto. Kehidupannya sejak kecil yang berada di Bangkalan wilayah pesisir membuatnya lebih akrab dengan bandeng dan mujair daripada soto. ”Saya mengenal soto lamongan saat SMA di kota. Dulunya di desa tidak ada warung soto sebanyak seperti sekarang,” kenangnya.

Masykur tidak setiap hari pulang ke Lamongan. Jadi, buka dan sahur biasa dilakukan di Kota Salak. Meski tidak setiap hari menemukan bandeng bakar, dia cocok dengan beberapa makanan di Bangkalan. Seperti bebek goreng dan kikil. ”Yang penting pedas. Kalau tidak pedas, rasanya kurang sip,” ungkapnya. (jup)

Menu makanan buka puasa Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan Masykur Hidayat tergolong sederhana. Ingin tahu apa saja? Berikut wawancara Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dengan Ulfa Fatmawati, istri Masykur Hidayat.

SAAT mendengar azan Magrib berkumandang, kali pertama yang dikonsumsi meminum air putih. Setelah itu, memakan kurma sebelum beralih ke makanan lain yang dihidangkan.

Demikian Ulfa Fatmawati menggambarkan keseruan berbuka bersama suami bersamaan dengan matahari terbenam. Ulfa mengungkapkan, suaminya berasal dari keluarga kawasan pesisir. Karena itu, lauk yang akrab dikonsumsi khas tambak. Terutama bandeng bakar atau dimasak dengan kuah pedas.

Dia menyebut, suaminya termasuk tipe orang yang suka pedas. ”Suami saya itu tipe orang yang gampang sekali, pokoknya ada sambel dan ikan yang disukai, seperti ikan panggang atau bakar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, PT Bintang Toedjoe Bagikan Extrajoss

Setelah berbuka, suaminya langsung mengajak anggota keluarga melangsungkan salat Magrib berjamaah. Setelah selesai, lalu santai sambil berguyon untuk menunggu azan Isya. Lalu, lanjut melaksanakan salat Isya dan Tarawih.

”Kadang tengah malam bangun. Apa yang di meja di-maem gitu,” tutur perempuan berdomisili di Kusuma Bangsa Regency Blok D-9 Lamongan tersebut.

Sementara menu yang disukai suaminya saat sahur yaitu sayur bening. Porsi makannya tidak banyak. Namun, untuk mengurangi rasa haus pada siang hari saat menjalankan tugasnya sebagai hakim, suaminya biasa banyak meminum air putih.

Masykur mengakui lauk kesukaannya adalah bandeng bakar. Itu dikarenakan sejak kecil hidup di wilayah pesisir. Sejak kanak-kanak memang sudah akrab dengan lauk yang berasal dari tambak, seperti bandeng dan mujair.

Baca Juga :  Konservasi Museum Dapat DAK

Diakui, Lamongan biasa dikenal dengan Kota Soto. Kehidupannya sejak kecil yang berada di Bangkalan wilayah pesisir membuatnya lebih akrab dengan bandeng dan mujair daripada soto. ”Saya mengenal soto lamongan saat SMA di kota. Dulunya di desa tidak ada warung soto sebanyak seperti sekarang,” kenangnya.

Masykur tidak setiap hari pulang ke Lamongan. Jadi, buka dan sahur biasa dilakukan di Kota Salak. Meski tidak setiap hari menemukan bandeng bakar, dia cocok dengan beberapa makanan di Bangkalan. Seperti bebek goreng dan kikil. ”Yang penting pedas. Kalau tidak pedas, rasanya kurang sip,” ungkapnya. (jup)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/