alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Selain Kursus, 4 Cara agar si Kecil Fasih Berbahasa Inggris

jpnn.com – Sekarang ini, kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sebuah pilihan, tapi seakan menjadi kewajiban. Sayangnya, mempelajari sebuah  bahasa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Karena kemampuan seseorang untuk belajar umumnya berkurang seiring pertambahan usia, banyak Bunda di luar sana yang mengajarkan si Kecil bahasa Inggris sedini mungkin. Agar optimal, selain kursus, ada juga beberapa cara lain supaya si Kecil fasih berbahasa Inggris.

Menurut penelitian-penelitian beberapa tahun belakangan, perkembangan si Kecil akan mencapai puncak kemampuan belajarnya pada usia 18–20 tahun. Setelah usia tersebut, kemampuan mengingat atau belajar akan mengalami penurunan sedikit demi sedikit. Meski demikian, ini pun bergantung pada aktivitas otak seseorang. Semakin sering otak dilatih untuk mempelajari hal-hal yang baru, maka akan semakin tinggi pula kemampuan seseorang dalam hal mengingat dan logika.

Kapan anak mulai bisa belajar bahasa Inggris dengan baik?

Pada tahapan perkembangannya, biasanya si Kecil yang berusia 6–8 tahun sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ibunya dengan cukup fasih. Nah, inilah usia yang tepat bagi Bunda untuk memperkenalkan si Kecil dengan bahasa kedua, yang seringnya adalah bahasa Inggris.

Si Kecil bisa bahasa Inggris (atau bahasa lain selain bahasa Indonesia) bukan hanya sebatas untuk berkomunikasi dengan lebih banyak orang, tapi juga untuk melatih otak si Kecil agar dapat menerima informasi yang lebih banyak nantinya. Selain itu, kemampuan otak si Kecil pada usia 6–8 tahun juga sedang dalam fase yang cukup baik untuk menerima informasi yang cukup kompleks ini.

Era digital seperti sekarang membuat akses informasi semakin banyak, mudah, dan bisa diperolah dengan cepat! Apabila digunakan dengan baik, maka kemajuan ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi Bunda dalam mengedukasi si Kecil. Ada banyak sekali konten di internet yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang baik.

Baca Juga :  Saran Dewan Pasca Instalasi PLN di Gapura Picu Kecelakaan

Salah satu sumber yang paling menarik untuk si Kecil adalah film atau serial animasi untuk si Kecil atau YouTube dengan konten edukatif tak berbatas, mulai dari reality show, kartun, lagu anak-anak, hingga vlog. Lewat media itu semua, si Kecil bisa secara tak langsung belajar banyak kosakata baru. Bunda juga bisa mendaftarkan si Kecil ke kelas bahasa Inggris, baik kursus maupun mendatangkan guru ke rumah.

Tips agar si Kecil lancar berbahasa Inggris

Selain kursus dan metode yang disebutkan di atas, demi menstimulasi kecerdasan linguistik atau berbahasa si Kecil (yaitu kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca, dan menulis), berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk membantunya fasih berbahasa Inggris.

1.Menonton film kartun berbahasa Inggris

Apabila si Kecil memang suka menonton, maka ini merupakan salah satu cara paling efektif dalam proses pembelajarannya. Dengan mengetahui dasar-dasar bahasa Inggris, si Kecil bisa dengan cepat menangkap berbagai macam kosakata baru yang ia temukan lewat tontonannya. Maka dari itu, pilihlah tayangan yang tepat dan sesuai dengan usia si Kecil. Ingat, tidak semua tayangan kartun memiliki target usia yang sesuai.

2.Bermain video game

Selain nonton, hiburan favorit si Kecil lainnya adalah video game. Meski kebiasaan ini tidak dianjurkan (terlebih jika dimainkan berjam-jam lamanya), tapi banyak video game yang berbahasa Inggris, sehingga ini memberikan si Kecil banyak perbendaharaan kata baru dan  lebih memudahkannya untuk mengingat. Misalnya si Kecil bermain gim mencocokkan barang tertentu, sehingga ia bisa menyesuaikan gambar dan kata.

Baca Juga :  Lukisan Tembok Masuk Sepuluh Besar Kampung Piala Dunia

3.Membaca buku

Tip yang satu ini memang lebih jarang dipilih, apalagi jika si Kecil sudah terpapar oleh gawai. Meski demikian, buku tetap menjadi sumber pembelajaran klasik yang baik, dan kebiasaan ini tak boleh ditinggalkan. Luangkanlah waktu Bunda untuk membacakan buku atau membaca bersama si Kecil sehingga ia dapat cepat menangkap informasi dari buku yang dibaca.

4.Berkomunikasi dengan bahasa Inggris

Jika memang Bunda atau Ayah tergolong lancar berbahasa Inggris, libatkan si Kecil untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Proses ini juga akan membantu meningkatkan kepercayaan diri si Kecil dalam pembelajaran bahasa barunya.

Namun, perlu diingat bahwa dalam proses pembelajaran bahasa ibu (usia balita hingga 6 tahun), sebaiknya tidak mencampur bahasa pertama dan bahasa kedua. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan, sehingga proses pembelajaran menjadi terhambat.

Lewat kursus atau kelas bahasa, proses pembelajaran si Kecil memang lebih aktif. Namun, beberapa tips di atas lebih banyak menggunakan pembelajaran bersifat pasif, yang mana ia lebih bisa menangkap informasi sesuai dengan keinginannya. Tips tersebut juga bisa menstimulasi si Kecil yang belum tertarik untuk belajar bahasa kedua. Satu hal yang perlu diingat, jangan sampai Bunda membandingkan si Kecil dengan anak-anak lainnya, karena pada dasarnya kemampuan tiap anak berbeda-beda.(RN/ RH/klikdokter)

jpnn.com – Sekarang ini, kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sebuah pilihan, tapi seakan menjadi kewajiban. Sayangnya, mempelajari sebuah  bahasa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Karena kemampuan seseorang untuk belajar umumnya berkurang seiring pertambahan usia, banyak Bunda di luar sana yang mengajarkan si Kecil bahasa Inggris sedini mungkin. Agar optimal, selain kursus, ada juga beberapa cara lain supaya si Kecil fasih berbahasa Inggris.

Menurut penelitian-penelitian beberapa tahun belakangan, perkembangan si Kecil akan mencapai puncak kemampuan belajarnya pada usia 18–20 tahun. Setelah usia tersebut, kemampuan mengingat atau belajar akan mengalami penurunan sedikit demi sedikit. Meski demikian, ini pun bergantung pada aktivitas otak seseorang. Semakin sering otak dilatih untuk mempelajari hal-hal yang baru, maka akan semakin tinggi pula kemampuan seseorang dalam hal mengingat dan logika.


Kapan anak mulai bisa belajar bahasa Inggris dengan baik?

Pada tahapan perkembangannya, biasanya si Kecil yang berusia 6–8 tahun sudah bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ibunya dengan cukup fasih. Nah, inilah usia yang tepat bagi Bunda untuk memperkenalkan si Kecil dengan bahasa kedua, yang seringnya adalah bahasa Inggris.

Si Kecil bisa bahasa Inggris (atau bahasa lain selain bahasa Indonesia) bukan hanya sebatas untuk berkomunikasi dengan lebih banyak orang, tapi juga untuk melatih otak si Kecil agar dapat menerima informasi yang lebih banyak nantinya. Selain itu, kemampuan otak si Kecil pada usia 6–8 tahun juga sedang dalam fase yang cukup baik untuk menerima informasi yang cukup kompleks ini.

Era digital seperti sekarang membuat akses informasi semakin banyak, mudah, dan bisa diperolah dengan cepat! Apabila digunakan dengan baik, maka kemajuan ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi Bunda dalam mengedukasi si Kecil. Ada banyak sekali konten di internet yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang baik.

Baca Juga :  Waspadai Anak Kecanduan Game Online

Salah satu sumber yang paling menarik untuk si Kecil adalah film atau serial animasi untuk si Kecil atau YouTube dengan konten edukatif tak berbatas, mulai dari reality show, kartun, lagu anak-anak, hingga vlog. Lewat media itu semua, si Kecil bisa secara tak langsung belajar banyak kosakata baru. Bunda juga bisa mendaftarkan si Kecil ke kelas bahasa Inggris, baik kursus maupun mendatangkan guru ke rumah.

Tips agar si Kecil lancar berbahasa Inggris

Selain kursus dan metode yang disebutkan di atas, demi menstimulasi kecerdasan linguistik atau berbahasa si Kecil (yaitu kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca, dan menulis), berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk membantunya fasih berbahasa Inggris.

1.Menonton film kartun berbahasa Inggris

Apabila si Kecil memang suka menonton, maka ini merupakan salah satu cara paling efektif dalam proses pembelajarannya. Dengan mengetahui dasar-dasar bahasa Inggris, si Kecil bisa dengan cepat menangkap berbagai macam kosakata baru yang ia temukan lewat tontonannya. Maka dari itu, pilihlah tayangan yang tepat dan sesuai dengan usia si Kecil. Ingat, tidak semua tayangan kartun memiliki target usia yang sesuai.

2.Bermain video game

Selain nonton, hiburan favorit si Kecil lainnya adalah video game. Meski kebiasaan ini tidak dianjurkan (terlebih jika dimainkan berjam-jam lamanya), tapi banyak video game yang berbahasa Inggris, sehingga ini memberikan si Kecil banyak perbendaharaan kata baru dan  lebih memudahkannya untuk mengingat. Misalnya si Kecil bermain gim mencocokkan barang tertentu, sehingga ia bisa menyesuaikan gambar dan kata.

Baca Juga :  Cara Taufik Rahman Bertahan di Tengah PPKM Berlevel-level

3.Membaca buku

Tip yang satu ini memang lebih jarang dipilih, apalagi jika si Kecil sudah terpapar oleh gawai. Meski demikian, buku tetap menjadi sumber pembelajaran klasik yang baik, dan kebiasaan ini tak boleh ditinggalkan. Luangkanlah waktu Bunda untuk membacakan buku atau membaca bersama si Kecil sehingga ia dapat cepat menangkap informasi dari buku yang dibaca.

4.Berkomunikasi dengan bahasa Inggris

Jika memang Bunda atau Ayah tergolong lancar berbahasa Inggris, libatkan si Kecil untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Proses ini juga akan membantu meningkatkan kepercayaan diri si Kecil dalam pembelajaran bahasa barunya.

Namun, perlu diingat bahwa dalam proses pembelajaran bahasa ibu (usia balita hingga 6 tahun), sebaiknya tidak mencampur bahasa pertama dan bahasa kedua. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan, sehingga proses pembelajaran menjadi terhambat.

Lewat kursus atau kelas bahasa, proses pembelajaran si Kecil memang lebih aktif. Namun, beberapa tips di atas lebih banyak menggunakan pembelajaran bersifat pasif, yang mana ia lebih bisa menangkap informasi sesuai dengan keinginannya. Tips tersebut juga bisa menstimulasi si Kecil yang belum tertarik untuk belajar bahasa kedua. Satu hal yang perlu diingat, jangan sampai Bunda membandingkan si Kecil dengan anak-anak lainnya, karena pada dasarnya kemampuan tiap anak berbeda-beda.(RN/ RH/klikdokter)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/