alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Selly Enia Amelia, Dokter Umum dan Kecantikan

Tidak ada yang mustahil jika diusahakan dan diimplementasikan. Apalagi selalu didoakan. Magic does happened, keajaiban akan terjadi. Begitulah ucapan Dian Sastro Wardoyo. Hanya butuh waktu dan kesiapan matang Tuhan dapat menyatukan angan dan pencapaian. Begitulah yang dirasakan dr Selly Enia Amelia, dokter umum sekaligus dokter kecantikan.

DOKTER Selly mengawali karirnya dari salah jurusan. Awalnya, dia kuliah di Universitas Negeri Malang dengan jurusan sosiologi industri. Dia sangat menikmati. Apalagi, saat materi kuliahnya bersinggungan dengan kehidupan sosial dan alam yang notabene merupakan hobinya, mengunjungi wisata alam. ”Sosiologi industri enjoy karena dunia alam, tentang alam,” tuturnya.

Selly suka traveling. Jadi, tidak ada bayangan, apalagi berpikir menjadi seorang dokter. Namun, orang tuanya sangat menginginkan dan mendukung dia menjadi tenaga kesehatan. ”Kalau terus-terusan begini, kamu mau jadi apa? Mau hidup di jalan? Kalau jadi dokter, nanti masa depanmu sudah ada dan dokter merupakan pekerjaan yang mulia, bisa membantu sesama,” ujar Selly menirukan ucapan orang tuanya.

Lama-kelamaan ucapan orang tuanya terngiang-ngiang hingga akhirnya Selly memutuskan untuk meninggalkan kuliah jurusan sosiologi industri. Atas arahan dan support keduanya, dia mendaftar kedokteran di Hang Tuah Surabaya, tetapi selalu gagal. Namun, kegagalan itu tak membuatnya patah arang. Dia tetap berupaya mewujudkan keinginan orang tuanya untuk menjadi seorang tenaga medis. Pada 2004, dia masuk S-1 kedokteran di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya dan lulus 2009. Kemudian menuntaskan dokter muda hingga 2012.

Baca Juga :  Biarkan Laptop Menyala di Atas┬áMesin Jahit

Setelah lulus dari UWK, Selly kursus kecantikan di Paradise Clinic & Parishuda Beauty Care selama dua tahun. Ketika lulus pada 2014, dia melebarkan sayapnya di dunia kecantikan.

Selain menjadi dokter umum, dia membuka klinik kecantikan dan apotek di tanah kelahirannya, Bangkalan Letaknya berdampingan dengan tipe bangunan dua lantai. Lantai bawah untuk pelayanan pasien umum. Sedangkan lantai dua untuk perawatan kecantikan. Klinik tersebut bernama Tri W Skincare, yang merupakan singkatan dari nama ketiga anaknya. Yakni, Wildan, Wardah, dan Wiqa.

Selly melebarkan sayap ke dunia kecantikan atau skincare karena suka dandan. Kemudian, ingin memudahkan masyarakat konsultasi masalah kecantikan. Sebab, dulu di Bangkalan belum ada skincare. Orang-orang harus ke Surabaya untuk konsultasi masalah kulit. Akhirnya, dia berinisiatif membuka home care sendiri.

”Niatnya ingin membantu sesama. Bisa memenuhi kebutuhan seseorang dalam mengatasi masalah kulit,” tuturnya.

Dalam mengarungi usaha, Selly mengalami pasang surut. Hal tersulit adalah menjaga kepercayaan. Bagaimana menjaga konsistensi agar pasien tetap percaya dan nyaman. Hal itu bisa dibuktikan dengan pelayanan prima dan produk berkualitas.

Baca Juga :  Dokter Dibyo Itu Teladan

Hal yang paling menyenangkan baginya yaitu saat pasien berhasil disembuhkan. Misalnya, pasien yang mengalami hiperfegmentasi atau flek hitam. Itu butuh buku waktu yang lumayan lama untuk menyembuhkan dan penanganan menggunakan laser. Tetapi, dengan kepercayaan pasien yang tinggi dan mengikuti anjuran dokter, akhirnya mampu disembuhkan.

Saat pandemi seperti saat ini, kunjungan pasien dibatasi. Harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 5M. ”Kalau dulu orang-orang antre sampai di luar, tapi sekarang sedikit karena pandemi,” ucapnya.

Banyak pencapaian yang menjadi buah dari usaha yang digeluti sejak 2011 hingga sekarang. Selain di Kecamatan Bangkalan, Selly membuka cabang baru di Klampis.

Dalam menjalankan usaha, kata Selly, ada beberapa hal yang harus diterapkan. Antara lain, membangun kerja sama dan komunikasi yang baik, menciptakan produk berkualitas, serta memahami kebutuhan pasien dalam melakukan treatment dan penggunaan produk. Selain itu, mengikuti perkembangan tren, mempermudah pasien untuk mengakses produk melalui medsos, dan selalu membuat program berhadiah setiap bulan agar pasien tertarik untuk kembali.

”Yang terpenting salat, bermunajat pada Allah, serta mensyukuri segala nikmat-Nya,” pungkas Selly.

- Advertisement -

Tidak ada yang mustahil jika diusahakan dan diimplementasikan. Apalagi selalu didoakan. Magic does happened, keajaiban akan terjadi. Begitulah ucapan Dian Sastro Wardoyo. Hanya butuh waktu dan kesiapan matang Tuhan dapat menyatukan angan dan pencapaian. Begitulah yang dirasakan dr Selly Enia Amelia, dokter umum sekaligus dokter kecantikan.

DOKTER Selly mengawali karirnya dari salah jurusan. Awalnya, dia kuliah di Universitas Negeri Malang dengan jurusan sosiologi industri. Dia sangat menikmati. Apalagi, saat materi kuliahnya bersinggungan dengan kehidupan sosial dan alam yang notabene merupakan hobinya, mengunjungi wisata alam. ”Sosiologi industri enjoy karena dunia alam, tentang alam,” tuturnya.

Selly suka traveling. Jadi, tidak ada bayangan, apalagi berpikir menjadi seorang dokter. Namun, orang tuanya sangat menginginkan dan mendukung dia menjadi tenaga kesehatan. ”Kalau terus-terusan begini, kamu mau jadi apa? Mau hidup di jalan? Kalau jadi dokter, nanti masa depanmu sudah ada dan dokter merupakan pekerjaan yang mulia, bisa membantu sesama,” ujar Selly menirukan ucapan orang tuanya.


Lama-kelamaan ucapan orang tuanya terngiang-ngiang hingga akhirnya Selly memutuskan untuk meninggalkan kuliah jurusan sosiologi industri. Atas arahan dan support keduanya, dia mendaftar kedokteran di Hang Tuah Surabaya, tetapi selalu gagal. Namun, kegagalan itu tak membuatnya patah arang. Dia tetap berupaya mewujudkan keinginan orang tuanya untuk menjadi seorang tenaga medis. Pada 2004, dia masuk S-1 kedokteran di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya dan lulus 2009. Kemudian menuntaskan dokter muda hingga 2012.

Baca Juga :  Menuju Gelaran Karapan Sapi Tingkat Kabupaten

Setelah lulus dari UWK, Selly kursus kecantikan di Paradise Clinic & Parishuda Beauty Care selama dua tahun. Ketika lulus pada 2014, dia melebarkan sayapnya di dunia kecantikan.

Selain menjadi dokter umum, dia membuka klinik kecantikan dan apotek di tanah kelahirannya, Bangkalan Letaknya berdampingan dengan tipe bangunan dua lantai. Lantai bawah untuk pelayanan pasien umum. Sedangkan lantai dua untuk perawatan kecantikan. Klinik tersebut bernama Tri W Skincare, yang merupakan singkatan dari nama ketiga anaknya. Yakni, Wildan, Wardah, dan Wiqa.

Selly melebarkan sayap ke dunia kecantikan atau skincare karena suka dandan. Kemudian, ingin memudahkan masyarakat konsultasi masalah kecantikan. Sebab, dulu di Bangkalan belum ada skincare. Orang-orang harus ke Surabaya untuk konsultasi masalah kulit. Akhirnya, dia berinisiatif membuka home care sendiri.

”Niatnya ingin membantu sesama. Bisa memenuhi kebutuhan seseorang dalam mengatasi masalah kulit,” tuturnya.

Dalam mengarungi usaha, Selly mengalami pasang surut. Hal tersulit adalah menjaga kepercayaan. Bagaimana menjaga konsistensi agar pasien tetap percaya dan nyaman. Hal itu bisa dibuktikan dengan pelayanan prima dan produk berkualitas.

Baca Juga :  Kunjungan Direktur KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI

Hal yang paling menyenangkan baginya yaitu saat pasien berhasil disembuhkan. Misalnya, pasien yang mengalami hiperfegmentasi atau flek hitam. Itu butuh buku waktu yang lumayan lama untuk menyembuhkan dan penanganan menggunakan laser. Tetapi, dengan kepercayaan pasien yang tinggi dan mengikuti anjuran dokter, akhirnya mampu disembuhkan.

Saat pandemi seperti saat ini, kunjungan pasien dibatasi. Harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 5M. ”Kalau dulu orang-orang antre sampai di luar, tapi sekarang sedikit karena pandemi,” ucapnya.

Banyak pencapaian yang menjadi buah dari usaha yang digeluti sejak 2011 hingga sekarang. Selain di Kecamatan Bangkalan, Selly membuka cabang baru di Klampis.

Dalam menjalankan usaha, kata Selly, ada beberapa hal yang harus diterapkan. Antara lain, membangun kerja sama dan komunikasi yang baik, menciptakan produk berkualitas, serta memahami kebutuhan pasien dalam melakukan treatment dan penggunaan produk. Selain itu, mengikuti perkembangan tren, mempermudah pasien untuk mengakses produk melalui medsos, dan selalu membuat program berhadiah setiap bulan agar pasien tertarik untuk kembali.

”Yang terpenting salat, bermunajat pada Allah, serta mensyukuri segala nikmat-Nya,” pungkas Selly.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/