alexametrics
28.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Al-Qur’an dan Kepemimpinan: Antara Tantangan dan Halangan (2-Habis)

Alfian Dharmawan adalah salah seorang santri TMI Al-Amien Prenduan yang masuk pesantren yang mendaftar setelah tidak lulus tes SMP favorit di Bogor. Namun, di pesantren yang terletak di Kecamatan Pragaan, Sumenep, ini dia mampu mengembangkan diri.

 

SEBELUM Alfian Dharmawan resmi menjadi santri di TMI Al-Amien Prenduan, ayahnya pernah berpesan agar setiap hari kalau mampu diharapkan untuk mempunyai hafalan baru dari ayat suci Al-Qur’an. Ayah mengungkapkan harapannya tentang memiliki anak yang hafal Al-Qur’an.

Sekilas memang terbayang agak berat, karena program yang berjalan di TMI pun bisa dikatakan sangat padat. Namun hal tersebut justru menjadi target goal tersendiri bagi Alfian yang harus dicapai selama mondok nanti. Sampai pada akhirnya, berkat keistiqomahan menjalankan nasihat ayahnya Alfian mampu menyelesaikan hafalan 30 juz sebelum lulus dari pondok tersebut.

Selain itu, putra pasangan Eddy Suryadi dan Zakiah Mabruri itu juga aktif bergelut dalam dunia keorganisasian. Telah banyak amanah yang diemban selama menjadi santri. Mulai dari ketua kelompok khusus pengembangan bahasa Arab (FIRTALIA), wakil ketua Retorika Orator Club (ROC), dan wakil ketua dewan pengurus pusat (DPP) organisasi Ikatan Santri TMI (ISMI) periode 2016-2017.

Tak berhenti di situ. Keaktifan di beberapa kelompok ekstrakulikuler yang digeluti juga membuatnya kemudian dipercaya untuk menjadi utusan pondok dalam mengikuti event-event lomba. Dan hasilnya pun bisa dikatakan sangat membanggakan. Ketika duduk di bangku tsaniwiyah (SMP), Alfian pernah mendapatkan juara I lomba pidato bahasa Arab tingkat SMP se-Jawa Timur pada 2013 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ketika di bangku aliyah (SMA) dia juga telah menjuarai beberapa event lomba kebahasaan yang diikuti. Mulai dari juara I lomba debat bahasa Arab tingkat SMA se-Madura pada 2016 dan 2017 di IAIN Pamekasan, Juara I lomba debat bahasa Arab tingkat SMA se-nasional di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo 2016, Juara III lomba debat bahasa Arab tingkat SMA se-nasional di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan 2017, dan juga pernah terpilih sebagai salah satu The Best Speaker dalam lomba debat bahasa Arab se-Asia Tenggara di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) 2018.

Baca Juga :  Pesantren Tangguh Percepat Terbentuknya Herd Immunity

Berbagai torehan prestasi yang dicapai dalam hal akademik dan nonakademik selama nyantri di Madura mengantarkan Alfian sebagai satu-satunya lulusan TMI Al-Amien Prenduan 2017 yang mendapatkan predikat mumtaz (sempurna). Hal ini tentu tidak terlepas dari doa orang tua yang tidak pernah putus, bimbingan, dan arahan para kiai dan guru selama di pondok, serta dukungan dari teman-teman semua.

Mondok di Al-amien juga membuat Alfian tertarik untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Kala itu Timur Tengah menjadi target impian setelah lulus, melihat banyak para kiai dan guru yang pernah belajar di sana. Hal itu kemudian menjadi motivasi bagi dirinya untuk mempersiapkan kemampuan berbahasa arab dan hafalan Al-Qur’an dengan baik.

Setelah lulus dari TMI Al-Amien Prenduan 2017 dan mengabdi di dalamnya selama setahun, dia mencoba mendaftarkan diri mengikuti ujian seleksi beasiswa Timur Tengah untuk tujuan Negara Maroko yang diadakan oleh Kementerian Agama RI. Atas izin Allah dan dengan persiapan yang matang, akhirnya dinyatakan lulus seleksi.

September 2018, dia pun bersama peserta lain yang dinyatakan lulus seleksi berangkat ke Maroko. Dia diterima di Universitas Ibnu Thufail Kenitra dengan jurusan studi Islam. Selama menempuh studi disana, dia pernah menjabat sebagai koordinator humas Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko 2019. Selain itu dipercaya menjadi sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Cabang Istimewa Maroko 2020-2021.

Anak muda asal Desa Kalisuren, Bogor, ini pada 1 Juli 2021 telah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Maroko selama kurang lebih 3 tahun. Belum genap satu bulan dari kelulusannya, pria yang saat ini akan menghadapi ujian tes masuk pascasarjana di Institut Darul Hadis Al-Hasaniyyah Rabat tersebut terpilih sebagai ketua PPI Maroko masa bakti 2021-2022. Dia mengungguli tiga peserta pemilu lain dengan total suara yang didapat 39 suara.

Baca Juga :  Pesantren dan Tadris Kitab Kuning

Selain karena ingin mendedikasikan diri kepada organisasi PPI Maroko, Alfian juga ingin menghilangkan mindset yang menganggap bahwa menghafal Al-Qur’an adalah suatu hambatan atau sesuatu yang dapat dijadikan alasan untuk tidak berkecimpung dengan hal-hal lain di luar itu. Seorang penghafal Al-Qur’an tidak boleh dipahami dengan seseorang yang hanya berkutat di masjid atau tempat-tempat pengajian. Namun penghafal Al-Qur’an juga mampu berkontribusi dalam sektor apapun sesuai dengan bidang yang dikuasai. Maka apapun nanti profesinya, mulai dari tentara, pilot, guru, pedagang, atlet, gubernur, presiden, dan lain-lain. Al-Qur’an adalah pegangannya.

Alfian ingin menunjukan kepada siapapun bahwa penghafal Al-Qur’an itu mempunyai kredibilitas tinggi dan kemampuan mumpuni dalam untuk mengisi sektor-sektor umum yang masih dianggap sesuatu hal yang tabu, terutama dalam hal kepemimpinan.

Alfian tidak pernah lupa menitipkan pesan kepada seluruh generasi yang mengabdikan dirinya untuk Al-Qur’an agar memiliki penguasaan terhadap minimal satu bidang tertentu yang diminati. Dengan begitu akanbanyak nanti bermunculan pejabat Negara yang hafal Al-Qur’an, pebisnis yang hafal Al-Qur’an, olahragawan yang hafal Al-Qur’an, dan sebagainya.

Dalam hal apapun, menghafal Al-Qur’an bukanlah suatu tembok penghalang, melainkan suatu pendorong untuk menyongsong masa depan yang lebih maju dalam segala aspek kehidupan. Sudah seharusnya Al-Qur’an tidak dijadikan sebagai halangan, namun menjadi penuntun dan penerang untuk mengatasi segala tantangan. 

 

ALFIAN DHARMAWAN Ketua terpilih PPI Maroko 2021-2022. Alumnus TMI Al-Amien Prenduan, Sumenep, dan Universitas Ibnu Thufail Kenitra. Kini menempun pendidikan pascasarjana di Institut Darul Hadis Al-Hasaniyyah Rabat, Maroko.

Alfian Dharmawan adalah salah seorang santri TMI Al-Amien Prenduan yang masuk pesantren yang mendaftar setelah tidak lulus tes SMP favorit di Bogor. Namun, di pesantren yang terletak di Kecamatan Pragaan, Sumenep, ini dia mampu mengembangkan diri.

 

SEBELUM Alfian Dharmawan resmi menjadi santri di TMI Al-Amien Prenduan, ayahnya pernah berpesan agar setiap hari kalau mampu diharapkan untuk mempunyai hafalan baru dari ayat suci Al-Qur’an. Ayah mengungkapkan harapannya tentang memiliki anak yang hafal Al-Qur’an.


Sekilas memang terbayang agak berat, karena program yang berjalan di TMI pun bisa dikatakan sangat padat. Namun hal tersebut justru menjadi target goal tersendiri bagi Alfian yang harus dicapai selama mondok nanti. Sampai pada akhirnya, berkat keistiqomahan menjalankan nasihat ayahnya Alfian mampu menyelesaikan hafalan 30 juz sebelum lulus dari pondok tersebut.

Selain itu, putra pasangan Eddy Suryadi dan Zakiah Mabruri itu juga aktif bergelut dalam dunia keorganisasian. Telah banyak amanah yang diemban selama menjadi santri. Mulai dari ketua kelompok khusus pengembangan bahasa Arab (FIRTALIA), wakil ketua Retorika Orator Club (ROC), dan wakil ketua dewan pengurus pusat (DPP) organisasi Ikatan Santri TMI (ISMI) periode 2016-2017.

Tak berhenti di situ. Keaktifan di beberapa kelompok ekstrakulikuler yang digeluti juga membuatnya kemudian dipercaya untuk menjadi utusan pondok dalam mengikuti event-event lomba. Dan hasilnya pun bisa dikatakan sangat membanggakan. Ketika duduk di bangku tsaniwiyah (SMP), Alfian pernah mendapatkan juara I lomba pidato bahasa Arab tingkat SMP se-Jawa Timur pada 2013 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ketika di bangku aliyah (SMA) dia juga telah menjuarai beberapa event lomba kebahasaan yang diikuti. Mulai dari juara I lomba debat bahasa Arab tingkat SMA se-Madura pada 2016 dan 2017 di IAIN Pamekasan, Juara I lomba debat bahasa Arab tingkat SMA se-nasional di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo 2016, Juara III lomba debat bahasa Arab tingkat SMA se-nasional di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan 2017, dan juga pernah terpilih sebagai salah satu The Best Speaker dalam lomba debat bahasa Arab se-Asia Tenggara di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) 2018.

Baca Juga :  Kiprah Ikatan Alumni Santri Pondok Pesantren At Taufiqiyah

Berbagai torehan prestasi yang dicapai dalam hal akademik dan nonakademik selama nyantri di Madura mengantarkan Alfian sebagai satu-satunya lulusan TMI Al-Amien Prenduan 2017 yang mendapatkan predikat mumtaz (sempurna). Hal ini tentu tidak terlepas dari doa orang tua yang tidak pernah putus, bimbingan, dan arahan para kiai dan guru selama di pondok, serta dukungan dari teman-teman semua.

Mondok di Al-amien juga membuat Alfian tertarik untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Kala itu Timur Tengah menjadi target impian setelah lulus, melihat banyak para kiai dan guru yang pernah belajar di sana. Hal itu kemudian menjadi motivasi bagi dirinya untuk mempersiapkan kemampuan berbahasa arab dan hafalan Al-Qur’an dengan baik.

Setelah lulus dari TMI Al-Amien Prenduan 2017 dan mengabdi di dalamnya selama setahun, dia mencoba mendaftarkan diri mengikuti ujian seleksi beasiswa Timur Tengah untuk tujuan Negara Maroko yang diadakan oleh Kementerian Agama RI. Atas izin Allah dan dengan persiapan yang matang, akhirnya dinyatakan lulus seleksi.

September 2018, dia pun bersama peserta lain yang dinyatakan lulus seleksi berangkat ke Maroko. Dia diterima di Universitas Ibnu Thufail Kenitra dengan jurusan studi Islam. Selama menempuh studi disana, dia pernah menjabat sebagai koordinator humas Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko 2019. Selain itu dipercaya menjadi sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Cabang Istimewa Maroko 2020-2021.

Anak muda asal Desa Kalisuren, Bogor, ini pada 1 Juli 2021 telah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Maroko selama kurang lebih 3 tahun. Belum genap satu bulan dari kelulusannya, pria yang saat ini akan menghadapi ujian tes masuk pascasarjana di Institut Darul Hadis Al-Hasaniyyah Rabat tersebut terpilih sebagai ketua PPI Maroko masa bakti 2021-2022. Dia mengungguli tiga peserta pemilu lain dengan total suara yang didapat 39 suara.

Baca Juga :  Perjalanan Harun Al Rasyid dari Pesantren hingga Jadi ”Raja OTT”

Selain karena ingin mendedikasikan diri kepada organisasi PPI Maroko, Alfian juga ingin menghilangkan mindset yang menganggap bahwa menghafal Al-Qur’an adalah suatu hambatan atau sesuatu yang dapat dijadikan alasan untuk tidak berkecimpung dengan hal-hal lain di luar itu. Seorang penghafal Al-Qur’an tidak boleh dipahami dengan seseorang yang hanya berkutat di masjid atau tempat-tempat pengajian. Namun penghafal Al-Qur’an juga mampu berkontribusi dalam sektor apapun sesuai dengan bidang yang dikuasai. Maka apapun nanti profesinya, mulai dari tentara, pilot, guru, pedagang, atlet, gubernur, presiden, dan lain-lain. Al-Qur’an adalah pegangannya.

Alfian ingin menunjukan kepada siapapun bahwa penghafal Al-Qur’an itu mempunyai kredibilitas tinggi dan kemampuan mumpuni dalam untuk mengisi sektor-sektor umum yang masih dianggap sesuatu hal yang tabu, terutama dalam hal kepemimpinan.

Alfian tidak pernah lupa menitipkan pesan kepada seluruh generasi yang mengabdikan dirinya untuk Al-Qur’an agar memiliki penguasaan terhadap minimal satu bidang tertentu yang diminati. Dengan begitu akanbanyak nanti bermunculan pejabat Negara yang hafal Al-Qur’an, pebisnis yang hafal Al-Qur’an, olahragawan yang hafal Al-Qur’an, dan sebagainya.

Dalam hal apapun, menghafal Al-Qur’an bukanlah suatu tembok penghalang, melainkan suatu pendorong untuk menyongsong masa depan yang lebih maju dalam segala aspek kehidupan. Sudah seharusnya Al-Qur’an tidak dijadikan sebagai halangan, namun menjadi penuntun dan penerang untuk mengatasi segala tantangan. 

 

ALFIAN DHARMAWAN Ketua terpilih PPI Maroko 2021-2022. Alumnus TMI Al-Amien Prenduan, Sumenep, dan Universitas Ibnu Thufail Kenitra. Kini menempun pendidikan pascasarjana di Institut Darul Hadis Al-Hasaniyyah Rabat, Maroko.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/