alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Komitmen Tomy Prambana, Kasatreskrim Termuda di Madura

Kasatreskrim Polres Pamekasan kini dijabat AKP Tomy Prambana. Kendati masih belia dan menjadi Kasatreskrim termuda, program yang digagas untuk menekan kasus kriminal bukan kaleng-kaleng.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SATRESKRIM Polres Pamekasan saat ini dipimpin AKP Tomy Prambana. Dia menggantikan AKP Adhi Putranto Utomo yang pindah tugas sebagai Kasatreskrim Polres Pasuruan. AKP Tomy adalah Kasatreskrim termuda di Madura.

Dia menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Pamekasan pada usia 30 tahun. Dia lahir pada 12 Oktober 1990. Usianya akan genap 31 tahun pada Oktober 2021 mendatang. ”Saya menjabat Kasatreskrim Polres Pamekasan sejak Juni,” ucapnya saat ditemui di ruangannya Selasa siang (27/7).

Serah terima jabatan (sertijab) AKP Tomy dan AKP Adhi dilaksanakan pada Jumat lalu (18/6). ”Sebelum menjabat Kasatreskrim, saya Kapolsek Galis, Polres Bangkalan,” sambung pria yang sudah memiliki dua anak itu.

Baca Juga :  Ambil Paksa Jenazah Bisa Dipidana

Dia mengaku tidak punya banyak pengalaman bertugas di Madura. Tugas pertamanya di Madura menjadi Kapolsek Galis, Bangkalan. ”Kurang lebih satu tahun empat bulan saya jabat Kapolsek,” ungkapnya.

Awal menjabat sebagai Kapolsek, pangkatnya masih inspektur polisi satu (Iptu). Kemudian saat masih menjabat Kapolsek, pangkatnya menjadi ajun komisaris polisi (AKP). ”Pengalaman di reskrim bukan kali pertama, sebelumnya saya pernah di unit reskrim polsek dan polres,” terang pria yang pernah berdinas di Jogjakarta itu.

Tomy menerangkan, informasi pertama yang diterima ketika bertugas di Pulau Garam adalah perihal watak orang Madura keras. ”Banyak yang mengatakan watak orang Madura keras, namun setelah saya menjalani ternyata tidak demikian,” terangnya.

Baca Juga :  Bendera Setengah Tiang untuk Achmad Budi Cahyanto

Dia mengatakan, watak orang Madura tidak sekeras yang dikatakan informannya. ”Ternyata, gak seperti itu, watak orang Madura tidak keras. Orang Madura mudah berbaur, suka berkomunikasi. Apa-apa itu bergantung bagaimana cara kita merajut komunikasi,” jelasnya.

Saat memimpin Satreskrim Polres Pamekasan, Tomy mengaku memegang prinsip pokok. Yakni, bekerja bersama dan sama-sama bekerja. Baik di internal satreskrim maupun dengan criminal justice system (CJS). ”Dan komitmen saya ini tiga C,” terangnya.

Tiga C dimaksud adalah curat, curas dan curanmor. Dia mengatakan sudah meningkatkan Kring Serse. ”Jadi, anggota polsek maupun satreskrim akan ditempatkan di wilayah-wilayah rawan yang berpotensi terjadinya kasus tiga C tersebut,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Kasatreskrim Polres Pamekasan kini dijabat AKP Tomy Prambana. Kendati masih belia dan menjadi Kasatreskrim termuda, program yang digagas untuk menekan kasus kriminal bukan kaleng-kaleng.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SATRESKRIM Polres Pamekasan saat ini dipimpin AKP Tomy Prambana. Dia menggantikan AKP Adhi Putranto Utomo yang pindah tugas sebagai Kasatreskrim Polres Pasuruan. AKP Tomy adalah Kasatreskrim termuda di Madura.


Dia menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Pamekasan pada usia 30 tahun. Dia lahir pada 12 Oktober 1990. Usianya akan genap 31 tahun pada Oktober 2021 mendatang. ”Saya menjabat Kasatreskrim Polres Pamekasan sejak Juni,” ucapnya saat ditemui di ruangannya Selasa siang (27/7).

Serah terima jabatan (sertijab) AKP Tomy dan AKP Adhi dilaksanakan pada Jumat lalu (18/6). ”Sebelum menjabat Kasatreskrim, saya Kapolsek Galis, Polres Bangkalan,” sambung pria yang sudah memiliki dua anak itu.

Baca Juga :  Ambil Paksa Jenazah Bisa Dipidana

Dia mengaku tidak punya banyak pengalaman bertugas di Madura. Tugas pertamanya di Madura menjadi Kapolsek Galis, Bangkalan. ”Kurang lebih satu tahun empat bulan saya jabat Kapolsek,” ungkapnya.

Awal menjabat sebagai Kapolsek, pangkatnya masih inspektur polisi satu (Iptu). Kemudian saat masih menjabat Kapolsek, pangkatnya menjadi ajun komisaris polisi (AKP). ”Pengalaman di reskrim bukan kali pertama, sebelumnya saya pernah di unit reskrim polsek dan polres,” terang pria yang pernah berdinas di Jogjakarta itu.

Tomy menerangkan, informasi pertama yang diterima ketika bertugas di Pulau Garam adalah perihal watak orang Madura keras. ”Banyak yang mengatakan watak orang Madura keras, namun setelah saya menjalani ternyata tidak demikian,” terangnya.

Baca Juga :  Dua Bocah Tewas Tenggelam di Waduk

Dia mengatakan, watak orang Madura tidak sekeras yang dikatakan informannya. ”Ternyata, gak seperti itu, watak orang Madura tidak keras. Orang Madura mudah berbaur, suka berkomunikasi. Apa-apa itu bergantung bagaimana cara kita merajut komunikasi,” jelasnya.

Saat memimpin Satreskrim Polres Pamekasan, Tomy mengaku memegang prinsip pokok. Yakni, bekerja bersama dan sama-sama bekerja. Baik di internal satreskrim maupun dengan criminal justice system (CJS). ”Dan komitmen saya ini tiga C,” terangnya.

Tiga C dimaksud adalah curat, curas dan curanmor. Dia mengatakan sudah meningkatkan Kring Serse. ”Jadi, anggota polsek maupun satreskrim akan ditempatkan di wilayah-wilayah rawan yang berpotensi terjadinya kasus tiga C tersebut,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/