alexametrics
21.1 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Mahasiswa IDIA Prenduan, Peraih Juara Bahasa Asing Tingkat Nasional

Nama besar bukan jaminan meraih prestasi. Mahasiswa Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan membuktikannya. Meski berasal dari kampus kecil di ujung barat Sumenep, Madura, mereka bisa bersaing dengan mahasiswa kampus ternama. PONDOK Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan dikenal sebagai pencetak santri yang andal di bidang bahasa Arab dan Inggris. Maklum, dua bahasa asing itu sudah menjadi makanan sehari-hari santri. Tak jarang meraih prestasi dalam kompetisi bergengsi. Baik tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.Tidak hanya Ponpes Al-Amien, lembaga pendidikan di bawah naungannya juga banyak mengukir prestasi gemilang di bidang bahas asing. Salah satunya IDIA Prenduan. Minggu (21/9) lalu, empta tim delegasi IDIA Prenduan menjadi juara dalam kompetisi tingkat nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta. Pada kategori debat bahasa Arab putra, IDIA meraih dua gelar sekaligus. Tim pertama yang beranggotakan Firdaus Ulul Absor, Ach. Readi, dan Pajar Amirul Muti menjadi juara dua untuk kategori putra. Sementara kategori putri yang diwakili Mila Octa, Situ Sofa, dan Siti Maimunah menjadi juara tiga.Sedangkan juara 2 esai bahasa Arab berhasil dibawa pulang Fuad Salim. Lalu, Amin Abdurrahman menjadi juara 3 dalam lomba baca puisi bahasa Arab. Prestasi gemilang itu semuanya disumbangkan oleh mahasiswa baru (maba). Jawa Pos Radar Madura berkesempatan berbincang Firdaus Ulul Absor, Ach. Readi, Pajar Amirul Muti, Fuad Salim, dan Amin Abdurrahman, Kamis (26/9).Firdaus mengungkapkan tema utama dalam lomba debat tersebut soal politik dan sosial. Ada 22 kisi-kisi yang diberikan panitia. Namun, dipangkas menjadi 14. Timnya mempersiapkan dengan baik. Salah satunya dengan memperbanyak membaca referensi berkaitan dengan tema yang akan diperlombakan. Meski dirinya dan temannya merupakan mahasiswa baru, pihaknya tidak pernah patah semangat. Sebab, timnya mendapat didikan khusus dari senior-seniornya yang masih ada di Ponpes Al-Amien Prenduan. Referensi yang digunakan dalam mengembangkan wawasan membaca literasi ilmiah. Seperti, jurnal, artikel, buku, serta data-data statistik yang dapat memperkuat argumen saat lomba. Terdapat 14 perguruan tinggi yang mengikuti kompetisi tersebut. Termasuk, tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Meski peserta lainnya dari berbagai kampus ternama di Indonesia, timnya tidak sedikit pun gentar. Bahkan timnya semakin termotivasi untuk menjadi juara. Apalagi, IDIA Prenduan memiliki catatan manis dalam setiap lomba bergengsi tingkat nasional. Yakni, selalu meraih juara setiap mengikuti lomba di bidang bahasa asing. ”Jiwa juara dan pemenang yang kami miliki diwarisi kakak-kakak kami,” ucap Firdaus.Ada dua kontestan yang menjadi perhatian timnya. Yakni, UIN Malik Ibrahim Malang dan tuan rumah alias UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Sebab, utusan UIN Malik Ibrahim Malang kerap menyulitkan delegasi dari IDIA pada kompetisi sebelumnya.UIN Sunan Kalijaga juga diwaspadai karena berstatus sebagai tuan rumah. Pajar Amirul Muti menambahkan, selain sebagai tuan rumah yang menjadi mentor dari utusan UIN Sunan Kalijaga, juga alumnus dari Al-Amien sendiri. ”Mereka (UIN Sunan Kalijaga) gugur duluan,” kenangnya.Di babak final timnya berhadapan dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Salah satu peserta di tim UAI adalah mahasiswa yang lama tinggal di timur tengah dan memiliki kemampuan berbahasa Arab yang sangat luar biasa. ”Kami memiliki keinginan untuk bisa melebihi prestasi kakak kami,” tambah Ach. Readi.Peraih juara 2 esai bahasa Arab Fuad Salim mengatakan hal yang sama. Prestasi tersebut tidak lepas dari peran Ponpes Al-Amien. Pengetahuan bahasa Arab atas didikan dan sistem yang diterapkan di pondok modern tersebut.Sementara itu, juara tiga puisi bahas Arab Amin Abdurrahman menyampaikan dirinya sering mengikuti perlombaan puisi dari tingkat kabupaten sampai nasional. Namun, hasilnya selalu nihil. Dia mengaku bersyukur bisa memberikan gelar juara untuk kampus tercinta itu.Dosen IDIA yang mendampingi lima mahasiwanya saat bertemu dengan JPRM, Nor Holis, menyampaikan, sangat mengapresisi prestasi yang diraih mahasiswanya. Civitas dan academica IDIA Prenduan akan memberikan reward bagi mahasiswa berpretasi itu.

Baca Juga :  Ikatan Alumni dan Santri (Ikastri) Ponpes Taman Sari Palengaan Laok

 

- Advertisement -

Nama besar bukan jaminan meraih prestasi. Mahasiswa Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan membuktikannya. Meski berasal dari kampus kecil di ujung barat Sumenep, Madura, mereka bisa bersaing dengan mahasiswa kampus ternama. PONDOK Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan dikenal sebagai pencetak santri yang andal di bidang bahasa Arab dan Inggris. Maklum, dua bahasa asing itu sudah menjadi makanan sehari-hari santri. Tak jarang meraih prestasi dalam kompetisi bergengsi. Baik tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.Tidak hanya Ponpes Al-Amien, lembaga pendidikan di bawah naungannya juga banyak mengukir prestasi gemilang di bidang bahas asing. Salah satunya IDIA Prenduan. Minggu (21/9) lalu, empta tim delegasi IDIA Prenduan menjadi juara dalam kompetisi tingkat nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta. Pada kategori debat bahasa Arab putra, IDIA meraih dua gelar sekaligus. Tim pertama yang beranggotakan Firdaus Ulul Absor, Ach. Readi, dan Pajar Amirul Muti menjadi juara dua untuk kategori putra. Sementara kategori putri yang diwakili Mila Octa, Situ Sofa, dan Siti Maimunah menjadi juara tiga.Sedangkan juara 2 esai bahasa Arab berhasil dibawa pulang Fuad Salim. Lalu, Amin Abdurrahman menjadi juara 3 dalam lomba baca puisi bahasa Arab. Prestasi gemilang itu semuanya disumbangkan oleh mahasiswa baru (maba). Jawa Pos Radar Madura berkesempatan berbincang Firdaus Ulul Absor, Ach. Readi, Pajar Amirul Muti, Fuad Salim, dan Amin Abdurrahman, Kamis (26/9).Firdaus mengungkapkan tema utama dalam lomba debat tersebut soal politik dan sosial. Ada 22 kisi-kisi yang diberikan panitia. Namun, dipangkas menjadi 14. Timnya mempersiapkan dengan baik. Salah satunya dengan memperbanyak membaca referensi berkaitan dengan tema yang akan diperlombakan. Meski dirinya dan temannya merupakan mahasiswa baru, pihaknya tidak pernah patah semangat. Sebab, timnya mendapat didikan khusus dari senior-seniornya yang masih ada di Ponpes Al-Amien Prenduan. Referensi yang digunakan dalam mengembangkan wawasan membaca literasi ilmiah. Seperti, jurnal, artikel, buku, serta data-data statistik yang dapat memperkuat argumen saat lomba. Terdapat 14 perguruan tinggi yang mengikuti kompetisi tersebut. Termasuk, tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Meski peserta lainnya dari berbagai kampus ternama di Indonesia, timnya tidak sedikit pun gentar. Bahkan timnya semakin termotivasi untuk menjadi juara. Apalagi, IDIA Prenduan memiliki catatan manis dalam setiap lomba bergengsi tingkat nasional. Yakni, selalu meraih juara setiap mengikuti lomba di bidang bahasa asing. ”Jiwa juara dan pemenang yang kami miliki diwarisi kakak-kakak kami,” ucap Firdaus.Ada dua kontestan yang menjadi perhatian timnya. Yakni, UIN Malik Ibrahim Malang dan tuan rumah alias UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Sebab, utusan UIN Malik Ibrahim Malang kerap menyulitkan delegasi dari IDIA pada kompetisi sebelumnya.UIN Sunan Kalijaga juga diwaspadai karena berstatus sebagai tuan rumah. Pajar Amirul Muti menambahkan, selain sebagai tuan rumah yang menjadi mentor dari utusan UIN Sunan Kalijaga, juga alumnus dari Al-Amien sendiri. ”Mereka (UIN Sunan Kalijaga) gugur duluan,” kenangnya.Di babak final timnya berhadapan dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Salah satu peserta di tim UAI adalah mahasiswa yang lama tinggal di timur tengah dan memiliki kemampuan berbahasa Arab yang sangat luar biasa. ”Kami memiliki keinginan untuk bisa melebihi prestasi kakak kami,” tambah Ach. Readi.Peraih juara 2 esai bahasa Arab Fuad Salim mengatakan hal yang sama. Prestasi tersebut tidak lepas dari peran Ponpes Al-Amien. Pengetahuan bahasa Arab atas didikan dan sistem yang diterapkan di pondok modern tersebut.Sementara itu, juara tiga puisi bahas Arab Amin Abdurrahman menyampaikan dirinya sering mengikuti perlombaan puisi dari tingkat kabupaten sampai nasional. Namun, hasilnya selalu nihil. Dia mengaku bersyukur bisa memberikan gelar juara untuk kampus tercinta itu.Dosen IDIA yang mendampingi lima mahasiwanya saat bertemu dengan JPRM, Nor Holis, menyampaikan, sangat mengapresisi prestasi yang diraih mahasiswanya. Civitas dan academica IDIA Prenduan akan memberikan reward bagi mahasiswa berpretasi itu.

Baca Juga :  Ikatan Alumni dan Santri (Ikastri) Ponpes Taman Sari Palengaan Laok

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/