alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Mengikuti Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-55

Pengawasan ketat bukan jaminan lapas bebas pelanggaran. Masih ditemukan warga binaan membawa barang terlarang. Seperti telepon seluler (ponsel).

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

PETINGGI Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan ”bermain api” kemarin (27/4). Drum besi kosong disiapkan. Bambu yang diberi kain di ujungnya berjejer di sekitar drum. Jeriken berisi bahan bakar minyak siap dituangkan.

Sementara di meja berukuran panjang, menumpuk ratusan telepon genggam lengkap dengan pengisi daya. Telepon genggam itu hasil sitaan di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan. Sebanyak 225 ponsel berhasil diamankan petugas. Barang-barang tersebut hasil razia September 2018 hingga April 2019.

Satu per satu bambu dituangkan bahan bakar. Telepon genggam dimasukkan dalam drum. Secara bergantian, bambu yang berada di tangan petinggi lapas dibakar. Lalu, bersamaan api yang berkobar dimasukkan ke dalam drum.

Teriak sipir muncul bersamaan dengan letupan baterai ponsel. Keriuhan ”pesta” semakin menjadi. Gemuruh tepuk tangan menutup ”pesta” di bawah terik matahari itu. Musik dangdut mengantarkan langkah bubar pegawai yang hadir.

Baca Juga :  Upaya Lapas Kelas II-A Pamekasan Memasyarakatkan Narapidana

Pemusnahan ponsel tersebut dilakukan setelah petinggi lembaga pemasyarakatan dan sipir menggelar upacara peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-55 Tahun 2019. Seremonial upacara berlangsung khidmat. Kegiatan ditutup dengan bersalam-salaman.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Hernowo Sugiastanto mengatakan, razia dilakukan secara berkala setiap bulan. Barang-barang terlarang seperti telepon genggam dan narkoba menjadi target operasi.

Sesuai ketentuan, lapas harus bebas dari barang-barang tersebut. Namun, masih ditemukan ratusan handphone (HP) dan charger. Jika ditemukan pemiliknya, dikenakan sanksi administrasi.

Sanksi tersebut bisa berpengaruh terhadap pengusulan remisi dan hak napi lainnya. Jika ditemukan petugas yang menyelundupkan telepon genggam, sanksi juga dijatuhkan. ”Ada petugas yang juga disanksi,” katanya.

Razia terus dilakukan agar lapas benar-benar bebas dari barang terlarang. Bahkan, jika ada informasi adanya barang terlarang itu, petugas langsung menindaklanjuti.

Pemusnahan HP beranjak ke Lapas Kelas II-A Pamekasan. Razia yang dimulai Februari lalu berhasil menjaring 333 telepon genggam. Alat komunikasi itu dimusnahkan juga dengan cara dibakar.

Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi mengatakan, razia dilakukan secara rutin. Narkoba dan barang terlarang lainnya disisir secara optimal agar hotel prodeo itu benar-benar bersih.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Kepala Lapas Upayakan Seribu Warga Binaan Bisa Nyoblos

Napi atau tahanan yang ditemukan membawa HP dijatuhi sanksi administrasi. Kemudian, juga berpengaruh pada proses permohonan keringanan hukuman. ”Pasti ditindak tegas sesuai ketentuan,” katanya.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada napi yang ditemukan membawa narkoba. Akibat perbuatannya, napi tersebut kembali berurusan dengan hukum meski hukuman yang dijalani belum tuntas.

Hanafi mengatakan, pengawasan sangat ketat. Tetapi, masih ada saja warga yang berhasil menyelundupkan HP. Cara penyelundupan barang terlarang itu beragam. Bahkan, kadang tidak lazim.

Terbukti, beberapa waktu lalu, ada keluarga warga binaan yang membawa menyimpan telepon genggam di dalam pembalut. Beruntung, aksi tersebut terbaca dan diketahui petugas. ”Dari gerak-geriknya mencurigakan, makanya kami periksa dengan ketat,” katanya.

Hanafi berharap, masyarakat mengikuti prosedur yang berlaku. HP tidak boleh dibawa ke dalam lapas. Jika memaksa, warga binaan akan mendapat sanksi yang justru merugikan bagi dirinya.

- Advertisement -

Pengawasan ketat bukan jaminan lapas bebas pelanggaran. Masih ditemukan warga binaan membawa barang terlarang. Seperti telepon seluler (ponsel).

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

PETINGGI Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan ”bermain api” kemarin (27/4). Drum besi kosong disiapkan. Bambu yang diberi kain di ujungnya berjejer di sekitar drum. Jeriken berisi bahan bakar minyak siap dituangkan.


Sementara di meja berukuran panjang, menumpuk ratusan telepon genggam lengkap dengan pengisi daya. Telepon genggam itu hasil sitaan di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan. Sebanyak 225 ponsel berhasil diamankan petugas. Barang-barang tersebut hasil razia September 2018 hingga April 2019.

Satu per satu bambu dituangkan bahan bakar. Telepon genggam dimasukkan dalam drum. Secara bergantian, bambu yang berada di tangan petinggi lapas dibakar. Lalu, bersamaan api yang berkobar dimasukkan ke dalam drum.

Teriak sipir muncul bersamaan dengan letupan baterai ponsel. Keriuhan ”pesta” semakin menjadi. Gemuruh tepuk tangan menutup ”pesta” di bawah terik matahari itu. Musik dangdut mengantarkan langkah bubar pegawai yang hadir.

Baca Juga :  Motivasi Lapas Kelas II-A Pamekasan Belajar Menembak

Pemusnahan ponsel tersebut dilakukan setelah petinggi lembaga pemasyarakatan dan sipir menggelar upacara peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-55 Tahun 2019. Seremonial upacara berlangsung khidmat. Kegiatan ditutup dengan bersalam-salaman.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Hernowo Sugiastanto mengatakan, razia dilakukan secara berkala setiap bulan. Barang-barang terlarang seperti telepon genggam dan narkoba menjadi target operasi.

Sesuai ketentuan, lapas harus bebas dari barang-barang tersebut. Namun, masih ditemukan ratusan handphone (HP) dan charger. Jika ditemukan pemiliknya, dikenakan sanksi administrasi.

Sanksi tersebut bisa berpengaruh terhadap pengusulan remisi dan hak napi lainnya. Jika ditemukan petugas yang menyelundupkan telepon genggam, sanksi juga dijatuhkan. ”Ada petugas yang juga disanksi,” katanya.

Razia terus dilakukan agar lapas benar-benar bebas dari barang terlarang. Bahkan, jika ada informasi adanya barang terlarang itu, petugas langsung menindaklanjuti.

Pemusnahan HP beranjak ke Lapas Kelas II-A Pamekasan. Razia yang dimulai Februari lalu berhasil menjaring 333 telepon genggam. Alat komunikasi itu dimusnahkan juga dengan cara dibakar.

Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi mengatakan, razia dilakukan secara rutin. Narkoba dan barang terlarang lainnya disisir secara optimal agar hotel prodeo itu benar-benar bersih.

Baca Juga :  Lapas-Rutan Pulangkan 286 Napi

Napi atau tahanan yang ditemukan membawa HP dijatuhi sanksi administrasi. Kemudian, juga berpengaruh pada proses permohonan keringanan hukuman. ”Pasti ditindak tegas sesuai ketentuan,” katanya.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada napi yang ditemukan membawa narkoba. Akibat perbuatannya, napi tersebut kembali berurusan dengan hukum meski hukuman yang dijalani belum tuntas.

Hanafi mengatakan, pengawasan sangat ketat. Tetapi, masih ada saja warga yang berhasil menyelundupkan HP. Cara penyelundupan barang terlarang itu beragam. Bahkan, kadang tidak lazim.

Terbukti, beberapa waktu lalu, ada keluarga warga binaan yang membawa menyimpan telepon genggam di dalam pembalut. Beruntung, aksi tersebut terbaca dan diketahui petugas. ”Dari gerak-geriknya mencurigakan, makanya kami periksa dengan ketat,” katanya.

Hanafi berharap, masyarakat mengikuti prosedur yang berlaku. HP tidak boleh dibawa ke dalam lapas. Jika memaksa, warga binaan akan mendapat sanksi yang justru merugikan bagi dirinya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/