alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Mengenal Sosok Bupati Sampang Terpilih H Slamet Junaidi

Haji Slamet Junaidi atau akrab disapa Haji Idi merupakan putra daerah Sampang. Bupati terpilih itu kembali ke kampung ingin membangun Kota Bahari dengan niat ibadah.

DARUL HAKIM, Sampang

NAMA Slamet Junaidi menjadi perbincangan hangat ketika masa pencalonan bupati dan wakil bupati Sampang pada 2017. Ketika pendaftaran, namanya terus menggaung. Lebih-lebih ketika didampingi H Abdullah Hidayat dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

Haji Idi merupakan putra pasangan suami istri (pasutri) H Hasan Basri dan Hj Jubaedah. Dia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Ibu berasal dari Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung. Sementara sang ayah berasal dari Kampung Kasenih, Kelurahan Karang Dalam, Sampang.

Haji Idi kecil sudah ditinggal oleh bapaknya. Perekonomian keluarga pada saat itu terpuruk. Keluarganya memiliki tanggungan ke salah satu bank sebesar Rp 75 juta. Setiap bulan diminta mencicil Rp 500 ribu. Karena tidak mampu mencicil, akhirnya mengajukan keringanan setiap tahun Rp 500 ribu.

Tepatnya pada 1988 dia mengadu nasib ke Jakarta. Sedangkan ibu merantau ke Arab Saudi. ”Sejak tahun 1991, kami menetap di Bogor,” ucapnya.

Pada 1994 Haji Idi menikahi pujaan hatinya, Hj Mimin Haryati. Lalu pada 1996 mulai merintis usaha kecil-kecilan. Usaha besi tua itu masih berjalan sampai sekarang. Pada 1996 Haji Idi menjadi Ketua Paguyuban Madura di Bogor.

Baca Juga :  Tahun Pertama Masa-Masa Sulit

Lalu, pada 2013 masuk partai. ”Padahal saya benci sama partai. Tapi saya melihat Partai Nasdem adalah partai perubahan. Saya meyakini itu,” tegasnya.

Akhir 2013 mencoba mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI. Pada pemilu 2014 akhirnya terpilih dan dilantik pada 1 Oktober 2014. Pria yang dikaruniai empat buah hati itu memiliki suara terbanyak nomor 2 nasional dari Partai Nasdem.

Saat menjabat wakil rakyat di DPR RI, Haji Idi banyak tahu fungsi legislatif. Ditambah pengetahuan saat kunjungan ke daerah dan ke luar negeri. Dari kunjungan tersebut, banyak menjumpai orang Madura di negara lain. Bukan menjadi TKI, melainkan menjadi pejabat.

”Saya kunjungan ke Denmark. Dijemput oleh duta besar. Kami dijamu, setelah banyak mengobrol ternyata orang Madura. Dari Sumenep. Di kesempatan lain, kami ke Swedia. Berjumpa dengan orang Pamekasan,” ceritanya. ”Artinya orang Madura tidak terlalu bodoh,” imbuhnya lantas tertawa.

Pada kesempatan lain, ketika kunjungan ke Rusia juga berjumpa orang Madura dari Pamekasan. Di Rusia, banyak mahasiswa yang dikirim untuk belajar tentang kereta api. Ternyata, yang menjadi ahli juga orang Madura. ”Makanya, ketika saya pulang ke Sampang, selain niat ibadah, keinginan untuk memajukan Sampang yang menjadi prioritas,” tegasnya.

Baca Juga :  Slamet Junaidi - Abdullah Hidayat Pemimpin Visioner

Awalnya Haji Idi tidak tertarik menjadi bupati Sampang. Namun, sebagai putra daerah dia melihat dari kejauhan kondisi Sampang memprihatinkan. Jika dibiarkan, tidak akan pernah maju. Tetap menjadi daerah tertinggal. Maka dari itu, dia berkomitmen kepada dirinya sendiri untuk kemajuan daerah.

”Kami akan korbankan harta kami, tenaga kami, pikiran kami untuk membangun Sampang. Artinya, ini bentuk kepedulian kami sebagai putra daerah. Saya pulang hanya satu tujuan, niat ibadah membangun Sampang,” tegasnya saat ditemui  RadarMadura.id pada Selasa malam (22/1).

Haji Idi memiliki keinginan keras supaya Sampang ada perubahan. Untuk mewujudkan perubahan, ada niat tulus akan dijadikan niat ibadah. ”Alhamdulillah kami terpilih. Meskipun ada tahapan panjang. Termasuk adanya PSU,” urainya.

Dia berharap, perjuangan berat dan pengorbanan menjadi bekal memimpin Sampang ke depan secara profesional. Orientasinya bukan masalah keuangan. Pihaknya tidak mencari kekayaan menjadi bupati. Bahkan, sekalipun ”modal” tidak kembali tidak ada masalah. Karena murni niat ibadah.

”Mudah-mudahan semua masyarakat ikut mengawal program kami. Tentunya, harapan kami adalah bagaimana bersinergi, bekerja sama dengan semua elemen masyarakat, OPD, dan yang lainnya,” harap Haji Idi.

Haji Slamet Junaidi atau akrab disapa Haji Idi merupakan putra daerah Sampang. Bupati terpilih itu kembali ke kampung ingin membangun Kota Bahari dengan niat ibadah.

DARUL HAKIM, Sampang

NAMA Slamet Junaidi menjadi perbincangan hangat ketika masa pencalonan bupati dan wakil bupati Sampang pada 2017. Ketika pendaftaran, namanya terus menggaung. Lebih-lebih ketika didampingi H Abdullah Hidayat dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.


Haji Idi merupakan putra pasangan suami istri (pasutri) H Hasan Basri dan Hj Jubaedah. Dia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Ibu berasal dari Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung. Sementara sang ayah berasal dari Kampung Kasenih, Kelurahan Karang Dalam, Sampang.

Haji Idi kecil sudah ditinggal oleh bapaknya. Perekonomian keluarga pada saat itu terpuruk. Keluarganya memiliki tanggungan ke salah satu bank sebesar Rp 75 juta. Setiap bulan diminta mencicil Rp 500 ribu. Karena tidak mampu mencicil, akhirnya mengajukan keringanan setiap tahun Rp 500 ribu.

Tepatnya pada 1988 dia mengadu nasib ke Jakarta. Sedangkan ibu merantau ke Arab Saudi. ”Sejak tahun 1991, kami menetap di Bogor,” ucapnya.

Pada 1994 Haji Idi menikahi pujaan hatinya, Hj Mimin Haryati. Lalu pada 1996 mulai merintis usaha kecil-kecilan. Usaha besi tua itu masih berjalan sampai sekarang. Pada 1996 Haji Idi menjadi Ketua Paguyuban Madura di Bogor.

Baca Juga :  Kegelisahan Para Pelestari Manuskrip Naskah Kuno
- Advertisement -

Lalu, pada 2013 masuk partai. ”Padahal saya benci sama partai. Tapi saya melihat Partai Nasdem adalah partai perubahan. Saya meyakini itu,” tegasnya.

Akhir 2013 mencoba mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI. Pada pemilu 2014 akhirnya terpilih dan dilantik pada 1 Oktober 2014. Pria yang dikaruniai empat buah hati itu memiliki suara terbanyak nomor 2 nasional dari Partai Nasdem.

Saat menjabat wakil rakyat di DPR RI, Haji Idi banyak tahu fungsi legislatif. Ditambah pengetahuan saat kunjungan ke daerah dan ke luar negeri. Dari kunjungan tersebut, banyak menjumpai orang Madura di negara lain. Bukan menjadi TKI, melainkan menjadi pejabat.

”Saya kunjungan ke Denmark. Dijemput oleh duta besar. Kami dijamu, setelah banyak mengobrol ternyata orang Madura. Dari Sumenep. Di kesempatan lain, kami ke Swedia. Berjumpa dengan orang Pamekasan,” ceritanya. ”Artinya orang Madura tidak terlalu bodoh,” imbuhnya lantas tertawa.

Pada kesempatan lain, ketika kunjungan ke Rusia juga berjumpa orang Madura dari Pamekasan. Di Rusia, banyak mahasiswa yang dikirim untuk belajar tentang kereta api. Ternyata, yang menjadi ahli juga orang Madura. ”Makanya, ketika saya pulang ke Sampang, selain niat ibadah, keinginan untuk memajukan Sampang yang menjadi prioritas,” tegasnya.

Baca Juga :  PKS Kawal Bupati Slamet Junaidi dan Wabup Abdullah Hidayat

Awalnya Haji Idi tidak tertarik menjadi bupati Sampang. Namun, sebagai putra daerah dia melihat dari kejauhan kondisi Sampang memprihatinkan. Jika dibiarkan, tidak akan pernah maju. Tetap menjadi daerah tertinggal. Maka dari itu, dia berkomitmen kepada dirinya sendiri untuk kemajuan daerah.

”Kami akan korbankan harta kami, tenaga kami, pikiran kami untuk membangun Sampang. Artinya, ini bentuk kepedulian kami sebagai putra daerah. Saya pulang hanya satu tujuan, niat ibadah membangun Sampang,” tegasnya saat ditemui  RadarMadura.id pada Selasa malam (22/1).

Haji Idi memiliki keinginan keras supaya Sampang ada perubahan. Untuk mewujudkan perubahan, ada niat tulus akan dijadikan niat ibadah. ”Alhamdulillah kami terpilih. Meskipun ada tahapan panjang. Termasuk adanya PSU,” urainya.

Dia berharap, perjuangan berat dan pengorbanan menjadi bekal memimpin Sampang ke depan secara profesional. Orientasinya bukan masalah keuangan. Pihaknya tidak mencari kekayaan menjadi bupati. Bahkan, sekalipun ”modal” tidak kembali tidak ada masalah. Karena murni niat ibadah.

”Mudah-mudahan semua masyarakat ikut mengawal program kami. Tentunya, harapan kami adalah bagaimana bersinergi, bekerja sama dengan semua elemen masyarakat, OPD, dan yang lainnya,” harap Haji Idi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/