alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Mengenal Bahaya Sampah Plastik demi Kemajuan Pendidikan

BANGKALAN – Prestasi tidak hanya bisa diraih penghuni kota. Mereka yang tinggal dan bertugas di pelosok desa juga punya kesempatan sama. Muhaimin, guru sekolah dasar (SD) wilayah pantai utara (pantura) ini buktinya.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan salah satu pendidik di Madura. Dr. Muhaimin, M.Pd. yang mengabdi di SDN Aengtabar 1, Tanjungbumi, Bangkalan, menjadi yang terbaik dan dinobatkan sebagai Juara 1 Diseminasi Literasi Nasional Guru Dikdas Berprestasi 2017.

Prestasi ini sangat membanggakan. Sebab, raihan tersebut merupakan kompetisi literasi untuk para juara di berbagai ajang lomba guru berprestasi yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

Ajang tersebut diikuti 200 guru pendidikan sekolah dasar (dikdas) dengan kuota 140 untuk guru berprestasi. Kemudian 60 guru dari kuota umum yang lolos seleksi literasi, baik fiksi maupun nonfiksi.

Acara di Aston Priority Simatupang Hotel and Conference Center, Jakarta, pada 17–20 Oktober 2017 diselenggarakan Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan  Guru  Pendidikan  Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga  Kependidikan. Kegiatan ini diawali pameran buku dan karya pendukung peserta.

Kemudian dilanjutkan dengan presentasi buku yang dihasilkan. Selama tiga hari, seluruh peserta memaparkan karya literasi terbaiknya. Sebelum itu, peserta dibekali workshop literasi di Batam, Jogjakarta, dan Surabaya, pada Juni-Juli 2017.

Baca Juga :  Muhammad Subaidi, Atlet Peraih Emas Cabor Kickboxing

Dalam diseminasi ini, Muhaimin memaparkan buku nonfiksi untuk bahan pengayaan literasi sains dengan judul Mengenal Bahaya Sampah Plastik. Buku tersebut membahas sampah plastik secara komprehensif. Terkait keunggulan bahan plastik, manfaat plastik dalam kehidupan sehari-hari, bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan serta 3R (reuse, reduce, dan recycle) sampah plastik.

Menurut Muhaimin, apresiasi khusus dewan juri terhadap buku ini adalah adanya pertanyaan-pertanyaan pemantik dalam setiap bahasan. Pertanyaan ini dengan model keterampilan berpikir dan memicu siswa untuk kritis. Buku ini dilengkapi dengan pengembangan keterampilan decision making dan problem solving.

Mengenal Bahaya Sampah Plastik juga dilengkapi gambar yang dapat menarik pembaca sesuai bahan buku pengayaan sains. Setelah didukung presentasi meyakinkan, juri memutuskan buku Muhaimin menjadi yang terbaik dalam diseminasi literasi nasional guru dikdas berprestasi 2017.

Prestasi membanggakan tidak hanya sekali ini diukir Muhaimin. Sebelumnya, buku Mengenal Kecerdasan Ruang dalam Arsitektur Rumah Adat Indonesia karyanya terpilih sebagai pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dalam rangkaian Gerakan Literasi Nasional 2017.

Baca Juga :  Anugerah Guru Favorit Pacu Kualitas Pendidik

Ke depan, Muhaimin ingin melakukan diseminasi literasi dalam dunia pendidikan di Madura, khususnya di Bangkalan. Literasi saat ini menjadi fokus pengembangan pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang pendidikan.

Muhaimin berharap dukungan pemerintah dalam mengimplementasikan. Di berbagai daerah di Indonesia sedang dikembangkan dan digerakkan budaya literasi di lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat. ”Karya ini semata-mata demi kemajuan pendidikan. Juga untuk memicu semangat guru di setiap daerah untuk saling berbagi gagasan dan pemikiran melalui karya,” ucap pria kelahiran 6 Januari 1977 ini.

Muhaimin juga pernah meraih anugerah Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru SD Tingkat Nasional 2016. Dia juara tiga kategori Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa (IPSB) dalam ajang penghargaan bagi guru-guru berprestasi.

Karya yang dia persembahkan Penggunaan Gamcana sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Cara-Cara Menghadapi Bencana. Permainan untuk upaya mengurangi risiko bencana atau ditulis Muhaimin sebagai game mitigasi bencana (Gamcana).

Pria yang memiliki hobi traveling dan kuliner itu juga memiliki prestasi nasional pada 2009. Saat itu, dia juara pertama lomba keberhasilan guru (LKG) dalam pembelajaran.

BANGKALAN – Prestasi tidak hanya bisa diraih penghuni kota. Mereka yang tinggal dan bertugas di pelosok desa juga punya kesempatan sama. Muhaimin, guru sekolah dasar (SD) wilayah pantai utara (pantura) ini buktinya.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan salah satu pendidik di Madura. Dr. Muhaimin, M.Pd. yang mengabdi di SDN Aengtabar 1, Tanjungbumi, Bangkalan, menjadi yang terbaik dan dinobatkan sebagai Juara 1 Diseminasi Literasi Nasional Guru Dikdas Berprestasi 2017.

Prestasi ini sangat membanggakan. Sebab, raihan tersebut merupakan kompetisi literasi untuk para juara di berbagai ajang lomba guru berprestasi yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 


Ajang tersebut diikuti 200 guru pendidikan sekolah dasar (dikdas) dengan kuota 140 untuk guru berprestasi. Kemudian 60 guru dari kuota umum yang lolos seleksi literasi, baik fiksi maupun nonfiksi.

Acara di Aston Priority Simatupang Hotel and Conference Center, Jakarta, pada 17–20 Oktober 2017 diselenggarakan Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan  Guru  Pendidikan  Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga  Kependidikan. Kegiatan ini diawali pameran buku dan karya pendukung peserta.

Kemudian dilanjutkan dengan presentasi buku yang dihasilkan. Selama tiga hari, seluruh peserta memaparkan karya literasi terbaiknya. Sebelum itu, peserta dibekali workshop literasi di Batam, Jogjakarta, dan Surabaya, pada Juni-Juli 2017.

Baca Juga :  Mengunjungi SDN Palesanggar 5 yang Ambruk sejak Lima Bulan Lalu

Dalam diseminasi ini, Muhaimin memaparkan buku nonfiksi untuk bahan pengayaan literasi sains dengan judul Mengenal Bahaya Sampah Plastik. Buku tersebut membahas sampah plastik secara komprehensif. Terkait keunggulan bahan plastik, manfaat plastik dalam kehidupan sehari-hari, bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan serta 3R (reuse, reduce, dan recycle) sampah plastik.

Menurut Muhaimin, apresiasi khusus dewan juri terhadap buku ini adalah adanya pertanyaan-pertanyaan pemantik dalam setiap bahasan. Pertanyaan ini dengan model keterampilan berpikir dan memicu siswa untuk kritis. Buku ini dilengkapi dengan pengembangan keterampilan decision making dan problem solving.

Mengenal Bahaya Sampah Plastik juga dilengkapi gambar yang dapat menarik pembaca sesuai bahan buku pengayaan sains. Setelah didukung presentasi meyakinkan, juri memutuskan buku Muhaimin menjadi yang terbaik dalam diseminasi literasi nasional guru dikdas berprestasi 2017.

Prestasi membanggakan tidak hanya sekali ini diukir Muhaimin. Sebelumnya, buku Mengenal Kecerdasan Ruang dalam Arsitektur Rumah Adat Indonesia karyanya terpilih sebagai pemenang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dalam rangkaian Gerakan Literasi Nasional 2017.

Baca Juga :  Gammanda Adhny El Zamzamy Latief, Warga Pamekasan yang Mendunia

Ke depan, Muhaimin ingin melakukan diseminasi literasi dalam dunia pendidikan di Madura, khususnya di Bangkalan. Literasi saat ini menjadi fokus pengembangan pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang pendidikan.

Muhaimin berharap dukungan pemerintah dalam mengimplementasikan. Di berbagai daerah di Indonesia sedang dikembangkan dan digerakkan budaya literasi di lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat. ”Karya ini semata-mata demi kemajuan pendidikan. Juga untuk memicu semangat guru di setiap daerah untuk saling berbagi gagasan dan pemikiran melalui karya,” ucap pria kelahiran 6 Januari 1977 ini.

Muhaimin juga pernah meraih anugerah Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru SD Tingkat Nasional 2016. Dia juara tiga kategori Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa (IPSB) dalam ajang penghargaan bagi guru-guru berprestasi.

Karya yang dia persembahkan Penggunaan Gamcana sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Cara-Cara Menghadapi Bencana. Permainan untuk upaya mengurangi risiko bencana atau ditulis Muhaimin sebagai game mitigasi bencana (Gamcana).

Pria yang memiliki hobi traveling dan kuliner itu juga memiliki prestasi nasional pada 2009. Saat itu, dia juara pertama lomba keberhasilan guru (LKG) dalam pembelajaran.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/