alexametrics
23.2 C
Madura
Thursday, January 20, 2022

Menjadi Guru, Suci Elmawati Semakin Produktif Berkarya

Padat aktivitas bukan penghalang untuk tetap berkarya. Justru itu menjadi tantangan untuk tetap produktif. Apalagi di masa pandemi, semua kegiatan serba terbatas dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga digelar secara daring.

ZEINAL ABIDIN, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

PEREMPUAN itu luar biasa. Serbabisa. Meski punya karir, perempuan tidak meninggalkan pekerjaan rumah. Namun, kesibukan itu tidak menghambat Suci Elmawati untuk terus berkarya.

Sejak menjadi guru dan mengajar, Suci Elmawati semakin produktif dalam berkarya. Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas rumah tangga, itu bukan penghalang. Tetapi, tantangan yang harus ia lewati agar tetap bisa berkarya di tengah-tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Perempuan satu anak itu aktif mengajar di SMKS Ibnu Cholil Bangkalan sejak 2019. Sebagai orang yang menekuni dunia sastra dan bahasa sejak masih SMA, ia juga membidangi mata pelajaran bahasa Indonesia dan kewirausahaan.

Baca Juga :  Keluh Kesah Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

”Menekuni sastra dan mulai berkarya sejak masih sekolah di SMAN 1 Kamal. Saat itu saya mulai tertarik menulis naskah dan membaca puisi. Sering menjadi perwakilan sekolah ketika ada lomba menulis dan membaca puisi,” kata perempuan yang akrab disapa Suci itu Rabu (24/11).     

Meski lebih condong menulis dan membaca puisi, Suci juga kerap kali menulis beberapa artikel. Bagi dia, berkarya melalui tulisan, baik puisi dan artikel sudah menjadi bagian dari setiap perjalanannya mengenal sastra dan bahasa.

Ketekunannya dalam menulis telah menelurkan buku puisi berjudul Putri Kecilku (2021). Selain itu, Sejak Mengenalmu Sore Itu (2020) dan Pooel (2020).

Selama kuliah, perempuan asal Kampung Barat Leke, Kamal, tersebut semakin mendalami sastra. Dia bergabung dengan mengikuti komunitas seni dan sastra di kampus. Bahkan, pernah menjadi perwakilan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Pekan Seni Mahasiswa Nasional.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Literasi Guru

Tidak berhenti di situ. Setelah lulus dan menyandang gelar sarjana dari UTM, ibu satu anak tersebut menyalurkan bakatnya di dunia pendidikan. Ia mengajar bahasa Indonesia di SMKS Ibnu Cholil.

Suci mengaku semakin produktif sejak menjadi guru. Dia dituntut untuk berkarya, tidak hanya menulis puisi dan artikel. Namun, ia juga kerap kali menulis beberapa lirik lagu. ”Apresiasi secara khusus dari pemkab, belum. Tapi, kalau apresiasi prestasi itu sering,” imbuhnya.

Selain memberikan pengetahuan tentang dunia sastra, Suci juga mengampu beberapa ekstrakurikuler. Seperti corel draw dan paduan suara. Suci juga sering kali menulis berita seputar kegiatan sekolah.

Meskipun menjadi guru, dia juga disibukkan dengan aktivitas bisnis yang ditekuni. Yakni, usaha editing printing yang sudah berlangsung sekitar lima tahun. Selain itu, wedding organizer yang baru ia rintis pada bulan ini.

Padat aktivitas bukan penghalang untuk tetap berkarya. Justru itu menjadi tantangan untuk tetap produktif. Apalagi di masa pandemi, semua kegiatan serba terbatas dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga digelar secara daring.

ZEINAL ABIDIN, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

PEREMPUAN itu luar biasa. Serbabisa. Meski punya karir, perempuan tidak meninggalkan pekerjaan rumah. Namun, kesibukan itu tidak menghambat Suci Elmawati untuk terus berkarya.

Sejak menjadi guru dan mengajar, Suci Elmawati semakin produktif dalam berkarya. Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas rumah tangga, itu bukan penghalang. Tetapi, tantangan yang harus ia lewati agar tetap bisa berkarya di tengah-tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Perempuan satu anak itu aktif mengajar di SMKS Ibnu Cholil Bangkalan sejak 2019. Sebagai orang yang menekuni dunia sastra dan bahasa sejak masih SMA, ia juga membidangi mata pelajaran bahasa Indonesia dan kewirausahaan.

Baca Juga :  Nasib GTT Nonkategori Bergantung Bupati

”Menekuni sastra dan mulai berkarya sejak masih sekolah di SMAN 1 Kamal. Saat itu saya mulai tertarik menulis naskah dan membaca puisi. Sering menjadi perwakilan sekolah ketika ada lomba menulis dan membaca puisi,” kata perempuan yang akrab disapa Suci itu Rabu (24/11).     

Meski lebih condong menulis dan membaca puisi, Suci juga kerap kali menulis beberapa artikel. Bagi dia, berkarya melalui tulisan, baik puisi dan artikel sudah menjadi bagian dari setiap perjalanannya mengenal sastra dan bahasa.

Ketekunannya dalam menulis telah menelurkan buku puisi berjudul Putri Kecilku (2021). Selain itu, Sejak Mengenalmu Sore Itu (2020) dan Pooel (2020).

Selama kuliah, perempuan asal Kampung Barat Leke, Kamal, tersebut semakin mendalami sastra. Dia bergabung dengan mengikuti komunitas seni dan sastra di kampus. Bahkan, pernah menjadi perwakilan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Pekan Seni Mahasiswa Nasional.

Baca Juga :  Fadhilah Budiono: Kalau Jabatan Saya Selesai Sama dengan Warga

Tidak berhenti di situ. Setelah lulus dan menyandang gelar sarjana dari UTM, ibu satu anak tersebut menyalurkan bakatnya di dunia pendidikan. Ia mengajar bahasa Indonesia di SMKS Ibnu Cholil.

Suci mengaku semakin produktif sejak menjadi guru. Dia dituntut untuk berkarya, tidak hanya menulis puisi dan artikel. Namun, ia juga kerap kali menulis beberapa lirik lagu. ”Apresiasi secara khusus dari pemkab, belum. Tapi, kalau apresiasi prestasi itu sering,” imbuhnya.

Selain memberikan pengetahuan tentang dunia sastra, Suci juga mengampu beberapa ekstrakurikuler. Seperti corel draw dan paduan suara. Suci juga sering kali menulis berita seputar kegiatan sekolah.

Meskipun menjadi guru, dia juga disibukkan dengan aktivitas bisnis yang ditekuni. Yakni, usaha editing printing yang sudah berlangsung sekitar lima tahun. Selain itu, wedding organizer yang baru ia rintis pada bulan ini.

Most Read

Artikel Terbaru