alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Ambar Pramudya Wardhani, Jadi Anggota DPRD di Usia 23 Tahun

Tiga perempuan mewarnai keanggotaan DPRD Bangkalan masa jabatan 2019–2024. Mereka pendatang baru di parlemen. Yang termuda, Ambar Pramudya Wardhani. Politikus Gerindra ini masih berusia 23 tahun.

DAFIR FALAH, Bangkalan, RadarMadura.id

SUASANA di gedung DPRD Bangkalan tidak sepi seperti biasanya, Sabtu (24/8). Kantor di Jalan Soekarno-Hatta itu sangat ramai. Mobil-mobil mewah berjejer rapi. Membeludak. Bahkan, sebagian mobil tidak bisa masuk dan terpaksa parkir di halaman Taman Makam Pahlawan (TMP).

Mendekati pukul 10.00, halaman gedung dewan kian sesak. Tidak sembarang orang bisa masuk. Sebab, terbatas berdasarkan undangan.

Polisi berjaga ketat. Setiap yang ingin masuk, satu per satu digeledah barang bawaannya. Tampaknya, polisi tak ingin acara sakral, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Bangkalan masa jabatan 2019–2024 kacau.

Anggota dewan terpilih pelan-pelan memasuki ruangan. Mereka semakin percaya diri. Sangat jelas terpancar kebahagiaan. Terlebih, didampingi istri dan keluarga besar. Termasuk Ambar Pramudya Wardhani.

Politikus muda dari Partai Gerindra itu juga didampingi suaminya, Fahri Adam. Maklum, perempuan itu baru melepas masa lajang. Ingin nempel terus.

Baca Juga :  Caleg PKS Cabut Laporan, Kades Minta Maaf

Ambar Pramudya Wardhani sendiri terbilang masih baru di kancah politik. Sebelumnya yang bersangkutan menempuh pendidikan di salah satu universitas di Surabaya. Namun demikian, ketertarikannya pada dunia politik muncul saat masih duduk di sekolah menengah atas (SMA).

Perempuan kelahiran 2 Juni 1996 itu sadar, untuk benar-benar terjun ke dunia politik praktis modal ilmunya masih kurang. Sebab itu, Ambar belajar terlebih dahulu dan selalu mengikuti seminar-seminar yang isinya membahas tentang politik.

Ambar mengaku sangat tertarik pada dunia politik. Anak muda tidak boleh apatis terhadap politik. ”Maka dari itu saya mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pada Pileg 2019. Alhamdulillah, terpilih,” ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Madura usai dilantik.

Dia resmi menjadi wakil rakyat di usia 23 tahun. Cukup muda jika melihat anggota-anggota yang lain. ”Tapi umur itu bukan ukuran untuk menilai kapasitas seseorang,” ujarnya.

Baca Juga :  Menjelajahi Jejak Para Tokoh di Luar Kompleks Utama Asta Tinggi

Untuk itu, Ambar ingin membuktikan bahwa keberadaannya di parlemen bukan sebagai pelengkap saja. Tetapi, akan ditunjukkan dengan kinerja dan ide-ide solutif dan strategis. ”Insyaallah saya akan berjuang. Terutama untuk hak-hak perempuan,” sambungnya.

Buah hati dari pasangan As’ad Abdul Haris Nasution dan Ernawati itu mengatakan, pengabdiannya melalui jalur parlemen sangat didukung penuh orang tua. ”Orang tua saya Kepala Desa Baipajung, Tanah Merah. Banyak berinteraksi dengan masyarakat. Saya juga sering menerima aspirasi,” terangnya.

Sebab itu, nantinya ketika sudah ditempatkan di komisi DPRD. Dia ingin serius. Tetapi, jika partai politik (parpol) mengutus di bidang yang berkaitan dengan pendidikan, itu jauh lebih menyenangkan.

”Saya tertarik di bidang pendidikan. Semoga saja partai mengutus di komisi yang berkaitan dengan itu. Tapi, di mana pun akan saya jalankan,” harapnya.

Ambar menambahkan, sebagai wakil rakyat harus mampu membagi waktu dengan keluarga, sesuai kodratnya seorang perempuan. ”Suami saya juga sangat mendukung,” tandasnya.

- Advertisement -

Tiga perempuan mewarnai keanggotaan DPRD Bangkalan masa jabatan 2019–2024. Mereka pendatang baru di parlemen. Yang termuda, Ambar Pramudya Wardhani. Politikus Gerindra ini masih berusia 23 tahun.

DAFIR FALAH, Bangkalan, RadarMadura.id

SUASANA di gedung DPRD Bangkalan tidak sepi seperti biasanya, Sabtu (24/8). Kantor di Jalan Soekarno-Hatta itu sangat ramai. Mobil-mobil mewah berjejer rapi. Membeludak. Bahkan, sebagian mobil tidak bisa masuk dan terpaksa parkir di halaman Taman Makam Pahlawan (TMP).


Mendekati pukul 10.00, halaman gedung dewan kian sesak. Tidak sembarang orang bisa masuk. Sebab, terbatas berdasarkan undangan.

Polisi berjaga ketat. Setiap yang ingin masuk, satu per satu digeledah barang bawaannya. Tampaknya, polisi tak ingin acara sakral, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Bangkalan masa jabatan 2019–2024 kacau.

Anggota dewan terpilih pelan-pelan memasuki ruangan. Mereka semakin percaya diri. Sangat jelas terpancar kebahagiaan. Terlebih, didampingi istri dan keluarga besar. Termasuk Ambar Pramudya Wardhani.

Politikus muda dari Partai Gerindra itu juga didampingi suaminya, Fahri Adam. Maklum, perempuan itu baru melepas masa lajang. Ingin nempel terus.

Baca Juga :  Siap Konsultasi ke Gubernur Pimpinan DPRD Definitif Belum Ditetapkan

Ambar Pramudya Wardhani sendiri terbilang masih baru di kancah politik. Sebelumnya yang bersangkutan menempuh pendidikan di salah satu universitas di Surabaya. Namun demikian, ketertarikannya pada dunia politik muncul saat masih duduk di sekolah menengah atas (SMA).

Perempuan kelahiran 2 Juni 1996 itu sadar, untuk benar-benar terjun ke dunia politik praktis modal ilmunya masih kurang. Sebab itu, Ambar belajar terlebih dahulu dan selalu mengikuti seminar-seminar yang isinya membahas tentang politik.

Ambar mengaku sangat tertarik pada dunia politik. Anak muda tidak boleh apatis terhadap politik. ”Maka dari itu saya mencalonkan diri sebagai wakil rakyat pada Pileg 2019. Alhamdulillah, terpilih,” ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Madura usai dilantik.

Dia resmi menjadi wakil rakyat di usia 23 tahun. Cukup muda jika melihat anggota-anggota yang lain. ”Tapi umur itu bukan ukuran untuk menilai kapasitas seseorang,” ujarnya.

Baca Juga :  Menjelajahi Jejak Para Tokoh di Luar Kompleks Utama Asta Tinggi

Untuk itu, Ambar ingin membuktikan bahwa keberadaannya di parlemen bukan sebagai pelengkap saja. Tetapi, akan ditunjukkan dengan kinerja dan ide-ide solutif dan strategis. ”Insyaallah saya akan berjuang. Terutama untuk hak-hak perempuan,” sambungnya.

Buah hati dari pasangan As’ad Abdul Haris Nasution dan Ernawati itu mengatakan, pengabdiannya melalui jalur parlemen sangat didukung penuh orang tua. ”Orang tua saya Kepala Desa Baipajung, Tanah Merah. Banyak berinteraksi dengan masyarakat. Saya juga sering menerima aspirasi,” terangnya.

Sebab itu, nantinya ketika sudah ditempatkan di komisi DPRD. Dia ingin serius. Tetapi, jika partai politik (parpol) mengutus di bidang yang berkaitan dengan pendidikan, itu jauh lebih menyenangkan.

”Saya tertarik di bidang pendidikan. Semoga saja partai mengutus di komisi yang berkaitan dengan itu. Tapi, di mana pun akan saya jalankan,” harapnya.

Ambar menambahkan, sebagai wakil rakyat harus mampu membagi waktu dengan keluarga, sesuai kodratnya seorang perempuan. ”Suami saya juga sangat mendukung,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Tingkatkan Ibadah dan Pengabdian

Pasangan Harus Bebas Covid-19

Razia Rumah Kos Nihil Tangkapan

Artikel Terbaru

/