alexametrics
22.4 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Kesan Arumi Bachsin Kali Pertama Berkunjung ke Madura

BANGKALAN – Arumi Bachsin memiliki kesan tersendiri akan orang Madura. Ketika hadir ke Bangkalan Minggu (24/12), istri Bupati Trenggalek Emil Dardak ini menyebut orang Madura agamais, ramah, dan pekerja keras.

Jarum jam menujukan pukul 09.00. Suasana di Ponpes Nurul Amanah, Bangkalan, sangat ramai. Ribuan warga didominasi perempuan mengenakan busana hijau memadati areal ponpes di Kecamatan Tanah Merah itu.

Mereka menghadiri acara Pertemuan X Hidmat NU-IHM NU dan Maulidurrasul Muhammad SAW. Perempuan-perempuan itu disambut panitia. Mereka langsung diantar menuju kursi yang telah disediakan. Tak berselang lama, Arumi Bachsin datang.

Warga yang hadir di acara itu mengalihkan pandangan terhadap mantan artis top tersebut. Sebelum masuk kediaman pengasuh Ponpes Nurul Amanah, banyak warga yang meminta foto bareng dengan Arumi.

Pukul 10.15 Menteri Sosial (Mensos) Kofifah Indar Parawansa juga hadir di kompleks pondok tersebut. Pandangan warga pun beralih kepadanya. Tidak sedikit warga yang meminta berfoto dengan Khofifah.

Baca Juga :  Buka dan Sahur Ketua PA Bangkalan Amar Hujantoro Lebih Mandiri

Arumi bersalaman dengan Khofifah. Terlihat perbincangan hangat di antara keduanya. Didampingi panitia, mereka menuju kursi paling depan. Yaitu, kursi di depan panggung.

Saat khofifah menaiki panggung untuk menyampaikan sambutan, muslimat bertepuk tangan. Di tengah-tengah sambutan, Khofifah memanggil Arumi naik ke panggung. Keduanya kemudian membagikan kaus bergambar Gus Dur kepada santri.

Pukul 14.00 acara di Ponpes Nurul Amanah selesai. Saat hendak kembali ke rumah pengasuh Ponpes Nurul Amanah, Khofifah dan Arumi menjadi magnet warga. Warga beramai-ramai meminta foto bareng dengan Khofifah dan Arumi.

Warga berdesak-desakan dan berkerumun. Khofifah dan Arumi ramah melayani permintaan warga untuk berfoto bersama. Keduanya kemudian makan siang dan dilanjutkan salat. Setalah itu, banyak santri yang mengajak Arumi berfoto lagi.

Arumi dengan sabar melayani ajakan berfoto santri meskipun terlihat kecapekan. Arumi terus tersenyum hangat. Jawa Pos Radar Madura meminta waktu wawancara khusus dengan Arumi. ”Sebentar ya kalau mau wawancara. Masih foto-foto dulu,” ucapnya.

Baca Juga :  Sosok Fuad Amin Menjadi Kunci Utama Keberhasilan

Arumi kemudian melayani permintaan wawancara. Dia menilai, masyarakat Madura agamais. Banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di pulau ini. ”Masyarakat Madura juga ramah,” tuturnya.

Meski baru pertama menginjakkan kaki di Madura, Arumi merasa tersanjung. ”Masyarakat Madura sangat welcome dan ramah. Aura kekeluargaannya sangat kental,” katanya. ”Saya senang berada di sini (Madura, Red). Meski baru pertama kali bertemu, mereka menganggap saya keluarga,” imbuhnya.

Arumi menyebut orang Madura pekerja keras. Kata dia, banyak pengusaha di Jakarta merupakan orang Madura. Mereka awalnya merintis usaha dari bawah hingga berkembang dan sukses. Arumi mengungkapkan, dengan modal agamais, ramah, dan pekerja keras, bukan tidak mungkin orang Madura sukses dunia akhirat.

- Advertisement -

BANGKALAN – Arumi Bachsin memiliki kesan tersendiri akan orang Madura. Ketika hadir ke Bangkalan Minggu (24/12), istri Bupati Trenggalek Emil Dardak ini menyebut orang Madura agamais, ramah, dan pekerja keras.

Jarum jam menujukan pukul 09.00. Suasana di Ponpes Nurul Amanah, Bangkalan, sangat ramai. Ribuan warga didominasi perempuan mengenakan busana hijau memadati areal ponpes di Kecamatan Tanah Merah itu.

Mereka menghadiri acara Pertemuan X Hidmat NU-IHM NU dan Maulidurrasul Muhammad SAW. Perempuan-perempuan itu disambut panitia. Mereka langsung diantar menuju kursi yang telah disediakan. Tak berselang lama, Arumi Bachsin datang.


Warga yang hadir di acara itu mengalihkan pandangan terhadap mantan artis top tersebut. Sebelum masuk kediaman pengasuh Ponpes Nurul Amanah, banyak warga yang meminta foto bareng dengan Arumi.

Pukul 10.15 Menteri Sosial (Mensos) Kofifah Indar Parawansa juga hadir di kompleks pondok tersebut. Pandangan warga pun beralih kepadanya. Tidak sedikit warga yang meminta berfoto dengan Khofifah.

Baca Juga :  Waspada, Kurang Tidur Bisa Menggangu Kehidupan Sosial

Arumi bersalaman dengan Khofifah. Terlihat perbincangan hangat di antara keduanya. Didampingi panitia, mereka menuju kursi paling depan. Yaitu, kursi di depan panggung.

Saat khofifah menaiki panggung untuk menyampaikan sambutan, muslimat bertepuk tangan. Di tengah-tengah sambutan, Khofifah memanggil Arumi naik ke panggung. Keduanya kemudian membagikan kaus bergambar Gus Dur kepada santri.

Pukul 14.00 acara di Ponpes Nurul Amanah selesai. Saat hendak kembali ke rumah pengasuh Ponpes Nurul Amanah, Khofifah dan Arumi menjadi magnet warga. Warga beramai-ramai meminta foto bareng dengan Khofifah dan Arumi.

Warga berdesak-desakan dan berkerumun. Khofifah dan Arumi ramah melayani permintaan warga untuk berfoto bersama. Keduanya kemudian makan siang dan dilanjutkan salat. Setalah itu, banyak santri yang mengajak Arumi berfoto lagi.

Arumi dengan sabar melayani ajakan berfoto santri meskipun terlihat kecapekan. Arumi terus tersenyum hangat. Jawa Pos Radar Madura meminta waktu wawancara khusus dengan Arumi. ”Sebentar ya kalau mau wawancara. Masih foto-foto dulu,” ucapnya.

Baca Juga :  Tekad IAIN Madura Ciptakan Lingkungan Kampus yang Agamais

Arumi kemudian melayani permintaan wawancara. Dia menilai, masyarakat Madura agamais. Banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di pulau ini. ”Masyarakat Madura juga ramah,” tuturnya.

Meski baru pertama menginjakkan kaki di Madura, Arumi merasa tersanjung. ”Masyarakat Madura sangat welcome dan ramah. Aura kekeluargaannya sangat kental,” katanya. ”Saya senang berada di sini (Madura, Red). Meski baru pertama kali bertemu, mereka menganggap saya keluarga,” imbuhnya.

Arumi menyebut orang Madura pekerja keras. Kata dia, banyak pengusaha di Jakarta merupakan orang Madura. Mereka awalnya merintis usaha dari bawah hingga berkembang dan sukses. Arumi mengungkapkan, dengan modal agamais, ramah, dan pekerja keras, bukan tidak mungkin orang Madura sukses dunia akhirat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/