Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Features
icon featured
Features
Pasutri Berhasil Jalani Metode Bayi Tabung

Anak Pertama Dijuluki Bayi Mahal, Kedua Diskon 11.11

24 November 2021, 03: 49: 09 WIB | editor : Abdul Basri

Anak Pertama Dijuluki Bayi Mahal, Kedua Diskon 11.11

BAHAGIA: Keluarga Aisyah dan Rifki Utoyo kini semakin lengkap dengan kehadiran Ahmad Rifansyah dan Khadijah Adzkia. Dua anak dari hasil metode bayi tabung. (MOH. JUNAIDI/RadarMadura.id)

Share this      

Kehadiran anak dalam sebuah keluarga adalah kebahagiaan besar. Bahkan, selain untuk ibadah, keturunan adalah tujuan utama dari penikahan. Tetapi, tidak semua pasangan yang sudah menikah bisa langsung dikarunia buah hati. Itulah yang dialami pasangan suami istri asal Dusun Karangkajen, Desa Kebunan, Kota Sumenep.

MOH. JUNAIDI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SEBUAH gambar bernama kebahagiaan hadir di tengah-tengah kehidupan pasangan suami istri (pasutri) Rifki Utoyo, 38, dan Aisyah Fiyanti, 37. Keduanya melewati ujian berat saat awal-awal menikah.

Baca juga: Ach. Hariri, Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an

Ujian berat itu semakin lengkap saat keduanya jadi buah bibir tetangga. Sebab, pasutri yang satu ini kerap dibanding-bandingkan dengan pasutri lainnya yang menikah belakangan, tapi lekas punya momongan.

Kesabaran Rifki dan Aisyah sedang diuji. Bukan karena usaha yang dilakukan Rifki dan Aisyah minim, tapi kuasa Tuhan memang berada di atas keinginan manusia. Mengutip ungkapan Gus Baha dalam suatu kesempatan, Tuhan akan mengabulkan doa-doa dan keinginan kita, ketika kita sudah siap. Bukan ketika kita menginginkannya.

Aisyah menuturkan, agar terlihat sama dengan keluarga yang lain, dirinya menempuh berbagai usaha. Mulai dari terapi, konsultasi medis, dan lain sebagainya. Tetapi hasilnya nihil.

Aisyah harus menerima kenyataan hasil pemeriksaan medis, bahwa perempuan kelahiran 31 Juli 1984 itu mengalami polycystic ovaries (PCO) atau biasa dikenal dengan kista ovarium (ovarian cysts). Sementara suaminya nomal-normal saja.

”Untuk hamil, saya sulit,” kata Aisyah kepada JPRM saat ditemui di rumahnya, Senin (22/11).

Kesedihan yang sejak lama memayungi setiap langkah keduanya kini sirna sudah. Sebab, rumah berpagar besi abu-abu, yang berada tepat di pertigaan gang Sapeken I itu, kini sudah ramai dengan tangis bayi. Bayi tersebut bernama Ahmad Rifansyah (laki-laki) dan Khadijah Adzkiya (perempuan).

Keduanya benar-benar terharu. Betapa tidak, menikah sejak 2008 silam, baru dianugerahi keturunan tujuh tahun kemudian. Itu pun dengan cara yang berbeda, yakni dengan metode Frozen Embryo Transfer (FET). Di Indonesia, istilah tersebut dikenal dengan sebutan bayi tabung.

Proses FET pertama dijalani Aisyah pada 2015 melalui bantuan dokter spesialis yang kini bertugas di Klinik Morula IVF Surabaya, yakni dr Benediktus Arifin, MPH., SpOG(K). Usai berkonsultasi, Bene menyarankan agar keduanya menempuh FET.

Sebelumnya, kedua pasangan ini memang sudah melakukan pertimbangan yang matang. Selain dorongan kuat untuk menggendong anak, semahal apa pun biaya yang harus dibayar, baginya bukan soal. ”Metode ini sangat mahal biayanya,” kata Aisyah.

Keduanya pun sepakat memenuhi saran dokter. Pada 2015 silam, Aisyah melakukan proses bayi tabung. Tak disangka, Tuhan benar-benar menjawab keinginan kedua pasutri ini. Tepat pada 5 November 2015, bayi tabung pertama lahir. Membelah tangis bahagia dari mata Aisyah dan Rifki.

”Anak pertama laki-laki namanya Ahmad Rifansyah, dipanggil Evan. Sekarang usianya 6 tahun. Dia sekolah di TK Pertiwi, Sumenep,” ujarnya.

Hari-hari pasutri ini sudah berjalan normal. Meskipun, masih ada saja kalimat-kalimat tak terduga menyerang telinga Aisyah dan Rifki. ”Karena lahir dari proses berbeda, Evan ini dijuluki bayi mahal,” kata Aisyah.

Awal-awal, Aisyah dan Rifki memang terganggu dengan sebutan tersebut. Tapi, toh senyum Evan mengubur semuanya. ”Awalnya risih, tapi sekarang sudah biasa. Kami sangat bahagia dengan adanya Evan,” tegasnya.

Pada suatu hari, tanpa diduga, Evan yang tidak lagi bayi menginginkan kehadiran seorang adik. Barangkali dia butuh teman saat sendiri di rumahnya. Akhirnya, Aisyah dan Rifki kembali mempertimbangkan untuk melakukan metode yang sama.

Tepat pada 11 November 2021 lalu, Aisyah kembali ke Surabaya dengan tujuan yang sama. Tak butuh waktu lama. Sebab, untuk penanaman embrio ke rahim Aisyah diambil dari embrio yang dibekukan pada 2015 silam.

Hasilnya maksimal. Aisyah kembali melahirkan buah hati. Bayi perempuan bernama Khadijah Adzkiya itu benar-benar melengkapi kehidupan pasangan suami istri tersebut. ”Alhamdulillah, kebahagiaan kami tak tergambarkan,” ujarnya.

Khadijah kini berada di tengah-tengah keluarga. Bayi mungil itu dijuluki bayi 11.11 (mengacu pada momen flash shale di salah satu platform belanja online). Tetapi, apa pun julukan yang diberikan pada kedua bayi tabung itu, bagi Aisyah dan Rifki itu tak jadi masalah.

Bagi keduanya, keberkahan dan karunia Tuhan tidak akan hancur hanya karena urusan kecil di dunia, apalagi hanya manusia. ”Yang harus kami lakukan sepanjang hidup, mengucap syukur setinggi-tingginya atas kehadiran Evan dan Khadijah,” tandasnya.

(mr/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia