alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Tantangan Yuliadi Setiawan setelah Dilantik sebagai Sekkab Sampang

Yuliadi Setiyawan sah menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang setelah dilantik pada Jumat (21/8). Tugas-tugas berat untuk membantu bupati dan wakil bupati sudah menunggu.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

PENDAPA Trunojoyo Sampang menjadi saksi pelantikan pejabat yang akrab disapa Wawan itu sebagai Sekkab definitif, Jumat (21/8). Kepala Bakorwil IV Pamekasan Fattah Jasin dan Sekkab Pamekasan Totok Hartono juga menghadiri pengambilan sumpah jabatan pria kelahiran Sampang, 11 Juli 1966 itu.

Ke depan, Wawan bertugas membantu ketercapaian Sampang Hebat Bermartabat yang menjadi jargon kepemimpinan H. Slamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat. Mengawal ketercapaian program-program organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi salah satu tugasnya.

Dalam waktu dekat, Wawan juga mendapat tugas untuk merealisasikan Sampang Smart Room. ”Sejak awal memang ada target dari Bapak Bupati untuk membantu beliau mempercepat pencapaian visi misi,” katanya kemarin (23/8).

Sebelum menjabat Sekkab, Wawan sudah satu tahun lebih ditunjuk sebagai penjabat (Pj). Hal itu menjadi kesempatan untuk mengkaji potensi serta peluang untuk mendukung program-program pemerintah daerah, termasuk juga kendala atau masalahnya.

Baca Juga :  Al-Qur’an dan Kepemimpinan: Antara Tantangan dan Halangan (2-Habis)

Berdasarkan pengamatannya, terkadang OPD lambat dalam merespons tugas dari bupati Sampang. Jika dibiarkan, khawatir akan merembet pada realisasi program yang lain. ”Ini yang menjadi kesulitan dan ke depan ditata lebih baik,” ungkap lulusan S-1 Universitas Madura itu.

Di samping itu, masalah indeks pembangunan manusia (IPM) rendah dan tingkat kemiskinan yang masih tinggi menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Sampang. Hal itu harus ditangani secara serius agar Sampang bisa lepas dari cengkeraman kemiskinan.

Karena itu, pihaknya akan memulai dari titik yang paling memungkinkan menjadi daya ungkit untuk mempercepat persoalan-persoalan tersebut. ”Saya sudah konsultasi dengan Bapat Bupati. Untuk mempercepat, beberapa kegiatan nanti akan masuk pada sistem IT,” terangnya.

Pihaknya juga perlu mengkaji faktor timbulnya masalah tersebut. Jika hal itu mengarah pada sumber daya manusia (SDM), perlu dilakukan mutasi jabatan. Jika masalahnya adalah sistem, perlu dilakukan terobosan baru.

Baca Juga :  Inilah Atlet Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim Asal Madura (1)

Wawan sudah mencanangkan program Sampang satu data atau smart room. Jadi seluruh sistem pendataan dan pelayanan dari desa hingga OPD masuk dalam sistem tersebut. Perkembangan data dan pelayanan tersebut bisa diakses setiap hari.

”Contoh, jika ingin mengetahui peningkatan PBB (pajak bumi bangunan) di desa bisa langsung cek di Sampang Smart Room, termasuk juga proses pendataan. Tidak akan ada lagi tumpang tindih data,” paparnya.

Menurut Wawan, program Sampang Smart Room tersebut akan menjadi cikal bakal terealisasinya Sampang Smart City. Jika hal itu sudah berjalan, akan memperbaiki sistem pelayanan, penyelenggaraan pemerintahan, serta pembangunan. Sebab, semuanya bisa diakses melalui aplikasi.

”Bupati menginginkan tahun depan harus punya Sampang Smart Room. Tentu ini tugas yang harus dijalankan,” pungkas Wawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, jabatan Sekkab Sampang diperebutkan tiga pejabat. Yakni, Kepala Disarpus Sudarmanta, Kepala BKPSDM Yuliadi Setiyawan, dan Kepala DPRKP Mohammad Ziz. Hasilnya, jabatan tersebut dipercayakan kepada Yuliadi Setiyawan.

- Advertisement -

Yuliadi Setiyawan sah menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang setelah dilantik pada Jumat (21/8). Tugas-tugas berat untuk membantu bupati dan wakil bupati sudah menunggu.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

PENDAPA Trunojoyo Sampang menjadi saksi pelantikan pejabat yang akrab disapa Wawan itu sebagai Sekkab definitif, Jumat (21/8). Kepala Bakorwil IV Pamekasan Fattah Jasin dan Sekkab Pamekasan Totok Hartono juga menghadiri pengambilan sumpah jabatan pria kelahiran Sampang, 11 Juli 1966 itu.


Ke depan, Wawan bertugas membantu ketercapaian Sampang Hebat Bermartabat yang menjadi jargon kepemimpinan H. Slamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat. Mengawal ketercapaian program-program organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi salah satu tugasnya.

Dalam waktu dekat, Wawan juga mendapat tugas untuk merealisasikan Sampang Smart Room. ”Sejak awal memang ada target dari Bapak Bupati untuk membantu beliau mempercepat pencapaian visi misi,” katanya kemarin (23/8).

Sebelum menjabat Sekkab, Wawan sudah satu tahun lebih ditunjuk sebagai penjabat (Pj). Hal itu menjadi kesempatan untuk mengkaji potensi serta peluang untuk mendukung program-program pemerintah daerah, termasuk juga kendala atau masalahnya.

Baca Juga :  Sembilan Pejabat Berebut Kursi Sekkab

Berdasarkan pengamatannya, terkadang OPD lambat dalam merespons tugas dari bupati Sampang. Jika dibiarkan, khawatir akan merembet pada realisasi program yang lain. ”Ini yang menjadi kesulitan dan ke depan ditata lebih baik,” ungkap lulusan S-1 Universitas Madura itu.

Di samping itu, masalah indeks pembangunan manusia (IPM) rendah dan tingkat kemiskinan yang masih tinggi menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Sampang. Hal itu harus ditangani secara serius agar Sampang bisa lepas dari cengkeraman kemiskinan.

Karena itu, pihaknya akan memulai dari titik yang paling memungkinkan menjadi daya ungkit untuk mempercepat persoalan-persoalan tersebut. ”Saya sudah konsultasi dengan Bapat Bupati. Untuk mempercepat, beberapa kegiatan nanti akan masuk pada sistem IT,” terangnya.

Pihaknya juga perlu mengkaji faktor timbulnya masalah tersebut. Jika hal itu mengarah pada sumber daya manusia (SDM), perlu dilakukan mutasi jabatan. Jika masalahnya adalah sistem, perlu dilakukan terobosan baru.

Baca Juga :  Hasil Seleksi Calon Sekkab Diumumkan Hari Ini

Wawan sudah mencanangkan program Sampang satu data atau smart room. Jadi seluruh sistem pendataan dan pelayanan dari desa hingga OPD masuk dalam sistem tersebut. Perkembangan data dan pelayanan tersebut bisa diakses setiap hari.

”Contoh, jika ingin mengetahui peningkatan PBB (pajak bumi bangunan) di desa bisa langsung cek di Sampang Smart Room, termasuk juga proses pendataan. Tidak akan ada lagi tumpang tindih data,” paparnya.

Menurut Wawan, program Sampang Smart Room tersebut akan menjadi cikal bakal terealisasinya Sampang Smart City. Jika hal itu sudah berjalan, akan memperbaiki sistem pelayanan, penyelenggaraan pemerintahan, serta pembangunan. Sebab, semuanya bisa diakses melalui aplikasi.

”Bupati menginginkan tahun depan harus punya Sampang Smart Room. Tentu ini tugas yang harus dijalankan,” pungkas Wawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, jabatan Sekkab Sampang diperebutkan tiga pejabat. Yakni, Kepala Disarpus Sudarmanta, Kepala BKPSDM Yuliadi Setiyawan, dan Kepala DPRKP Mohammad Ziz. Hasilnya, jabatan tersebut dipercayakan kepada Yuliadi Setiyawan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/