alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Mimpi Masa Kecil Jadi Kenyataan

DUA puluh tiga tahun yang lalu saya bermimpi bisa menonton pertandingan langsung Inter Milan dari dalam lapangan. Tanggal 4 Desember 2019 menjadi saksi betapa Allah Maha Mendengar doa dan harapan. Saya kali pertama menginjakkan kaki di Bergamo Airport untuk menuju Kota Milan dengan Settle Bus Airport. Perjalanan saya ke Kota Milan dalam rangka menyaksikan pertandingan Inter Vs AS Roma yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, yang merupakan kandang Milan dan Inter sekaligus.

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan batin. Betapa tidak, saya yang hanya berasal dari kampung kecil di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, lalu bisa menjejakkan kaki di Kota Mode Milan untuk mewujudkan mimpi masa kecil yaitu menonton pertandingan Serie-A secara langsung. Antara percaya dan tidak, namun di hari itu saya percaya bahwa meletakkan mimpi dan cita-cita untuk menggapai harapan akan memberikan keajaiban untuk kita. Karena itu, saya tidak pernah berhenti bermimpi.

Saya menumpang tidur menggunakan jaringan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Milan. Biaya menginap sehari akan jauh lebih murah dibandingkan harus tidur di hotel. Sehari sebelum pertandingan saya berkeliling Kota Milan untuk melihat keindahan Kota Mode yang paling terkenal di dunia. Pertama saya menuju ke Katedral Milan, Il Duomo, yang merupakan katedral terbesar di dunia yang dapat menampung 40.000 orang. Il Duomo dikenal sebagai gereja paling megah serta merupakan contoh paling mutakhir dari gaya Flamboyan Gothic.

Sambil menikmati keindahan Il Duomo, kita bisa berjalan di pusat Kota Milan yaitu Galleria Vittorio Emanuele II Toko Mewah dan Kafe Elegan yang membentuk satu sisi Piazza del Duomo dan membuka di sisi lain Piazza della Scala, grand Galleria Vittorio Emanuele II dirancang oleh Giuseppe Mengoni dan dibangun antara 1865 dan 1877. Saat itu Arcade belanja terbesar di Eropa, dengan kubah melonjak 48 meter di atas lantai mosaiknya. Menandai permulaan arsitektur modern di Italia, hari ini berdiri sebagai contoh bagus konstruksi besi dan kaca industri abad ke-19.

Baca Juga :  Kiat Pemkab Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Setelah itu saya menuju Gereja Maria Delle Grazia atau dikenal sebagai tempat perjamuan terakhir Leonardo Da Vinci yang dibangun pada 1465 dan memiliki kubah besar enam sisi dalam gaya Renaisans terbaik dirancang oleh Bramante, salah satu arsitek Renaissance paling berpengaruh di Italia.

Puas melihat dan berfoto di Gereja Maria Gelle Grazia, saya menuju Castello Sforzesco yang diselenggarakan oleh Visconti dan keluarga Sforza yang memerintah Milan dari 1277 hingga 1447 dan dari 1450 hingga 1535, dibangun pada 1368 dan dibangun kembali pada 1450. Torre de Filarete sepanjang 70 meter merupakan reproduksi 1905 dari gerbang asli -menara. Castello memiliki Musei del Castello Sforzesco, serangkaian museum, salah satunya menampilkan patung. Koleksinya termasuk Pietà Rondanini, karya terakhir Michelangelo, dibawa ke sini pada 1953 dari Palazzo Rondanini di Roma.

Museum-museum lain menampilkan koleksi seni dekoratif, benda-benda kuno prasejarah dan Mesir, koleksi sejarah musik, dan persenjataan senjata dan baju zirah abad pertengahan. Galeri gambar termasuk lukisan oleh Bellini, Correggio, Mantegna, Bergognone, Foppa, Lotto, Tintoretto, dan Antonello da Messina. Antara dua halaman belakang Castello, sebuah bagian mengarah ke taman, awalnya taman adipati Milan dan kemudian tempat pelatihan militer.

Pertandingan Inter vs Roma sendiri diadakan di Stadion Giuseppe Meazza pada 5 Desember 2019. Aura yang menyelimuti stadion sungguh luar biasa. Saya tidak pernah memimpikan sebelumnya bisa menonton langsung ke stadion. Masyarakat Italia cenderung ramah. Apalagi saat mereka tahu saya berasal dari Indonesia yang merupakan asal negara mantan Presiden Inter Milan, Bapak Erick Tohir yang kini menjabat sebagai menteri BUMN.

Baca Juga :  Kerja Sambil Kuliah di Universitas Indonesia

Stadion Giuseppe Meazza alias San Siro merupakan rumah bagi dua klub asal Kota Milan yakni Inter Milan dan AC Milan. Stadion yang kini berkapasitas 85.700 tempat duduk itu lebih dikenal dengan nama San Siro ketika AC Milan berlaga. Sementara itu, nama Giuseppe Meazza akan mengiringi partai kandang yang dimainkan oleh Inter Milan.

Mengutip laman resmi San Siro Stadium, stadion dengan bangunan tangga berbentuk spiral yang ikonik itu dibangun oleh mantan Presiden AC Milan Piero Pirelli pada 1925. Pada awalnya, stadion tersebut diberi nama Nuovo Stadio Calcistico San Siro. Struktur bangunan Stadion San Siro terinspirasi dari stadion-stadion sepak bola di Inggris. Pembangunannya memakan waktu 13 bulan dengan biaya sebesar 5 juta lira Italia atau setara 2.500 Euro pada saat itu. Awal berdiri, San Siro terdiri dari empat bagian bangku penonton berbentuk lurus dan mampu menampung 35.000 penonton.Pembangunan Stadion San Siro selesai pada 15 September 1926 dan dibuka untuk umum pada 19 September 1926. 

 

*)CHOIRUL ANAM, S.E., M.E. Ak., C.A., lahir di Bangkalan, 24 Juli 1984. Putra pasangan H Moch. Sahlun (alm) dan Hj Siti Habibah itu mengenyam pendidikan Pondok Pesantren As-Shomadiyah Burneh, SMPN 4 Bangkalan, dan SMAN 1 Bangkalan. Lalu, melanjutkan ke Politeknik Universitas Indonesia/Poltek UI, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), dan Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) UI. Kini melanjutkan studi doktor of philosophy (Ph.D) di Charles University Republik Ceko. Sejak 2019 menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ceko dan pada 2020 memenangkan Kongres Internasional online untuk kemudian menjabat sebagai Koodinator PPI Dunia. Dari pernikahannya dengan Elok Faiqoh asal Indramayu dikaruniai dua anak. Masing-masing bernama Muhammad Al-Fatih Rahmatullah dan Solahuddin Al-Ayyubi.

- Advertisement -

DUA puluh tiga tahun yang lalu saya bermimpi bisa menonton pertandingan langsung Inter Milan dari dalam lapangan. Tanggal 4 Desember 2019 menjadi saksi betapa Allah Maha Mendengar doa dan harapan. Saya kali pertama menginjakkan kaki di Bergamo Airport untuk menuju Kota Milan dengan Settle Bus Airport. Perjalanan saya ke Kota Milan dalam rangka menyaksikan pertandingan Inter Vs AS Roma yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, yang merupakan kandang Milan dan Inter sekaligus.

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan batin. Betapa tidak, saya yang hanya berasal dari kampung kecil di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, lalu bisa menjejakkan kaki di Kota Mode Milan untuk mewujudkan mimpi masa kecil yaitu menonton pertandingan Serie-A secara langsung. Antara percaya dan tidak, namun di hari itu saya percaya bahwa meletakkan mimpi dan cita-cita untuk menggapai harapan akan memberikan keajaiban untuk kita. Karena itu, saya tidak pernah berhenti bermimpi.

Saya menumpang tidur menggunakan jaringan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Milan. Biaya menginap sehari akan jauh lebih murah dibandingkan harus tidur di hotel. Sehari sebelum pertandingan saya berkeliling Kota Milan untuk melihat keindahan Kota Mode yang paling terkenal di dunia. Pertama saya menuju ke Katedral Milan, Il Duomo, yang merupakan katedral terbesar di dunia yang dapat menampung 40.000 orang. Il Duomo dikenal sebagai gereja paling megah serta merupakan contoh paling mutakhir dari gaya Flamboyan Gothic.


Sambil menikmati keindahan Il Duomo, kita bisa berjalan di pusat Kota Milan yaitu Galleria Vittorio Emanuele II Toko Mewah dan Kafe Elegan yang membentuk satu sisi Piazza del Duomo dan membuka di sisi lain Piazza della Scala, grand Galleria Vittorio Emanuele II dirancang oleh Giuseppe Mengoni dan dibangun antara 1865 dan 1877. Saat itu Arcade belanja terbesar di Eropa, dengan kubah melonjak 48 meter di atas lantai mosaiknya. Menandai permulaan arsitektur modern di Italia, hari ini berdiri sebagai contoh bagus konstruksi besi dan kaca industri abad ke-19.

Baca Juga :  Sintong, Tasawuf Kultural Pernah Dilarang Belanda

Setelah itu saya menuju Gereja Maria Delle Grazia atau dikenal sebagai tempat perjamuan terakhir Leonardo Da Vinci yang dibangun pada 1465 dan memiliki kubah besar enam sisi dalam gaya Renaisans terbaik dirancang oleh Bramante, salah satu arsitek Renaissance paling berpengaruh di Italia.

Puas melihat dan berfoto di Gereja Maria Gelle Grazia, saya menuju Castello Sforzesco yang diselenggarakan oleh Visconti dan keluarga Sforza yang memerintah Milan dari 1277 hingga 1447 dan dari 1450 hingga 1535, dibangun pada 1368 dan dibangun kembali pada 1450. Torre de Filarete sepanjang 70 meter merupakan reproduksi 1905 dari gerbang asli -menara. Castello memiliki Musei del Castello Sforzesco, serangkaian museum, salah satunya menampilkan patung. Koleksinya termasuk Pietà Rondanini, karya terakhir Michelangelo, dibawa ke sini pada 1953 dari Palazzo Rondanini di Roma.

Museum-museum lain menampilkan koleksi seni dekoratif, benda-benda kuno prasejarah dan Mesir, koleksi sejarah musik, dan persenjataan senjata dan baju zirah abad pertengahan. Galeri gambar termasuk lukisan oleh Bellini, Correggio, Mantegna, Bergognone, Foppa, Lotto, Tintoretto, dan Antonello da Messina. Antara dua halaman belakang Castello, sebuah bagian mengarah ke taman, awalnya taman adipati Milan dan kemudian tempat pelatihan militer.

Pertandingan Inter vs Roma sendiri diadakan di Stadion Giuseppe Meazza pada 5 Desember 2019. Aura yang menyelimuti stadion sungguh luar biasa. Saya tidak pernah memimpikan sebelumnya bisa menonton langsung ke stadion. Masyarakat Italia cenderung ramah. Apalagi saat mereka tahu saya berasal dari Indonesia yang merupakan asal negara mantan Presiden Inter Milan, Bapak Erick Tohir yang kini menjabat sebagai menteri BUMN.

Baca Juga :  Punya Banyak Bisnis, tapi ASN Tetap Jadi Prioritas

Stadion Giuseppe Meazza alias San Siro merupakan rumah bagi dua klub asal Kota Milan yakni Inter Milan dan AC Milan. Stadion yang kini berkapasitas 85.700 tempat duduk itu lebih dikenal dengan nama San Siro ketika AC Milan berlaga. Sementara itu, nama Giuseppe Meazza akan mengiringi partai kandang yang dimainkan oleh Inter Milan.

Mengutip laman resmi San Siro Stadium, stadion dengan bangunan tangga berbentuk spiral yang ikonik itu dibangun oleh mantan Presiden AC Milan Piero Pirelli pada 1925. Pada awalnya, stadion tersebut diberi nama Nuovo Stadio Calcistico San Siro. Struktur bangunan Stadion San Siro terinspirasi dari stadion-stadion sepak bola di Inggris. Pembangunannya memakan waktu 13 bulan dengan biaya sebesar 5 juta lira Italia atau setara 2.500 Euro pada saat itu. Awal berdiri, San Siro terdiri dari empat bagian bangku penonton berbentuk lurus dan mampu menampung 35.000 penonton.Pembangunan Stadion San Siro selesai pada 15 September 1926 dan dibuka untuk umum pada 19 September 1926. 

 

*)CHOIRUL ANAM, S.E., M.E. Ak., C.A., lahir di Bangkalan, 24 Juli 1984. Putra pasangan H Moch. Sahlun (alm) dan Hj Siti Habibah itu mengenyam pendidikan Pondok Pesantren As-Shomadiyah Burneh, SMPN 4 Bangkalan, dan SMAN 1 Bangkalan. Lalu, melanjutkan ke Politeknik Universitas Indonesia/Poltek UI, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), dan Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) UI. Kini melanjutkan studi doktor of philosophy (Ph.D) di Charles University Republik Ceko. Sejak 2019 menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ceko dan pada 2020 memenangkan Kongres Internasional online untuk kemudian menjabat sebagai Koodinator PPI Dunia. Dari pernikahannya dengan Elok Faiqoh asal Indramayu dikaruniai dua anak. Masing-masing bernama Muhammad Al-Fatih Rahmatullah dan Solahuddin Al-Ayyubi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/