alexametrics
21 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Atlet Taekwondo Madura Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim (1)

Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan merupakan penyumbang medali emas terbanyak untuk Kota Gerbang Salam. Ada trik tersendiri yang diterapkan pelatih sehingga bisa meraih prestasi paripurna itu.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

EMPAT medali emas Porprov VI Jatim cabang olahraga taekwondo diboyong ke Pamekasan. Salah satunya disabet tim poomsae putra. Tim ini terdiri atas Moh. Rizky Maulidi, Raja Dewantara Putra, dan Zainurrahman Basyir.

Tiga atlet kebanggaan warga Pamekasan itu memiliki karakter berbeda. Teknik dan kondisi emosionalnya tidak sama. Pelatih bekerja keras menyatukan keberagaman mereka.

Ketua Pengkab TI Pamekasan Sudiyanto mengatakan, pekerjaan paling berat bagi pelatih adalah menyatukan perbedaan dari ketiga atlet. Sebab, di arena pertandingan, mereka harus sama dari berbagai sisi.

Sebab, pertandingan poomsae mengedepankan kekompakan. Dengan demikian, atlet harus seragam. ”Tugas pelatih mengawinkan perbedaan karakter dan teknik atlet,” kata Sudiyanto Senin (22/7).

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Tasaro GK, Novelis Mantan Jurnalis

Selama 1,5 tahun atlet digodok. Latihan intens terus dilakukan untuk mematangkan kemampuan sebelum bertanding. Latihan bersama anggota regu lebih dioptimalkan agar lebih kompak mengeluarkan jurus.

Berkat latihan intens itu, atlet taekwondo kategori beregu poomsae putra berhasil merebut medali emas. Salah satu kiat yang diterapkan dalam latihan yakni menanamkan kepada para atlet untuk menjadikan latihan seperti kejuaraan.

Meski sekadar latihan, keseriusan serta kedisiplinan mereka harus seperti kejuaraan. Sementara ketika bertanding secara resmi, mental mereka harus lebih rileks. Yakni, menjadikan kejuaraan seperti latihan.

Para atlet terbiasa berlatih seperti nuansa kejuaraan. Dengan demikian, mental dan emosional atlet stabil. ”Menjelang kejuaraan, latihannya sudah seperti bertanding di kejuaraan,” katanya.

Pria yang juga kepala pelatih TI Pamekasan itu menjelaskan, usai porprov, latihan terus dilakukan secara intens. Harapannya, kemampuan para atlet semakin matang menatap sejumlah agenda kejuaraan mendatang.

Baca Juga :  Nurul Hakiki, Remaja 16 Tahun Hanya Bisa Terbaring sejak Lahir

Prestasi yang diraih tidak menjadi pemicu atlet bersantai. Justru, semangat latihan, baik fisik, teknik, maupun mental harus lebih ditingkatkan. Tujuannya, agar kemampuannya lebih optimal dan bisa mengukir prestasi di tingkat nasional.

Di tempat terpisah, Zainurrahman Basyir bersyukur atas capaian gemilang yang ditorehkan bersama timnya itu. Prestasi diperoleh berkat kerja keras serta doa seluruh warga Bumi Ratu Pamelingan.

Semenjak mengikuti pemusatan latihan kabupaten (puslatkab), latihan dilaksanakan secara intens. Namun, kadang latihan tidak lengkap. Sebab, Zain –sapaan Zainurrahman Basyir– kuliah di Surabaya.

Namun, pada liburan kuliah beberapa waktu lalu, latihan intens dilakukan bertiga. Perbedaan karakter dan teknik tiap atlet berhasil menyatu. ”Alhamdulillah kami juara,” tandasnya.

Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan merupakan penyumbang medali emas terbanyak untuk Kota Gerbang Salam. Ada trik tersendiri yang diterapkan pelatih sehingga bisa meraih prestasi paripurna itu.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

EMPAT medali emas Porprov VI Jatim cabang olahraga taekwondo diboyong ke Pamekasan. Salah satunya disabet tim poomsae putra. Tim ini terdiri atas Moh. Rizky Maulidi, Raja Dewantara Putra, dan Zainurrahman Basyir.


Tiga atlet kebanggaan warga Pamekasan itu memiliki karakter berbeda. Teknik dan kondisi emosionalnya tidak sama. Pelatih bekerja keras menyatukan keberagaman mereka.

Ketua Pengkab TI Pamekasan Sudiyanto mengatakan, pekerjaan paling berat bagi pelatih adalah menyatukan perbedaan dari ketiga atlet. Sebab, di arena pertandingan, mereka harus sama dari berbagai sisi.

Sebab, pertandingan poomsae mengedepankan kekompakan. Dengan demikian, atlet harus seragam. ”Tugas pelatih mengawinkan perbedaan karakter dan teknik atlet,” kata Sudiyanto Senin (22/7).

Baca Juga :  Atlet Taekwondo Pamekasan Raih Perunggu PON Papua

Selama 1,5 tahun atlet digodok. Latihan intens terus dilakukan untuk mematangkan kemampuan sebelum bertanding. Latihan bersama anggota regu lebih dioptimalkan agar lebih kompak mengeluarkan jurus.

Berkat latihan intens itu, atlet taekwondo kategori beregu poomsae putra berhasil merebut medali emas. Salah satu kiat yang diterapkan dalam latihan yakni menanamkan kepada para atlet untuk menjadikan latihan seperti kejuaraan.

Meski sekadar latihan, keseriusan serta kedisiplinan mereka harus seperti kejuaraan. Sementara ketika bertanding secara resmi, mental mereka harus lebih rileks. Yakni, menjadikan kejuaraan seperti latihan.

Para atlet terbiasa berlatih seperti nuansa kejuaraan. Dengan demikian, mental dan emosional atlet stabil. ”Menjelang kejuaraan, latihannya sudah seperti bertanding di kejuaraan,” katanya.

Pria yang juga kepala pelatih TI Pamekasan itu menjelaskan, usai porprov, latihan terus dilakukan secara intens. Harapannya, kemampuan para atlet semakin matang menatap sejumlah agenda kejuaraan mendatang.

Baca Juga :  Konseptor Pariwisata Madura Tanggapi Pembakaran Kedai Bukit Bintang

Prestasi yang diraih tidak menjadi pemicu atlet bersantai. Justru, semangat latihan, baik fisik, teknik, maupun mental harus lebih ditingkatkan. Tujuannya, agar kemampuannya lebih optimal dan bisa mengukir prestasi di tingkat nasional.

Di tempat terpisah, Zainurrahman Basyir bersyukur atas capaian gemilang yang ditorehkan bersama timnya itu. Prestasi diperoleh berkat kerja keras serta doa seluruh warga Bumi Ratu Pamelingan.

Semenjak mengikuti pemusatan latihan kabupaten (puslatkab), latihan dilaksanakan secara intens. Namun, kadang latihan tidak lengkap. Sebab, Zain –sapaan Zainurrahman Basyir– kuliah di Surabaya.

Namun, pada liburan kuliah beberapa waktu lalu, latihan intens dilakukan bertiga. Perbedaan karakter dan teknik tiap atlet berhasil menyatu. ”Alhamdulillah kami juara,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/