alexametrics
29.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Jadi Kawasan Terpencil, Dua Dusun Belum Nikmati Listrik

Komitmen pemerintah melakukan pemerataan listrik perdesaan demi terwujudnya energi berkeadilan belum optimal. Indikasinya, sampai saat ini masih ada desa di daratan Sumenep yang belum teraliri listrik.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SUMENEP merupakan satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang memiliki wilayah sangat luas. Yakni, terdiri dari daratan dan kepulauan. Salah satu dampaknya, tidak semua penduduk dapat menikmati program dan fasilitas yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya program pemerataan listrik.

Sampai saat ini, tidak hanya beberapa desa di kepulauan yang belum bisa menikmati listrik. Tapi, ada juga penduduk di sejumlah desa di daratan yang tidak bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Misalnya, warga Dusun Opelan dan Dusun Durbugan yang berada di Desa Bilapora Barat, Kecamatan Ganding.

Kepala Desa (Kades) Bilapora Barat Helmi menuturkan, pasokan listrik di dua dusun tersebut belum tersambung dengan jaringan yang ada. Akibatnya, warga harus memanfaatkan alat penerang seadanya. Aktivitas warga jadi serba terbatas. ”Ada sekitar 60 kepala keluarga yang tinggal di dua dusun tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Mantan TKI Asal Sampang Coba Peruntungan Tanam Tembakau

Menurut dia, akhir-akhir ini bukan berarti warga tidak dapat menikmati aliran listrik sama sekali. Sebagian warga bisa menikmati aliran listrik setelah patungan membeli kabel untuk disambungkan ke desa tetangga. ”Namun, dayanya tidak seberapa karena lokasinya memang cukup jauh,” imbuhnya.

Dijelaskan, realitas tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, pemerintah sudah pernah melakukan uji coba kekuatan daya listrik. Namun, kelanjutan program tersebut masih akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten. ”Kami sudah sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan sudah ditangani. Sudah ada tiangnya dan sudah uji coba,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Fadholi tidak menampik ada dua dusun di wilayah daratan belum teraliri listrik. Sebab, aksesnya cukup sulit dan berada di kawasan terpencil. ”Namun, sekarang sudah dalam penanganan dan fasilitas yang kurang akan segera dilengkapi,” paparnya.

Baca Juga :  Menu Ramadan Ketua PN Sampang Irianto Prijatna Utama

Fadholi optimistis tahun ini semua wilayah di daratan sudah teraliri listrik. Sebab, institusinya sudah menjalin kerja sama dengan PT PLN untuk menyambung jaringan dan warga setempat juga berminat menjadi pelanggan perusahaan pelat merah tersebut. ”Problem yang sama juga masih dialami beberapa warga di kepulauan,” ungkapnya.

Diterangkan, empat desa di Pulau Gili Raja sampai sekarang belum bisa menikmati listrik. Meski sudah ada komponen dan jaringan sudah lama terpasang, tapi warga belum bisa menikmati aliran listrik. Sebab, belum ada kesepakatan dengan pengelola. Misalnya, ada permintaan dari pengelola untuk menambah fasilitas seperti pos petugas.

”Kalau di Gili Raja, masih menunggu kelengkapan administrasi kami dengan pengelola karena belum ada yang final. Tapi yang jelas, tahun ini kami memprioritaskan listrik menyala di daratan dan kepulauan,” pungkasnya.

Komitmen pemerintah melakukan pemerataan listrik perdesaan demi terwujudnya energi berkeadilan belum optimal. Indikasinya, sampai saat ini masih ada desa di daratan Sumenep yang belum teraliri listrik.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SUMENEP merupakan satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang memiliki wilayah sangat luas. Yakni, terdiri dari daratan dan kepulauan. Salah satu dampaknya, tidak semua penduduk dapat menikmati program dan fasilitas yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya program pemerataan listrik.


Sampai saat ini, tidak hanya beberapa desa di kepulauan yang belum bisa menikmati listrik. Tapi, ada juga penduduk di sejumlah desa di daratan yang tidak bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Misalnya, warga Dusun Opelan dan Dusun Durbugan yang berada di Desa Bilapora Barat, Kecamatan Ganding.

Kepala Desa (Kades) Bilapora Barat Helmi menuturkan, pasokan listrik di dua dusun tersebut belum tersambung dengan jaringan yang ada. Akibatnya, warga harus memanfaatkan alat penerang seadanya. Aktivitas warga jadi serba terbatas. ”Ada sekitar 60 kepala keluarga yang tinggal di dua dusun tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Keseruan Lomba Fotografi Memotret Kawasan Pendapa Ronggosukowati

Menurut dia, akhir-akhir ini bukan berarti warga tidak dapat menikmati aliran listrik sama sekali. Sebagian warga bisa menikmati aliran listrik setelah patungan membeli kabel untuk disambungkan ke desa tetangga. ”Namun, dayanya tidak seberapa karena lokasinya memang cukup jauh,” imbuhnya.

Dijelaskan, realitas tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perhatian pemerintah. Bahkan, pemerintah sudah pernah melakukan uji coba kekuatan daya listrik. Namun, kelanjutan program tersebut masih akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten. ”Kami sudah sampaikan kepada pemerintah kabupaten dan sudah ditangani. Sudah ada tiangnya dan sudah uji coba,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Fadholi tidak menampik ada dua dusun di wilayah daratan belum teraliri listrik. Sebab, aksesnya cukup sulit dan berada di kawasan terpencil. ”Namun, sekarang sudah dalam penanganan dan fasilitas yang kurang akan segera dilengkapi,” paparnya.

Baca Juga :  Enam Pulau Segera Teraliri Listrik

Fadholi optimistis tahun ini semua wilayah di daratan sudah teraliri listrik. Sebab, institusinya sudah menjalin kerja sama dengan PT PLN untuk menyambung jaringan dan warga setempat juga berminat menjadi pelanggan perusahaan pelat merah tersebut. ”Problem yang sama juga masih dialami beberapa warga di kepulauan,” ungkapnya.

Diterangkan, empat desa di Pulau Gili Raja sampai sekarang belum bisa menikmati listrik. Meski sudah ada komponen dan jaringan sudah lama terpasang, tapi warga belum bisa menikmati aliran listrik. Sebab, belum ada kesepakatan dengan pengelola. Misalnya, ada permintaan dari pengelola untuk menambah fasilitas seperti pos petugas.

”Kalau di Gili Raja, masih menunggu kelengkapan administrasi kami dengan pengelola karena belum ada yang final. Tapi yang jelas, tahun ini kami memprioritaskan listrik menyala di daratan dan kepulauan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/