alexametrics
20.2 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Cynthya Dewi Baca Referensi Islam sebelum Ucapkan Syahadat

PAMEKASAN – Masjid Al Munawwarah terlihat megah Jumat (23/3). Ratusan jamaah memadati rumah ibadah di Jalan R Abd. Aziz, Pamekasan, tersebut. Lantunan ayat suci Alquran menggema begitu indah.

Lantunan suara qari menyejukkan hati. Gemercik air wudu serta komat-kamit bibir jamaah membaca doa dan puji-pujian kepada Allah kian menenangkan jiwa.

Pada bagian kiri masjid, tepat di sekat ruang khusus jamaah perempuan, terlihat sejumlah muslimah dengan pakaian sopan. Mereka berkumpul, bersiap menggelar prosesi sakral yang sangat mengharukan.

Yakni, pembacaan kalimat syahadat dari seorang perempuan yang terketuk hatinya sejak beberapa bulan lalu. Perempuan yang kini menjadi mualaf itu bernama lengkap Yunita Cynthya Dewi.

Dia lahir di Surabaya pada 3 Juni 1989. Perempuan berbadan tinggi dengan kulit putih itu memiliki dua orang anak. Sejak sekitar lima bulan lalu, hatinya gelisah. Ada guncangan hebat di kalbu paling dalam.

Baca Juga :  Menjenguk Muhammadi Riyan, Anak yang Menderita Tumor Ganas

Cynthya ingin masuk Islam. Meski dia lahir dari keluarga nasrani, namun keinginannya begitu kuat. Dia meninggalkan aktivitas ibadah di gereja. Dia fokus membaca literatur tentang Islam.

Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang teman yang memantapkan keinginannya hijrah ke agama Islam. Kemudian, harapan itu memuncak pada pembacayaan kalimat syahadat di Masjid Al Munawwarah.

Cynthya mengatakan, sejak beberapa bulan lalu, dia gelisah. Keinginannya mengenal Islam sangat besar. Bahkan, sebelum mantap mengucapkan kalimat syahadat, dia membaca referensi tentang Islam.

Ketertarikan pada Islam bukan pengaruh orang lain. Tetapi, benar-benar muncul dari hati paling dalam. Dia ingin mencari ketenangan dalam hidup. ”Beberapa hari terakhir ini kayak ada yang ngajak untuk segera masuk Islam,” katanya.

Setelah menjadi mualaf, Cynthya mengaku ingin lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Dia ingin belajar Islam lebih dalam. Sebab, selama ini, dia hanya membaca referensi seperti sejarah Islam.

Baca Juga :  Suka Duka Moh. Suhri Menjadi Juru Kunci Pesarean Aer Mata Ebu

Perempuan berbadan tinggi itu ingin belajar salat secara sempurna. Kemudian, dia ingin belajar membaca ayat suci Alquran. ”Saya ingin bisa mengaji. Saya suka mendengarkan orang mengaji,” katanya.

Cynthya mengaku, keputusannya belum diketahui keluarga besarnya. Secara bertahap, dia akan menyampaikan keputusan besar itu kepada keluarga dan seluruh sanak familinya.

Pengurus Masjid Al Munawwarah Salah Syamlan mengatakan, prosesi pembacaan syahadat mualaf di masjid itu bukan hanya sekali. Sebelumnya, ada warga nonmuslim yang juga membaca syahadat di masjid megah warna putih itu.

Salah berharap, Cynthya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, dia masuk Islam bukan karena dipengaruhi orang lain. Tetapi, benar-benar keinginan dari hati. ”Sempat saya tanyakan, masuk Islam karena keinginan sendiri apa dipengaruhi orang lain, jawabannya keinginan sendiri,” tandasnya.

PAMEKASAN – Masjid Al Munawwarah terlihat megah Jumat (23/3). Ratusan jamaah memadati rumah ibadah di Jalan R Abd. Aziz, Pamekasan, tersebut. Lantunan ayat suci Alquran menggema begitu indah.

Lantunan suara qari menyejukkan hati. Gemercik air wudu serta komat-kamit bibir jamaah membaca doa dan puji-pujian kepada Allah kian menenangkan jiwa.

Pada bagian kiri masjid, tepat di sekat ruang khusus jamaah perempuan, terlihat sejumlah muslimah dengan pakaian sopan. Mereka berkumpul, bersiap menggelar prosesi sakral yang sangat mengharukan.


Yakni, pembacaan kalimat syahadat dari seorang perempuan yang terketuk hatinya sejak beberapa bulan lalu. Perempuan yang kini menjadi mualaf itu bernama lengkap Yunita Cynthya Dewi.

Dia lahir di Surabaya pada 3 Juni 1989. Perempuan berbadan tinggi dengan kulit putih itu memiliki dua orang anak. Sejak sekitar lima bulan lalu, hatinya gelisah. Ada guncangan hebat di kalbu paling dalam.

Baca Juga :  Spirit HUT Ke-54 IAIN Madura, Bakal Buka Dua Prodi Eksak

Cynthya ingin masuk Islam. Meski dia lahir dari keluarga nasrani, namun keinginannya begitu kuat. Dia meninggalkan aktivitas ibadah di gereja. Dia fokus membaca literatur tentang Islam.

Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang teman yang memantapkan keinginannya hijrah ke agama Islam. Kemudian, harapan itu memuncak pada pembacayaan kalimat syahadat di Masjid Al Munawwarah.

Cynthya mengatakan, sejak beberapa bulan lalu, dia gelisah. Keinginannya mengenal Islam sangat besar. Bahkan, sebelum mantap mengucapkan kalimat syahadat, dia membaca referensi tentang Islam.

Ketertarikan pada Islam bukan pengaruh orang lain. Tetapi, benar-benar muncul dari hati paling dalam. Dia ingin mencari ketenangan dalam hidup. ”Beberapa hari terakhir ini kayak ada yang ngajak untuk segera masuk Islam,” katanya.

Setelah menjadi mualaf, Cynthya mengaku ingin lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Dia ingin belajar Islam lebih dalam. Sebab, selama ini, dia hanya membaca referensi seperti sejarah Islam.

Baca Juga :  Menjenguk Muhammadi Riyan, Anak yang Menderita Tumor Ganas

Perempuan berbadan tinggi itu ingin belajar salat secara sempurna. Kemudian, dia ingin belajar membaca ayat suci Alquran. ”Saya ingin bisa mengaji. Saya suka mendengarkan orang mengaji,” katanya.

Cynthya mengaku, keputusannya belum diketahui keluarga besarnya. Secara bertahap, dia akan menyampaikan keputusan besar itu kepada keluarga dan seluruh sanak familinya.

Pengurus Masjid Al Munawwarah Salah Syamlan mengatakan, prosesi pembacaan syahadat mualaf di masjid itu bukan hanya sekali. Sebelumnya, ada warga nonmuslim yang juga membaca syahadat di masjid megah warna putih itu.

Salah berharap, Cynthya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sebab, dia masuk Islam bukan karena dipengaruhi orang lain. Tetapi, benar-benar keinginan dari hati. ”Sempat saya tanyakan, masuk Islam karena keinginan sendiri apa dipengaruhi orang lain, jawabannya keinginan sendiri,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/