alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Beatrix Anindita L, Siswa yang Sabet Penghargaan Dansa Internasional

Cabang olahraga (cabor) yang digeluti Laras memang belum dikenal luas. Bahkan, di Bangkalan belum ada. Namun, masalah prestasi patut mendapat apresiasi.

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

DILIHAT dari luar, SD Katolik Maria Fatima tidak ada aktivitas kemarin (23/2). Hanya ada beberapa anak di halaman sekolah di Jalan KH Hasyim Asy’ari itu. Maklum pembelajaran secara tatap muka (PTM) masih terhalang pandemi Covid-19.

Maria Evi Sugihartanti menyambut kedatangan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di sekolah yang terletak di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, tersebut. Perempuan itu kemudian memanggil seorang siswa. Lalu, kami berbincang di salah satu ruangan di ujung timur.

Siswa itu bernama lengkap Beatrix Anindita Larasati. Biasa dipanggil Laras. Umur 10 tahun. Saat ini masih kelas 4. Siswa asal Jalan KH Hasyim Asy’ari 30/A itu memiliki prestasi membanggakan.

Sejak Okbober 2020, siswa yang mengenakan masker bermotif tersebut meraih beberapa penghargaan. Mulai dari tingkat Asia hingga internasional. Laras mengumpulkan prestasi bergengsi melalui cabang olahraga (cabor) Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI).

Cabor IODI sampai saat ini belum memiliki wadah di Kota Salak. Bahkan, banyak yang belum mengenal. Pada Oktober 2020, Laras mendapat dua penghargaan sebagai juara 1 tingkat Asia dalam Blackpoll Dance Festival kategori jive untuk anak usia 10 tahun.

Baca Juga :  Vaksinasi Jadi Syarat Siswa SMA-SMK PTM

Selain itu, juara 3 dalam Crystal Dancesport Championship dengan kategori yang sama. Kemudian, pada Desember 2020 Laras memborong dua juara dalam kompetisi Centrall Open Dancesport Competitions Philippine untuk dua kategori berbeda. Lalu, meraih juara 7 dalam ajang Blackpool Online Spring Festival of Dance Rank Under 10 Jive Tingkat Dunia. Terakhir, mendapat dua juara prestasi Geraldine Dance Challenge Philippine untuk dua kategori berbeda. ”Lombanya dilaksanakan secara online,” ucapnya kemarin (23/2).

Menjadi atlet IODI bagi Laras tidak begitu sulit. Sebab, sebelum menjatuhkan hati kepada cabor IODI, Laras aktif sebagai penari di Sanggar Seni Tarara. Namun pada 2019, dirinya memilih fokus berlatih menjadi atlet IODI.

Karena di Bangkalan belum ada cabor itu, Laras bergabung dengan klub dansa Trivi Dancesport Community (TDC) di Pakuwon City, Surabaya. Dengan jarak latihan yang cukup jauh, tidak sedikit kocek yang harus dikeluarkan Maria Evi Sugihartanti.

Selain sebagai kepala sekolah, Maria merupakan ibunda Laras. Karena itu, selaku orang tua, dia mendukung hobi sang putri. Dalam sepekan empat kali latihan di Kota Pahlawan. ”Orang tua selalu mendukung untuk latihan dan penyediaan baju dan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Gara-Gara Serempet Mobil, Siswa Dianiaya

Pada 2020, Laras tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim). Namun, saat itu Laras tidak mewakili Kabupaten Bangkalan, tetapi mewakili Kabupaten Malang. Semua itu atas pertimbangan klubnya karena di Bangkalan belum ada cabor IODI.

Meski begitu, Laras bercita-cita menjadi pelatih dansa profesional. Anak pertama tiga bersaudara pasangan Bernardus Probo Pambudi dan Maria Evi Sugihartanti itu ingin mengembangkan IODI di Kata Salak. ”Saya ingin mengharumkan Bangkalan,” tambahnya.

Prestasi tingkat Asia dan internasional yang diraih melalui kompetisi online. Semua prestasi itu berhasil diraih meski di tengah pandemi Covid-19. Laras berharap para atlet tidak putus asa untuk terus berlatih meski event dilaksanakan secara daring.

Maria sangat bangga atas prestasi yang diraih putrinya tersebut. Pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal IODI. ”Kami barharap ke depan nama Bangkalan bisa (dikenal) melalui IODI,” ucapnya.

Ketua Umum Komite Olaraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan Fauzan Jakfar mengakui di Kota Salak belum ada cabor IODI. Namun, dia berkomitmen akan mencari atlet yang memiliki potensi besar dapat mengharumkan Bangkalan. Termasuk yang saat ini berkarir di luar Bangkalan. ”Atlet yang berasal dari Bangkalan harus kembali ke Bangkalan,” katanya.

Cabang olahraga (cabor) yang digeluti Laras memang belum dikenal luas. Bahkan, di Bangkalan belum ada. Namun, masalah prestasi patut mendapat apresiasi.

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

DILIHAT dari luar, SD Katolik Maria Fatima tidak ada aktivitas kemarin (23/2). Hanya ada beberapa anak di halaman sekolah di Jalan KH Hasyim Asy’ari itu. Maklum pembelajaran secara tatap muka (PTM) masih terhalang pandemi Covid-19.


Maria Evi Sugihartanti menyambut kedatangan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di sekolah yang terletak di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, tersebut. Perempuan itu kemudian memanggil seorang siswa. Lalu, kami berbincang di salah satu ruangan di ujung timur.

Siswa itu bernama lengkap Beatrix Anindita Larasati. Biasa dipanggil Laras. Umur 10 tahun. Saat ini masih kelas 4. Siswa asal Jalan KH Hasyim Asy’ari 30/A itu memiliki prestasi membanggakan.

Sejak Okbober 2020, siswa yang mengenakan masker bermotif tersebut meraih beberapa penghargaan. Mulai dari tingkat Asia hingga internasional. Laras mengumpulkan prestasi bergengsi melalui cabang olahraga (cabor) Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI).

Cabor IODI sampai saat ini belum memiliki wadah di Kota Salak. Bahkan, banyak yang belum mengenal. Pada Oktober 2020, Laras mendapat dua penghargaan sebagai juara 1 tingkat Asia dalam Blackpoll Dance Festival kategori jive untuk anak usia 10 tahun.

Baca Juga :  Pandemi, Jatah Bulanan Ketemu Keluarga Raib

Selain itu, juara 3 dalam Crystal Dancesport Championship dengan kategori yang sama. Kemudian, pada Desember 2020 Laras memborong dua juara dalam kompetisi Centrall Open Dancesport Competitions Philippine untuk dua kategori berbeda. Lalu, meraih juara 7 dalam ajang Blackpool Online Spring Festival of Dance Rank Under 10 Jive Tingkat Dunia. Terakhir, mendapat dua juara prestasi Geraldine Dance Challenge Philippine untuk dua kategori berbeda. ”Lombanya dilaksanakan secara online,” ucapnya kemarin (23/2).

Menjadi atlet IODI bagi Laras tidak begitu sulit. Sebab, sebelum menjatuhkan hati kepada cabor IODI, Laras aktif sebagai penari di Sanggar Seni Tarara. Namun pada 2019, dirinya memilih fokus berlatih menjadi atlet IODI.

Karena di Bangkalan belum ada cabor itu, Laras bergabung dengan klub dansa Trivi Dancesport Community (TDC) di Pakuwon City, Surabaya. Dengan jarak latihan yang cukup jauh, tidak sedikit kocek yang harus dikeluarkan Maria Evi Sugihartanti.

Selain sebagai kepala sekolah, Maria merupakan ibunda Laras. Karena itu, selaku orang tua, dia mendukung hobi sang putri. Dalam sepekan empat kali latihan di Kota Pahlawan. ”Orang tua selalu mendukung untuk latihan dan penyediaan baju dan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Inilah Atlet Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim Asal Madura (1)

Pada 2020, Laras tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim). Namun, saat itu Laras tidak mewakili Kabupaten Bangkalan, tetapi mewakili Kabupaten Malang. Semua itu atas pertimbangan klubnya karena di Bangkalan belum ada cabor IODI.

Meski begitu, Laras bercita-cita menjadi pelatih dansa profesional. Anak pertama tiga bersaudara pasangan Bernardus Probo Pambudi dan Maria Evi Sugihartanti itu ingin mengembangkan IODI di Kata Salak. ”Saya ingin mengharumkan Bangkalan,” tambahnya.

Prestasi tingkat Asia dan internasional yang diraih melalui kompetisi online. Semua prestasi itu berhasil diraih meski di tengah pandemi Covid-19. Laras berharap para atlet tidak putus asa untuk terus berlatih meski event dilaksanakan secara daring.

Maria sangat bangga atas prestasi yang diraih putrinya tersebut. Pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal IODI. ”Kami barharap ke depan nama Bangkalan bisa (dikenal) melalui IODI,” ucapnya.

Ketua Umum Komite Olaraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan Fauzan Jakfar mengakui di Kota Salak belum ada cabor IODI. Namun, dia berkomitmen akan mencari atlet yang memiliki potensi besar dapat mengharumkan Bangkalan. Termasuk yang saat ini berkarir di luar Bangkalan. ”Atlet yang berasal dari Bangkalan harus kembali ke Bangkalan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/