alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Realisasi DAK di Lingkungan Disdik Pamekasan

PAMEKASAN – Meningkatkan kualitas pendidikan tidak cukup membenahi kurikulum. Butuh perbaikan fasilitas agar anak didik bisa rajin, semangat, dan betah. Disdik Pamekasan senantiasa mengalokasikan anggaran untuk rehab sekolah-sekolah setiap tahun.

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan menggelontorkan anggaran Rp 4,130 miliar. Anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) itu dipergunakan untuk memperbaiki sekolah yang rusak. Anggaran itu dipakai hanya untuk sekolah-sekolah yang tingkat kerusakannya lebih dari 30 persen.

Ada 25 sekolah dasar yang direhab disdik. Yakni, SDN Jungcangcang 5, SDN Jungcangcang 8, SDN Barurambat Kota 3, SDN Teja Barat 3, dan SDN Klampar 2. Kemudian, SDN Panaguan 1, SDN Tlangoh, SDN Gro’om, SDN Larangan Tokol 4, dan SDN Bandaran 2. Selain itu, SDN Polagan 1, SDN Ponteh 2, SDN Pagendingan 2, SDN Montok 3, dan SDN Sentol 1.

Baca Juga :  Banyak Guru di Pantura Minta Dimutasi

Selanjutnya, SDN Bulangan Timur 1, SDN Palengaan Daya 1, SDN Palengaan Laok 4, SDN Cenlecen 1, dan SDN Tagangser Laok 3. SDN Sumber Waru 2, SDN Bungberuh 2, SDN Bujur Tengah 1, SDN Bujur Barat 2, dan SDN Tlonto Rajah 5 juga direhabilitasi.

Rehab yang dibiayai DAK hanya kerusakan sedang dan berat. Untuk rehab ringan yang kerusakannya tidak sampai 30 persen diperbaiki pihak sekolah sendiri melalui dana BOS. Rehab sedang dimaksud yakni sekolah yang tingkat kerusakannya antara 30–45 persen. Sementara rehab berat manakala tingkat kerusakannya antara 45–65 persen.

”Besaran anggaran per sekolah disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta hasil analisis dari tim teknis, yakni konsultan yang ditunjuk oleh disdik,” jelas Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun.

Baca Juga :  Tahun Depan Semua Sekolah Gelar UNBK

Tarsun berharap agar kepala sekolah, guru, dan seluruh unsur sekolah memanfaatkan gedung yang sudah diperbaiki melalui DAK disdik. Dia juga meminta agar gedung yang ada dirawat semaksimal mungkin. Sebab, pemeliharaan secara rutin akan menghindari dari kerusakan berat.

”Contoh, genting saja turun itu mempercepat kerusakan. Hal-hal kecil mohon sekolah yang mengawasi agar tidak cepat rusak. Mereka harus merasa memiliki bangunan yang ada,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SDN Jungcangcang 5 Kota Pamekasan Aminatus Syamsiyah mengaku senang karena dapat bantuan rehab dari DAK disdik. Sebab, menurutnya, selama ini sekolahnya kebanjiran saat musim hujan.

Dengan bantuan DAK, pihaknya meninggikan lantai dan atap gedung. ”Banjir. Banyak alat elektronik rusak. Mudah-mudahan karena tingginya sudah 30 cm dari bawah, ke depan tidak banjir lagi,” harapnya. 

PAMEKASAN – Meningkatkan kualitas pendidikan tidak cukup membenahi kurikulum. Butuh perbaikan fasilitas agar anak didik bisa rajin, semangat, dan betah. Disdik Pamekasan senantiasa mengalokasikan anggaran untuk rehab sekolah-sekolah setiap tahun.

Tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan menggelontorkan anggaran Rp 4,130 miliar. Anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) itu dipergunakan untuk memperbaiki sekolah yang rusak. Anggaran itu dipakai hanya untuk sekolah-sekolah yang tingkat kerusakannya lebih dari 30 persen.

Ada 25 sekolah dasar yang direhab disdik. Yakni, SDN Jungcangcang 5, SDN Jungcangcang 8, SDN Barurambat Kota 3, SDN Teja Barat 3, dan SDN Klampar 2. Kemudian, SDN Panaguan 1, SDN Tlangoh, SDN Gro’om, SDN Larangan Tokol 4, dan SDN Bandaran 2. Selain itu, SDN Polagan 1, SDN Ponteh 2, SDN Pagendingan 2, SDN Montok 3, dan SDN Sentol 1.

Baca Juga :  Cara Perihal Kopi Ringankan Beban Warga di Masa Pandemi

Selanjutnya, SDN Bulangan Timur 1, SDN Palengaan Daya 1, SDN Palengaan Laok 4, SDN Cenlecen 1, dan SDN Tagangser Laok 3. SDN Sumber Waru 2, SDN Bungberuh 2, SDN Bujur Tengah 1, SDN Bujur Barat 2, dan SDN Tlonto Rajah 5 juga direhabilitasi.

Rehab yang dibiayai DAK hanya kerusakan sedang dan berat. Untuk rehab ringan yang kerusakannya tidak sampai 30 persen diperbaiki pihak sekolah sendiri melalui dana BOS. Rehab sedang dimaksud yakni sekolah yang tingkat kerusakannya antara 30–45 persen. Sementara rehab berat manakala tingkat kerusakannya antara 45–65 persen.

”Besaran anggaran per sekolah disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta hasil analisis dari tim teknis, yakni konsultan yang ditunjuk oleh disdik,” jelas Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun.

Baca Juga :  Kekompakan Warga Desa Banyusokah Memperbaiki Jalan Rusak

Tarsun berharap agar kepala sekolah, guru, dan seluruh unsur sekolah memanfaatkan gedung yang sudah diperbaiki melalui DAK disdik. Dia juga meminta agar gedung yang ada dirawat semaksimal mungkin. Sebab, pemeliharaan secara rutin akan menghindari dari kerusakan berat.

”Contoh, genting saja turun itu mempercepat kerusakan. Hal-hal kecil mohon sekolah yang mengawasi agar tidak cepat rusak. Mereka harus merasa memiliki bangunan yang ada,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SDN Jungcangcang 5 Kota Pamekasan Aminatus Syamsiyah mengaku senang karena dapat bantuan rehab dari DAK disdik. Sebab, menurutnya, selama ini sekolahnya kebanjiran saat musim hujan.

Dengan bantuan DAK, pihaknya meninggikan lantai dan atap gedung. ”Banjir. Banyak alat elektronik rusak. Mudah-mudahan karena tingginya sudah 30 cm dari bawah, ke depan tidak banjir lagi,” harapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/