alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

SAE Gelar Aksi Pengalangan Dana untuk Korban Kabut Asap

Korban kabut asap di Kalimantan dan Sumatera memantik perhatian banyak pihak. Salah satunya Sekolah Alam Excellentia (SAE). Ada sekitar 100 anak yang terlibat dalam aksi penggalangan dana untuk para korban tersebut.

PAGI kemarin begitu cerah. Taman Arek Lancor disesaki warga. Beberapa dari mereka ada yang berlari-lari kecil, bersepeda, duduk lesehan di trotoar taman, dan berswafoto.

Sementara matahari kian naik. Beberapa ada yang mulai beranjak pulang. Di tengah-tengah keramaian itu, ada sekelompok anak terlihat memegang baliho.

Mereka melakukan aksi penggalangan dana untuk korban kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ”Kami peduli bencana asap,” demikian tertulis dari salah satu baliho berwarna merah.

Bocah mungil itu berkumpul di beberapa titik di Taman Arek Lancor. Ada yang tepat di pojok trotoar sekitar taman, tempat orang berlalu-lalang.

Anak-anak yang masih duduk di kelompok bermain dan taman kanak-kanak (KB/TK) dan sekolah dasar (SD) itu berasal dari Sekolah Alam Excellentia (SAE). Ada sekitar 100 siswa gabungan dari KB/TK dan SD SAE yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk bencana kabut asap itu.

Baca Juga :  Waspada, Kurang Tidur Bisa Menggangu Kehidupan Sosial

Tidak hanya memegang baliho yang menyatakan kepedulian. Anak-anak itu juga memakai kopiah yang ditempeli kertas bertulis ”Peduli bencana asap”. Tak kalah pentingnya, anak-anak itu membawa kardus. Orang-orang yang peduli akan menyumbangkan dana untuk korban bencana kabut asap.

Penggalangan dana itu dilakukan anak-anak mulai pukul 05.30 sampai 07.00. Serangkaian aksi penggalangan itu ditemani guru, wali siswa, dan fasilitator.

Direktur SAE Anni Rifqatul Laily mengutarakan, penggalangan dana untuk korban bencana semacam itu tidak lain untuk mengajarkan anak berjiwa sosial. Selain itu juga untuk membantu korban bencana.

”Itu pelajaran untuk mereka agar peduli kepada sesama yang terkena musibah, juga untuk menumbuhkan jiwa sosial. Apalagi kita bersaudara,” katanya kemarin (22/9).

Kegiatan itu diajarkan agar anak bisa bersikap dengan tulus dan ikhlas. ”Apa pun yang bisa kita lakukan akan kita lakukan untuk membantu,” tambah Anni.

Penggalangan dana itu sudah direncanakan sejak seminggu yang lalu. Secara serentak kegiatan aksi tersebut akan dilakukan oleh seluruh sekolah alam se-Indonesia pada hari Jumat. Namun karena kurang ramai, maka dipilih hari Minggu kemarin di Arek Lancor.

Baca Juga :  Sempatkan Telepon Istri ketika Hendak Sahur

Perempuan berkerudung itu mengatakan, hasil penggalangan dana paling lambat akan diserahkan minggu depan. Agar dana tersebut segara bisa membantu dan meringankan mereka yang sedang terpapar bencana asap.

Jika bencana asap itu belum juga selesai, pihaknya dan segenap siswa serta guru SAE akan kembali turun jalan untuk melakukan aksi yang sama. Yakni, menggalang dana kepedulian bagi korban bencana.

Sementara itu, Kepala KB/TK Linda Noviana Maulidiyah menambahkan, rangkaian aksi anak-anak SAE dalam menggalang dana itu memang serangkaian aksi bersama sekolah alam se-Indonesia. ”Salah satu sekolah alam yang ada di Palangka Raya juga terdampak bencana asap. Sekolah alam itu kemudian menjadi pusat rumah bebas asap yang bisa digunakan masyarakat di sekitar sana. Di sana disediakan alat-alat bantu pernapasan yang dibutuhkan,” paparnya.

Aksi penggalangan dana semacam itu juga sebagai bahan ajar sekolah alam yang memang mengajarkan peduli lingkungan. ”Bisa meningkatkan kepedulian siswa terhadap masalah yang terjadi di sekitar dan lebih memperhatikan pelestarian alam dan lingkungan,” terang Linda.

- Advertisement -

Korban kabut asap di Kalimantan dan Sumatera memantik perhatian banyak pihak. Salah satunya Sekolah Alam Excellentia (SAE). Ada sekitar 100 anak yang terlibat dalam aksi penggalangan dana untuk para korban tersebut.

PAGI kemarin begitu cerah. Taman Arek Lancor disesaki warga. Beberapa dari mereka ada yang berlari-lari kecil, bersepeda, duduk lesehan di trotoar taman, dan berswafoto.


Sementara matahari kian naik. Beberapa ada yang mulai beranjak pulang. Di tengah-tengah keramaian itu, ada sekelompok anak terlihat memegang baliho.

Mereka melakukan aksi penggalangan dana untuk korban kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ”Kami peduli bencana asap,” demikian tertulis dari salah satu baliho berwarna merah.

Bocah mungil itu berkumpul di beberapa titik di Taman Arek Lancor. Ada yang tepat di pojok trotoar sekitar taman, tempat orang berlalu-lalang.

Anak-anak yang masih duduk di kelompok bermain dan taman kanak-kanak (KB/TK) dan sekolah dasar (SD) itu berasal dari Sekolah Alam Excellentia (SAE). Ada sekitar 100 siswa gabungan dari KB/TK dan SD SAE yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk bencana kabut asap itu.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Adha, ACT Sambangi Warga Etiopia dan 49 Negara Lainnya

Tidak hanya memegang baliho yang menyatakan kepedulian. Anak-anak itu juga memakai kopiah yang ditempeli kertas bertulis ”Peduli bencana asap”. Tak kalah pentingnya, anak-anak itu membawa kardus. Orang-orang yang peduli akan menyumbangkan dana untuk korban bencana kabut asap.

Penggalangan dana itu dilakukan anak-anak mulai pukul 05.30 sampai 07.00. Serangkaian aksi penggalangan itu ditemani guru, wali siswa, dan fasilitator.

Direktur SAE Anni Rifqatul Laily mengutarakan, penggalangan dana untuk korban bencana semacam itu tidak lain untuk mengajarkan anak berjiwa sosial. Selain itu juga untuk membantu korban bencana.

”Itu pelajaran untuk mereka agar peduli kepada sesama yang terkena musibah, juga untuk menumbuhkan jiwa sosial. Apalagi kita bersaudara,” katanya kemarin (22/9).

Kegiatan itu diajarkan agar anak bisa bersikap dengan tulus dan ikhlas. ”Apa pun yang bisa kita lakukan akan kita lakukan untuk membantu,” tambah Anni.

Penggalangan dana itu sudah direncanakan sejak seminggu yang lalu. Secara serentak kegiatan aksi tersebut akan dilakukan oleh seluruh sekolah alam se-Indonesia pada hari Jumat. Namun karena kurang ramai, maka dipilih hari Minggu kemarin di Arek Lancor.

Baca Juga :  Sekolah Alam Excellentia Berlakukan Sampah sebagai Alat Tukar┬áMakanan

Perempuan berkerudung itu mengatakan, hasil penggalangan dana paling lambat akan diserahkan minggu depan. Agar dana tersebut segara bisa membantu dan meringankan mereka yang sedang terpapar bencana asap.

Jika bencana asap itu belum juga selesai, pihaknya dan segenap siswa serta guru SAE akan kembali turun jalan untuk melakukan aksi yang sama. Yakni, menggalang dana kepedulian bagi korban bencana.

Sementara itu, Kepala KB/TK Linda Noviana Maulidiyah menambahkan, rangkaian aksi anak-anak SAE dalam menggalang dana itu memang serangkaian aksi bersama sekolah alam se-Indonesia. ”Salah satu sekolah alam yang ada di Palangka Raya juga terdampak bencana asap. Sekolah alam itu kemudian menjadi pusat rumah bebas asap yang bisa digunakan masyarakat di sekitar sana. Di sana disediakan alat-alat bantu pernapasan yang dibutuhkan,” paparnya.

Aksi penggalangan dana semacam itu juga sebagai bahan ajar sekolah alam yang memang mengajarkan peduli lingkungan. ”Bisa meningkatkan kepedulian siswa terhadap masalah yang terjadi di sekitar dan lebih memperhatikan pelestarian alam dan lingkungan,” terang Linda.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/