alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Lihat Masjid Syaikhona Kholil Termotivasi Tingkatkan Ibadah

BANGKALAN – Tahun ini Lucky Wahyu menjadi bagian keluarga besar Madura United. Dia pun menjalani puasa bersama klub kebanggaan masyarakat Madura itu. Latihan demi menjaga kondisi fisik tetap fit merupakan aktivitas rutin Lucky selama Ramadan.

Suasana bulan puasa di Bangkalan dirasa berbeda oleh Lucky Wahyu. Maklum, pesepak bola andalan Madura United itu belum pernah menjalani puasa di Madura.

”Tahun ini kali pertama saya menjalani puasa bersama tim di Bangkalan. Rasanya sedikit berbeda. Tapi yang terpenting, seperti biasa, saya harus menjaga kondisi fisik tetap fit,” ujar pemain yang kerap berposisi sebagai gelandang bertahan tersebut.

Lucky memang baru musim ini berseragam Madura United. Jadi, Ramadan tahun ini merupakan pengalaman pertama dia berpuasa di Bangkalan. ”Suasana sih hampir sama dengan kota lain. Bedanya, di Bangkalan lebih banyak orang melaksanakan ibadah,” ucapnya kemarin (22/5).

Baca Juga :  Saling Meraba Kekuatan Lawan

Pesepak bola 28 tahun itu melihat ramainya masjid dan surau-surau di Bangkalan. ”Masjid Syaikhona Kholil ini, kalau waktunya Tarawih, penuh,” tutur Lucky. Suasana seperti itu membuat dia ikut semakin termotivasi meningkatkan ibadah.

Salah satunya ketika tadarus. Pria yang berencana segera menikah itu setiap hari mengikuti tadarus. ”Meski tidak banyak, yang penting bisa rutin mengaji,” ungkap Lucky.

Bila tidak ada kegiatan karena latihan libur, dia memilih istirahat. Lucky menyadari, kebugaran pesepak bola sangat penting. ”Kita kan masih berkompetisi. Walaupun bulan puasa, Liga 1 tetap jalan,” ujarnya.

Lucky menjaga pola makan. Saat sahur dan berbuka puasa, dia mengonsumsi menu yang seimbang. Salah satunya, menyantap yang manis-manis saat berbuka. ”Seperti es teh, kurma, dan buah-buahan. Tujuannya, mengembalikan stamina setelah sehari berpuasa,” ungkap pesepak bola asal Sidoarjo tersebut.

Baca Juga :  Sepatu Menawan ini Dibanderol Nyaris Rp 35 Juta

Dia sahur dan berbuka puasa di mes Madura United di kelurahan Martajasah, Bangkalan. Lucky tak terlalu memikirkan kampung halaman. Sidoarjo tidak terlalu jauh dari Bangkalan.

”Jauh dari keluarga itu biasa. Ke Jayapura saja bisa. Intinya, semua dijalani dengan niat ibadah dan semangat untuk membawa Madura menjadi nomor 1 di Indonesia,” tandas Lucky.

BANGKALAN – Tahun ini Lucky Wahyu menjadi bagian keluarga besar Madura United. Dia pun menjalani puasa bersama klub kebanggaan masyarakat Madura itu. Latihan demi menjaga kondisi fisik tetap fit merupakan aktivitas rutin Lucky selama Ramadan.

Suasana bulan puasa di Bangkalan dirasa berbeda oleh Lucky Wahyu. Maklum, pesepak bola andalan Madura United itu belum pernah menjalani puasa di Madura.

”Tahun ini kali pertama saya menjalani puasa bersama tim di Bangkalan. Rasanya sedikit berbeda. Tapi yang terpenting, seperti biasa, saya harus menjaga kondisi fisik tetap fit,” ujar pemain yang kerap berposisi sebagai gelandang bertahan tersebut.


Lucky memang baru musim ini berseragam Madura United. Jadi, Ramadan tahun ini merupakan pengalaman pertama dia berpuasa di Bangkalan. ”Suasana sih hampir sama dengan kota lain. Bedanya, di Bangkalan lebih banyak orang melaksanakan ibadah,” ucapnya kemarin (22/5).

Baca Juga :  Syaiful Hidayat, Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Smart

Pesepak bola 28 tahun itu melihat ramainya masjid dan surau-surau di Bangkalan. ”Masjid Syaikhona Kholil ini, kalau waktunya Tarawih, penuh,” tutur Lucky. Suasana seperti itu membuat dia ikut semakin termotivasi meningkatkan ibadah.

Salah satunya ketika tadarus. Pria yang berencana segera menikah itu setiap hari mengikuti tadarus. ”Meski tidak banyak, yang penting bisa rutin mengaji,” ungkap Lucky.

Bila tidak ada kegiatan karena latihan libur, dia memilih istirahat. Lucky menyadari, kebugaran pesepak bola sangat penting. ”Kita kan masih berkompetisi. Walaupun bulan puasa, Liga 1 tetap jalan,” ujarnya.

Lucky menjaga pola makan. Saat sahur dan berbuka puasa, dia mengonsumsi menu yang seimbang. Salah satunya, menyantap yang manis-manis saat berbuka. ”Seperti es teh, kurma, dan buah-buahan. Tujuannya, mengembalikan stamina setelah sehari berpuasa,” ungkap pesepak bola asal Sidoarjo tersebut.

Baca Juga :  Satu Tahun setelah Jembatan Penghubung Desa Ambruk

Dia sahur dan berbuka puasa di mes Madura United di kelurahan Martajasah, Bangkalan. Lucky tak terlalu memikirkan kampung halaman. Sidoarjo tidak terlalu jauh dari Bangkalan.

”Jauh dari keluarga itu biasa. Ke Jayapura saja bisa. Intinya, semua dijalani dengan niat ibadah dan semangat untuk membawa Madura menjadi nomor 1 di Indonesia,” tandas Lucky.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/