alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Cara Warga Kelurahan Lawangan Daya Rayakan Hari Peduli Sampah Nasional

Banyak cara yang dilakukan warga untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Salah satunya, menggelorakan lingkungan bersih dan membuat kompos.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

SUARA riuh emak-emak terdengar lantang di RT 07, RW 03, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, kemarin (22/2). Gelak tawa menyesaki kelurahan yang terdengar bersih itu.

Mereka menyisir sampah yang berserak di setiap gang. Sampah plastik dan organik menjadi incaran warga. Puluhan kantong plastik siap menampung sampah yang dipungut warga.

Suasana terasa guyub. Kompak serta antusias dalam memungut sampah. Maklum, kegiatan memungut sampah itu bukan seperti hari biasa. Kegiatan itu direncanakan sejak lama dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019.

Warga berpencar dalam memungut sampah. Bapak-bapak kebanyakan berada di lahan kosong. Mereka membuang lubang besar untuk menampung sampah organik. Sampah dedauanan dikumpulkan dalam lubang tersebut.

Sampah-sampah itu bukan dikubur begitu saja. Tetapi, warga membuat kompos mandiri di lahan tersebut. Hasilnya, akan dibagikan secara gratis kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Baca Juga :  Sempatkan Telepon Istri ketika Hendak Sahur

Ketua Kader Lingkungan Kelurahan Lawangan Daya Andre Havids mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HPSN 2019. Warga berkumpul memungut sampah di sekitar lingkungan RT 07 itu.

Sampah plastik dipilah kemudian dikumpulkan oleh masing-masing warga. Sebagian sampah tersebut dijual dan sebagian dimanfaatkan untuk produk kerajinan. ”Semuanya bernilai ekonomis,” katanya.

Muncul beberapa home industry yang memanfaatkan sampah menjadi produk kerajianan seperti gelas dan aksesori rumah. Ibu-ibu yang tidak memiliki pekerjaan di luar rumah membuat kerajinan bernilai ekonomis tinggi itu.

Sementara itu, sampah organik ditimbun di lahan kosong milik warga untuk pembuatan kompos. Warga mencampur sampah tersebut dengan senyawa kimia yang berfungsi untuk fermentasi menjadi kompos.

Kegiatan tersebut untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya lingkungan bersih. Masyarakat berupaya disadarkan agar tidak membuang sampah sembarangan dengan cara edukatif.

Baca Juga :  Wali Murid Keluhkan Pembelajaran Jarak Jauh

Yakni, pemanfaatan sampah organik maupun anorganik menjadi produk yang bermanfaat. Kebutuhan kompos sangat tinggi. Warga harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli bahan penyubur tanah itu.

Tetapi, dengan pembuatan kompos mandiri, warga bisa memanfaatkan secara gratis. Dengan demikian, efek yang diharapkan ada kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. ”Jika dikelola, sampah bisa bermanfaat,” katanya.

Andre berharap, kegiatan tersebut dilaksanakan tidak hanya pada peringatan HPSN. Tetapi, setiap hari masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan dan memanfaatkan sampah untuk produk yang bernilai.

Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, penanganan sampah harus dioptimalkan. Program pemerintah mempekerjakan tukang sapu dirasa belum optimal. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan sampah dengan memberi pembinaan terhadap masyarakat.

Khususnya, pembinaan pengelolaan sampah menjadi barang bermanfaat. ”Kegiatan yang dilakukan warga RT 07, RW 03, Kelurahan Lawangan Daya itu sudah baik. Pemerintah harus mendukung,” katanya.

Banyak cara yang dilakukan warga untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Salah satunya, menggelorakan lingkungan bersih dan membuat kompos.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

SUARA riuh emak-emak terdengar lantang di RT 07, RW 03, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, kemarin (22/2). Gelak tawa menyesaki kelurahan yang terdengar bersih itu.


Mereka menyisir sampah yang berserak di setiap gang. Sampah plastik dan organik menjadi incaran warga. Puluhan kantong plastik siap menampung sampah yang dipungut warga.

Suasana terasa guyub. Kompak serta antusias dalam memungut sampah. Maklum, kegiatan memungut sampah itu bukan seperti hari biasa. Kegiatan itu direncanakan sejak lama dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019.

Warga berpencar dalam memungut sampah. Bapak-bapak kebanyakan berada di lahan kosong. Mereka membuang lubang besar untuk menampung sampah organik. Sampah dedauanan dikumpulkan dalam lubang tersebut.

Sampah-sampah itu bukan dikubur begitu saja. Tetapi, warga membuat kompos mandiri di lahan tersebut. Hasilnya, akan dibagikan secara gratis kepada warga sekitar yang membutuhkan.

Baca Juga :  Begini Warning KPK pada Kepala Daerah, ASN, hingga Kades

Ketua Kader Lingkungan Kelurahan Lawangan Daya Andre Havids mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HPSN 2019. Warga berkumpul memungut sampah di sekitar lingkungan RT 07 itu.

Sampah plastik dipilah kemudian dikumpulkan oleh masing-masing warga. Sebagian sampah tersebut dijual dan sebagian dimanfaatkan untuk produk kerajinan. ”Semuanya bernilai ekonomis,” katanya.

Muncul beberapa home industry yang memanfaatkan sampah menjadi produk kerajianan seperti gelas dan aksesori rumah. Ibu-ibu yang tidak memiliki pekerjaan di luar rumah membuat kerajinan bernilai ekonomis tinggi itu.

Sementara itu, sampah organik ditimbun di lahan kosong milik warga untuk pembuatan kompos. Warga mencampur sampah tersebut dengan senyawa kimia yang berfungsi untuk fermentasi menjadi kompos.

Kegiatan tersebut untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya lingkungan bersih. Masyarakat berupaya disadarkan agar tidak membuang sampah sembarangan dengan cara edukatif.

Baca Juga :  SMAN 4 Pamekasan Raih Adiwiyata Nasional tanpa Verifikasi Lapangan

Yakni, pemanfaatan sampah organik maupun anorganik menjadi produk yang bermanfaat. Kebutuhan kompos sangat tinggi. Warga harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli bahan penyubur tanah itu.

Tetapi, dengan pembuatan kompos mandiri, warga bisa memanfaatkan secara gratis. Dengan demikian, efek yang diharapkan ada kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. ”Jika dikelola, sampah bisa bermanfaat,” katanya.

Andre berharap, kegiatan tersebut dilaksanakan tidak hanya pada peringatan HPSN. Tetapi, setiap hari masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan dan memanfaatkan sampah untuk produk yang bernilai.

Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, penanganan sampah harus dioptimalkan. Program pemerintah mempekerjakan tukang sapu dirasa belum optimal. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan sampah dengan memberi pembinaan terhadap masyarakat.

Khususnya, pembinaan pengelolaan sampah menjadi barang bermanfaat. ”Kegiatan yang dilakukan warga RT 07, RW 03, Kelurahan Lawangan Daya itu sudah baik. Pemerintah harus mendukung,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/