alexametrics
21.6 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Peringati Word Cleanup Day dengan Bersi-Bersih Pantai

Ratusan warga memperingati World Cleanup Day (WCD) dengan membersihkan Pantai Tlanakan dari sampah plastik. Puluhan ton sampah berhasil diangkut.

SEPANJANG bibir Pantai Talang Siring sesak dengan orang. Kendaraan lalu-lalang dengan kecepatan rendah. Petugas dinas perhubungan (dishub) dan kepolisian tampak sibuk mengatur lalu lintas.

Teriakan yelyel menggema dari pelantang suara yang disiapkan panitia. Silih berganti warga berdatangan. Mereka dari berbagai komunitas. Mulai dari komunitas sepeda, motor, pencinta lingkungan hingga pelajar.

Sarung tangan serta benda tajam dipegang erat. Caping modern menempel di kepala sebagian orang yang berkumpul di tempat itu. Mereka bersiap turun ke bibir pantai. Sembari menunggu arahan panitia, yelyel terus diteriakkan.

Terdapat 800 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan itu. Mereka berkumpul dengan misi yang sama. Yakni, membersihkan bibir Pantai Tlanakan dari sampah plastik. Kegiatan tersebut dimotori Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM).

Meski belum ada aba-aba dari panitia, peserta sudah tidak sabar. Sebagian dari mereka turun ke pantai. Plastik yang menempel di batang mangrove satu per satu dipungut. Sampah bandel diambil dengan alat bantu. Seperti gunting, pisau, dan sabit.

Baca Juga :  Pelayanan Kalebun Jawahir Mantap, Lingkungan Juga Digarap

Tidak butuh waktu lama membersihkan pantai. Plastik yang menempel di akar mangrove jenis rhizophora mucronata juga bersih hanya dalam dua jam. Puluhan ton sampah terkumpul.

Ketua KPMM Endang Tri Wahyurini mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati WCD. Hampir seluruh aktivis pencinta lingkungan dan masyarakat di belahan dunia menggelar kegiatan yang sama.

Kegiatan tersebut dalam rangka membersihkan sampah dari bibir pantai. Pihaknya sengaja memilih pantai yang terdapat mangrove. Sebab, pohon yang bisa hidup di habitat lumpur berpasir itu menjadi penyangga daratan dari ancaman abrasi.

Manfaat hutan mangrove bagi ekosistem laut juga sangat baik. Ikan dan udang memijah di ekosisem mangrove. Kemudian, bermigrasi kembali ketika anak mulai besar. Kondisi tersebut bisa menguntungkan nelayan.

Mereka tidak lagi harus mencari ikan ke tengah laut. Cukup di wilayah pantai tangkapan bisa melimpah. ”Ekosistem mangrove itu sangat penting bagi lingkungan. Bisa juga jadi pemecah ombak sehingga daratan aman dari abrasi,” katanya.

Baca Juga :  Hidup  Sebatang Kara, Tempati Rumah Runtuh

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari komunitas hingga siswa sekolah. Masyarakat sekitar juga diajak membersihkan sampah. Tujuannya, agar ada sisi edukasi dalam kegiatan itu.

KPMM ingin mengedukasi masyarakat agar mencintai lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Pelajar juga dilibatkan agar mencintai lingkungan sejak dini. ”Kegiatan ini kami agendakan menjadi agenda rutin,” katanya.

Jefri, 35, warga setempat mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Bersih pantai sangat bermanfaat bagi lingkungan pantai. Selain itu, masyarakat bisa terdidik agar tidak membuang sampah sembarangan.

Jefri berharap kegiatan tersebut dilakukan secara masif. Periodenya bukan setahun sekali. Tapi, minimal tiga bulan sekali. ”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terima kasih atas kepeduliannya terhadap lingkungan,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Ratusan warga memperingati World Cleanup Day (WCD) dengan membersihkan Pantai Tlanakan dari sampah plastik. Puluhan ton sampah berhasil diangkut.

SEPANJANG bibir Pantai Talang Siring sesak dengan orang. Kendaraan lalu-lalang dengan kecepatan rendah. Petugas dinas perhubungan (dishub) dan kepolisian tampak sibuk mengatur lalu lintas.

Teriakan yelyel menggema dari pelantang suara yang disiapkan panitia. Silih berganti warga berdatangan. Mereka dari berbagai komunitas. Mulai dari komunitas sepeda, motor, pencinta lingkungan hingga pelajar.


Sarung tangan serta benda tajam dipegang erat. Caping modern menempel di kepala sebagian orang yang berkumpul di tempat itu. Mereka bersiap turun ke bibir pantai. Sembari menunggu arahan panitia, yelyel terus diteriakkan.

Terdapat 800 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan itu. Mereka berkumpul dengan misi yang sama. Yakni, membersihkan bibir Pantai Tlanakan dari sampah plastik. Kegiatan tersebut dimotori Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM).

Meski belum ada aba-aba dari panitia, peserta sudah tidak sabar. Sebagian dari mereka turun ke pantai. Plastik yang menempel di batang mangrove satu per satu dipungut. Sampah bandel diambil dengan alat bantu. Seperti gunting, pisau, dan sabit.

Baca Juga :  Cara Politeknik Negeri Madura (Poltera) Kurangi Sampah Plastik

Tidak butuh waktu lama membersihkan pantai. Plastik yang menempel di akar mangrove jenis rhizophora mucronata juga bersih hanya dalam dua jam. Puluhan ton sampah terkumpul.

Ketua KPMM Endang Tri Wahyurini mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati WCD. Hampir seluruh aktivis pencinta lingkungan dan masyarakat di belahan dunia menggelar kegiatan yang sama.

Kegiatan tersebut dalam rangka membersihkan sampah dari bibir pantai. Pihaknya sengaja memilih pantai yang terdapat mangrove. Sebab, pohon yang bisa hidup di habitat lumpur berpasir itu menjadi penyangga daratan dari ancaman abrasi.

Manfaat hutan mangrove bagi ekosistem laut juga sangat baik. Ikan dan udang memijah di ekosisem mangrove. Kemudian, bermigrasi kembali ketika anak mulai besar. Kondisi tersebut bisa menguntungkan nelayan.

Mereka tidak lagi harus mencari ikan ke tengah laut. Cukup di wilayah pantai tangkapan bisa melimpah. ”Ekosistem mangrove itu sangat penting bagi lingkungan. Bisa juga jadi pemecah ombak sehingga daratan aman dari abrasi,” katanya.

Baca Juga :  Inilah Bukti Pemuda Madura Gemar Menulis Sastra Budaya

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari komunitas hingga siswa sekolah. Masyarakat sekitar juga diajak membersihkan sampah. Tujuannya, agar ada sisi edukasi dalam kegiatan itu.

KPMM ingin mengedukasi masyarakat agar mencintai lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Pelajar juga dilibatkan agar mencintai lingkungan sejak dini. ”Kegiatan ini kami agendakan menjadi agenda rutin,” katanya.

Jefri, 35, warga setempat mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Bersih pantai sangat bermanfaat bagi lingkungan pantai. Selain itu, masyarakat bisa terdidik agar tidak membuang sampah sembarangan.

Jefri berharap kegiatan tersebut dilakukan secara masif. Periodenya bukan setahun sekali. Tapi, minimal tiga bulan sekali. ”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terima kasih atas kepeduliannya terhadap lingkungan,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/