alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Bagian Kesra Setkab Pamekasan Gandeng 55 Pesantren Program Beasiswa

Bupati Baddrut Tamam menanam benih demi kemajuan Pamekasan masa depan. Salah satunya dengan menyiapkan generasi berpendidikan dan berakhlakul karimah. Upaya itu dilakukan dengan program beasiswa santri. 

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, RadarMadura.id

TAHUN ini Pemkab Pamekasan akan menyekolahkan 2.000 santri. Mereka akan disebar ke sekitar 55 pesantren melalui program Beasiswa Santri. Di samping menuntut ilmu gratis di pesantren, ribuan santri itu juga akan disuplai dengan uang bulanan. Pemkab Pamekasan mengalokasikan Rp 500 ribu tiap santri.

Pada 7 Juli mendatang, Bagian Kesra Setkab akan menerima berkas berupa nama-nama ribuan santri yang mendaftar. Mereka akan diseleksi menjadi penerima beasiswa. Setelah itu, ribuan santri itu akan dikirimkan ke sekitar 55 pesantren yang telah ditunjuk pemkab sebagai mitra.

Kuota santri dalam setiap pesantren akan berbeda-beda. Antara 20–30 siswa atau sejumlah satu kelas di pondok pesantren. Program beasiswa santri ini hanya akan diperuntukkan siswa-siswi lulusan SD/MI sederajat di Pamekasan.

Baca Juga :  Helmy Yahya Undang Baddrut Tamam ke Jakarta

Dengan catatan, siswa-siswi ini akan menempuh studi di tingkat Mts/SMP sederajat di pondok pesantren. Sementara kategori penerima beasiswa santri ini dalam seleksinya akan mengutamakan siswa-siswi yang tidak mampu, berprestasi, dan hafal Alquran minimal 2 juz.

Secara garis besar, program beasiswa santri ini untuk mendongkrak anak-anak berprestasi namun kurang mampu untuk bisa mengenyam pendidikan. Pesantren menjadi lokus pendidikan yang dipilih karena pemkab memedulikan sisi kemampuan agama para generasi masa depan Pamekasan.

Selain digodok intensif mendalami agama di pesantren, Pemkab Pamekasan juga membentuk pembimbing khusus bagi para santri. Jumlahnya sekitar 23 orang. Mereka akan mendatangi pesantren-pesantren setiap pekan untuk memberikan tambahan wawasan kepada para santri.

Tambahan wawasan yang akan diajarkan berupa kajian tentang kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Tujuan pembimbing, untuk memaksimalkan wawasan dan pengetahuan santri dari luar dan dalam. ”Santri tidak dilepas begitu saja,” jelas Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman.

Baca Juga :  Baddrut Tamam Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

Di samping ada pembimbing, santri juga akan didampingi oleh pendamping. Pendamping ini semacam panitia yang ditunjuk pondok pesantren yang berkoordinasi dengan pemkab untuk memantau santri penerima beasiswa. ”Jadi penerima beasiswa ini akan dimatangkan betul,” tambahnya.

Pemkab Pamekasan menyediakan anggaran sekitar Rp 7–9 miliar dalam program beasiswa santri. Selain untuk biaya para santri di pesantren, juga untuk menggaji para pembimbing dan pendamping. Mereka bertugas mendidik dan mengawasi perkembangan santri.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan, beasiswa untuk ribuan santri ini untuk mendorong daerah memiliki daya saing. Yang mengerucut pada pembangunan indeks pembangunan manusia (IPM) berkemajuan dari sudut anak-anak yang tidak mampu, mau menghafalkan Alquran, dan memiliki prestasi.

”Beasiswa santri ini sebagai wujud komitmen Pemkab Pamekasan dalam meningkatkan IPM dan dorongan untuk menjadikan kabupaten ini menyiapkan generasi yang hebat di masa yang akan datang,” ungkapnya.

- Advertisement -

Bupati Baddrut Tamam menanam benih demi kemajuan Pamekasan masa depan. Salah satunya dengan menyiapkan generasi berpendidikan dan berakhlakul karimah. Upaya itu dilakukan dengan program beasiswa santri. 

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, RadarMadura.id

TAHUN ini Pemkab Pamekasan akan menyekolahkan 2.000 santri. Mereka akan disebar ke sekitar 55 pesantren melalui program Beasiswa Santri. Di samping menuntut ilmu gratis di pesantren, ribuan santri itu juga akan disuplai dengan uang bulanan. Pemkab Pamekasan mengalokasikan Rp 500 ribu tiap santri.


Pada 7 Juli mendatang, Bagian Kesra Setkab akan menerima berkas berupa nama-nama ribuan santri yang mendaftar. Mereka akan diseleksi menjadi penerima beasiswa. Setelah itu, ribuan santri itu akan dikirimkan ke sekitar 55 pesantren yang telah ditunjuk pemkab sebagai mitra.

Kuota santri dalam setiap pesantren akan berbeda-beda. Antara 20–30 siswa atau sejumlah satu kelas di pondok pesantren. Program beasiswa santri ini hanya akan diperuntukkan siswa-siswi lulusan SD/MI sederajat di Pamekasan.

Baca Juga :  Muharram Paling Junior tapi Punya Komitmen Kuat

Dengan catatan, siswa-siswi ini akan menempuh studi di tingkat Mts/SMP sederajat di pondok pesantren. Sementara kategori penerima beasiswa santri ini dalam seleksinya akan mengutamakan siswa-siswi yang tidak mampu, berprestasi, dan hafal Alquran minimal 2 juz.

Secara garis besar, program beasiswa santri ini untuk mendongkrak anak-anak berprestasi namun kurang mampu untuk bisa mengenyam pendidikan. Pesantren menjadi lokus pendidikan yang dipilih karena pemkab memedulikan sisi kemampuan agama para generasi masa depan Pamekasan.

Selain digodok intensif mendalami agama di pesantren, Pemkab Pamekasan juga membentuk pembimbing khusus bagi para santri. Jumlahnya sekitar 23 orang. Mereka akan mendatangi pesantren-pesantren setiap pekan untuk memberikan tambahan wawasan kepada para santri.

Tambahan wawasan yang akan diajarkan berupa kajian tentang kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Tujuan pembimbing, untuk memaksimalkan wawasan dan pengetahuan santri dari luar dan dalam. ”Santri tidak dilepas begitu saja,” jelas Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman.

Baca Juga :  Kiat Pemkab Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Di samping ada pembimbing, santri juga akan didampingi oleh pendamping. Pendamping ini semacam panitia yang ditunjuk pondok pesantren yang berkoordinasi dengan pemkab untuk memantau santri penerima beasiswa. ”Jadi penerima beasiswa ini akan dimatangkan betul,” tambahnya.

Pemkab Pamekasan menyediakan anggaran sekitar Rp 7–9 miliar dalam program beasiswa santri. Selain untuk biaya para santri di pesantren, juga untuk menggaji para pembimbing dan pendamping. Mereka bertugas mendidik dan mengawasi perkembangan santri.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan, beasiswa untuk ribuan santri ini untuk mendorong daerah memiliki daya saing. Yang mengerucut pada pembangunan indeks pembangunan manusia (IPM) berkemajuan dari sudut anak-anak yang tidak mampu, mau menghafalkan Alquran, dan memiliki prestasi.

”Beasiswa santri ini sebagai wujud komitmen Pemkab Pamekasan dalam meningkatkan IPM dan dorongan untuk menjadikan kabupaten ini menyiapkan generasi yang hebat di masa yang akan datang,” ungkapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/