alexametrics
21.6 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Cerita Mega Hardiyanti Setahun Jadi Operator Pamekasan Call Care

Orang iseng ada di mana-mana. Salah satunya di saluran telepon. Seperti dialami oleh Mega Hardiyanti. Operator Pamekasan Call Care (PCC) itu kerap menerima telepon iseng. Seseorang menelepon bukan untuk minta pelayanan kesehatan, malah mengajak berkenalan.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SEJAK 20 Mei 2020 lalu, Mega Hardiyanti pindah tugas. Dari Puskesmas Pademawu ke Kantor Operator Pamekasan Call Care (PCC). Yang semula full day berhadapan dengan pasien sebagai perawat, sejak saat itu lebih banyak berhadapan dengan penelepon yang butuh layanan konsultasi dan Mobil Sigap.

Ketika sedang bertugas, dia duduk di hadapan komputer. Menjaga kemungkinan ada warga yang menelepon membutuhkan konsultasi kesehatan dan transportasi untuk merujuk keluarganya ke puskesmas atau ke rumah sakit.

Jam kerja setiap operator bervariasi sesuai time shifting. Kadang masuk pukul 07.00–14.00. Kemudian dari pukul 14.00–20.00 dan pukul 20.00–07.00. Pada intinya, kantor PCC tidak boleh lengah dari telepon warga.

Di tengah stand by selama 24 jam, ada saja kejadian yang menggelitik. Salah satunya, adanya penelepon yang tidak jelas. Mega sempat mengalami kejadian itu.

Baca Juga :  Penyembuhan Gangguan Jiwa Akibat Cinta Butuh Waktu Lama

”Kadang orang menelepon bertanya, ’boleh kenalan?’ gitu. Saya tanya, dari mana ini,” terang perempuan 24 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di ruang Operator PCC Kamis (20/5).

”Jadi ada penelepon yang ngeprank-ngeprank gitu,” sambungnya. Selain menelepon, juga ada yang nge-chat via WhatsApp tidak untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Mega menyadari, memang ada potensi orang coba-coba menelepon untuk ngeprank ke PCC.

Sebab, nomor telepon PCC ada di Mobil Sigap dan sejumlah rumah yang ditempeli stiker. ”Kadang nge-chat, ’boleh nanyak sesuatu?’, dan saya balas, ’ini dengan siapa?’” katanya.

Selain itu juga ada yang video call via WhatsApp. Lalu, ada yang menelepon tapi yang terdengar suara anak kecil. Kemudian dua nomor di PCC di-miss call secara bersamaan secara misterius. Namun, saat hendak diangkat terputus.

Mega sudah banyak makan garam. Dia memang tidak punya strategi mendeteksi apakah penelepon hanyalah melakukan prank atau tidak. Namun, sedikitnya tahu, mana penelepon yang serius dan mana penelepon yang hanya iseng.

Baca Juga :  Musahram, Pemeran Pak Tawi dalam Film Basiyat

”Setiap ada penelepon kan kita sampaikan bahwa kita dari PCC dan apa ada yang bisa dibantu, dan kalau sudah ngelantur, berarti itu hanya penelepon iseng,” terangnya. Penelepon yang serius akan menyampaikan keperluannya untuk dilayani.

Penelepon yang serius juga akan menjawab alamat dan keterangan yang ditanya oleh operator. ”Kami bertanya, dengan siapa, alamat di mana, ditanya semua, dan yang sakit siapa, dan kita akan cek ke Pak Kadesnya,” ungkapnya.

Mega mengaku harus bersabar menghadapi penelepon iseng. Sebab, itu sudah risiko bekerja sebagai operator. Terlebih, nomor telepon PCC ada di Mobil Sigap dan ribuan rumah warga.

Pernah menghubungi nomor 082245565049 dan 082245565053? Disambut suara perempuan? Dialah Mega Hardiyanti atau suara ramah Dewi Yani Suharlina yang selalu siap siaga. Jika disambut suara laki-laki ada enam kemungkinan. Yaitu, antara Andika Arif Adinata, Moh. Rofiq Agus M., Windi Bagus Pratama, Ilham Ahmad Wahyudi, Fajar Siswanto, dan Heru Purdianto Santoso.

- Advertisement -

Orang iseng ada di mana-mana. Salah satunya di saluran telepon. Seperti dialami oleh Mega Hardiyanti. Operator Pamekasan Call Care (PCC) itu kerap menerima telepon iseng. Seseorang menelepon bukan untuk minta pelayanan kesehatan, malah mengajak berkenalan.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

SEJAK 20 Mei 2020 lalu, Mega Hardiyanti pindah tugas. Dari Puskesmas Pademawu ke Kantor Operator Pamekasan Call Care (PCC). Yang semula full day berhadapan dengan pasien sebagai perawat, sejak saat itu lebih banyak berhadapan dengan penelepon yang butuh layanan konsultasi dan Mobil Sigap.


Ketika sedang bertugas, dia duduk di hadapan komputer. Menjaga kemungkinan ada warga yang menelepon membutuhkan konsultasi kesehatan dan transportasi untuk merujuk keluarganya ke puskesmas atau ke rumah sakit.

Jam kerja setiap operator bervariasi sesuai time shifting. Kadang masuk pukul 07.00–14.00. Kemudian dari pukul 14.00–20.00 dan pukul 20.00–07.00. Pada intinya, kantor PCC tidak boleh lengah dari telepon warga.

Di tengah stand by selama 24 jam, ada saja kejadian yang menggelitik. Salah satunya, adanya penelepon yang tidak jelas. Mega sempat mengalami kejadian itu.

Baca Juga :  Demi Kampung, Moh. Ihsan Tinggalkan Jabatan Supervisor dan Auditor

”Kadang orang menelepon bertanya, ’boleh kenalan?’ gitu. Saya tanya, dari mana ini,” terang perempuan 24 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di ruang Operator PCC Kamis (20/5).

”Jadi ada penelepon yang ngeprank-ngeprank gitu,” sambungnya. Selain menelepon, juga ada yang nge-chat via WhatsApp tidak untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Mega menyadari, memang ada potensi orang coba-coba menelepon untuk ngeprank ke PCC.

Sebab, nomor telepon PCC ada di Mobil Sigap dan sejumlah rumah yang ditempeli stiker. ”Kadang nge-chat, ’boleh nanyak sesuatu?’, dan saya balas, ’ini dengan siapa?’” katanya.

Selain itu juga ada yang video call via WhatsApp. Lalu, ada yang menelepon tapi yang terdengar suara anak kecil. Kemudian dua nomor di PCC di-miss call secara bersamaan secara misterius. Namun, saat hendak diangkat terputus.

Mega sudah banyak makan garam. Dia memang tidak punya strategi mendeteksi apakah penelepon hanyalah melakukan prank atau tidak. Namun, sedikitnya tahu, mana penelepon yang serius dan mana penelepon yang hanya iseng.

Baca Juga :  Junna, Perempuan 148 Tahun Serba Kekurangan

”Setiap ada penelepon kan kita sampaikan bahwa kita dari PCC dan apa ada yang bisa dibantu, dan kalau sudah ngelantur, berarti itu hanya penelepon iseng,” terangnya. Penelepon yang serius akan menyampaikan keperluannya untuk dilayani.

Penelepon yang serius juga akan menjawab alamat dan keterangan yang ditanya oleh operator. ”Kami bertanya, dengan siapa, alamat di mana, ditanya semua, dan yang sakit siapa, dan kita akan cek ke Pak Kadesnya,” ungkapnya.

Mega mengaku harus bersabar menghadapi penelepon iseng. Sebab, itu sudah risiko bekerja sebagai operator. Terlebih, nomor telepon PCC ada di Mobil Sigap dan ribuan rumah warga.

Pernah menghubungi nomor 082245565049 dan 082245565053? Disambut suara perempuan? Dialah Mega Hardiyanti atau suara ramah Dewi Yani Suharlina yang selalu siap siaga. Jika disambut suara laki-laki ada enam kemungkinan. Yaitu, antara Andika Arif Adinata, Moh. Rofiq Agus M., Windi Bagus Pratama, Ilham Ahmad Wahyudi, Fajar Siswanto, dan Heru Purdianto Santoso.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/