alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Tak Ada Alternatif, Mobil Harus Mutar Sejauh 3 Km

Sejauh ini hujan memang belum mengakibatkan banjir. Tapi bukan berarti tidak menimbulkan kekhawatiran. Di Desa Batu Bintang, Kecamatan  Batumarmar, Pamekasan, hujan merusak jalan sehingga mengganggu aktivitas warga.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

 AKTIVITAS warga Desa Batu Bintang, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, terganggu. Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Batumarmar dengan beberapa kecamatan lain seperti Waru dan Pegantenan ambles.

Haji Maisuri, 34, warga setempat, menuturkan, jalan ambles itu tepat di atas gorong-gorong. Penyebabnya, gorong-gorong tergerus air hujan sejak Jumat (18/1). ”Jumat sore hujan lebat, jalan mulai rusak,” katanya.

Kerusakan semakin parah kemarin (21/1). Jalan terputus. Akses utama penghubung antar kecamatan itu tidak dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Jika hendak bepergian ke luar Kecamatan Batumarmar, warga harus melalui jalur alternatif.

Baca Juga :  Jalan Rusak Bahayakan Pengendara

Pengendara motor bisa melalui jalan kecil di sekitar lokasi. Mobil harus memutar sekitar tiga kilometer. Sebab, tidak ada jalan alternatif lain.

Haji Maisuri menyampaikan, kerusakan jalan tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas warga. Dengan demikian, pemerintah diharapkan segera melakukan perbaikan agar mobilitas warga berjalan normal. ”Semoga segera diperbaiki,” harapnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono menyatakan, setelah mendapat informasi mengenai jalan ambles itu, tim langsung bergerak. Upaya tanggap darurat pun dilakukan.

Yakni, membuat jembatan pelat besi dengan kerangka besi agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan bermotor. Pembangunan konstruksi akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan.

Budi menyampaikan, musibah tersebut tidak menelan korban jiwa. Tidak ada warga yang mengalami luka. Namun, kerugian ditaksir Rp 150 juta. ”Lokasi diamankan polisi dan TNI,” katanya.

Baca Juga :  Melihat Kondisi Jalan Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Totok Hartono mengatakan, jalan ambles itu sudah ditangani dengan baik. Pemerintah desa setempat antusias membantu kelancaran lalu lintas.

Pemerintah desa memasang papan kayu untuk dilintasi sepeda motor. Kendaraan roda dua bisa melintas secara normal. BPBD Pamekasan bakal membangun jembatan pelat besi.

Jembatan tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat. Sementara Dinas PUPR Pamekasan akan menyediakan box culvert untuk gorong-gorong yang rusak. ”Terima kasih untuk desa yang telah membantu,” katanya.

Mengenai pengadan box culvert, Totok belum memastikan waktunya karena harus memesan ke pabrik. Meski demikian, dengan pembangunan jembatan besi, dia yakin arus lalu lintas kembali normal.

Sejauh ini hujan memang belum mengakibatkan banjir. Tapi bukan berarti tidak menimbulkan kekhawatiran. Di Desa Batu Bintang, Kecamatan  Batumarmar, Pamekasan, hujan merusak jalan sehingga mengganggu aktivitas warga.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan

 AKTIVITAS warga Desa Batu Bintang, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, terganggu. Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Batumarmar dengan beberapa kecamatan lain seperti Waru dan Pegantenan ambles.


Haji Maisuri, 34, warga setempat, menuturkan, jalan ambles itu tepat di atas gorong-gorong. Penyebabnya, gorong-gorong tergerus air hujan sejak Jumat (18/1). ”Jumat sore hujan lebat, jalan mulai rusak,” katanya.

Kerusakan semakin parah kemarin (21/1). Jalan terputus. Akses utama penghubung antar kecamatan itu tidak dapat dilalui pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Jika hendak bepergian ke luar Kecamatan Batumarmar, warga harus melalui jalur alternatif.

Baca Juga :  Din Syamsuddin: Entaskan Kemiskinan Perlu Solidaritas dan Kedermawanan

Pengendara motor bisa melalui jalan kecil di sekitar lokasi. Mobil harus memutar sekitar tiga kilometer. Sebab, tidak ada jalan alternatif lain.

Haji Maisuri menyampaikan, kerusakan jalan tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas warga. Dengan demikian, pemerintah diharapkan segera melakukan perbaikan agar mobilitas warga berjalan normal. ”Semoga segera diperbaiki,” harapnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono menyatakan, setelah mendapat informasi mengenai jalan ambles itu, tim langsung bergerak. Upaya tanggap darurat pun dilakukan.

Yakni, membuat jembatan pelat besi dengan kerangka besi agar jalan tersebut bisa dilalui kendaraan bermotor. Pembangunan konstruksi akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan.

Budi menyampaikan, musibah tersebut tidak menelan korban jiwa. Tidak ada warga yang mengalami luka. Namun, kerugian ditaksir Rp 150 juta. ”Lokasi diamankan polisi dan TNI,” katanya.

Baca Juga :  Berbincang dengan Lilik Rosida Irmawati, Pengelola Rumah Literasi

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Totok Hartono mengatakan, jalan ambles itu sudah ditangani dengan baik. Pemerintah desa setempat antusias membantu kelancaran lalu lintas.

Pemerintah desa memasang papan kayu untuk dilintasi sepeda motor. Kendaraan roda dua bisa melintas secara normal. BPBD Pamekasan bakal membangun jembatan pelat besi.

Jembatan tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat. Sementara Dinas PUPR Pamekasan akan menyediakan box culvert untuk gorong-gorong yang rusak. ”Terima kasih untuk desa yang telah membantu,” katanya.

Mengenai pengadan box culvert, Totok belum memastikan waktunya karena harus memesan ke pabrik. Meski demikian, dengan pembangunan jembatan besi, dia yakin arus lalu lintas kembali normal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/