Minggu, 05 Dec 2021
Radar Madura
Home / Features
icon featured
Features

Cara Berterima Kasih Penerima Beasiswa Bidikmisi

Produksi Kripsang dengan Brand Bidikin

21 Oktober 2021, 00: 05: 12 WIB | editor : Abdul Basri

Cara Berterima Kasih Penerima Beasiswa Bidikmisi

KREATIF: Hasiyah menunjukkan produk kripsang Bidikin di salah satu rumah di Kota Pamekasan kemarin. (ONGKY ARISTA UA./RadarMadura.id)

Share this      

Cara berterima kasih yang dilakukan Hasiyah, mahasiswa Universitas Madura (Unira) Pamekasan, sebagai penerima beasiswa Bidikmisi cukup unik. Yakni,  membubuhkan brand Bidikin (Bidikmisi Indonesia) pada keripik pisang (kripsang) yang diproduksinya.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

RASA berterima kasih seseorang bisa diungkapkan dengan cara bermacam-macam. Beberapa sekadar ucapan. Beberapa yang lain dengan memberikan sebuah barang, uang, dan beberapa yang lain menciptakan karya.

Baca juga: Pilihan Pertama Adalah Eropa

Cara berterima kasih Hasiyah ini jarang dilakukan sebagian besar orang. Namun, bukan berarti tidak ada. Perempuan asal Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, ini memilih menciptakan karya untuk berterima kasih pada Bidikin.

Perempuan kelahiran 2000 itu membuat produk keripik pisang. Keripik pisang ini kemudian diberi nama Bidikin. Bidikin merupakan kependekan dari Bidikmisi Indonesia. ”Produksinya di dapur rumah, kalau bungkusnya di teras,” terangnya.

Dia merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi sejak awal masuk Unira pada 2018. Beasiswa tersebut saat ini sudah berganti nama menjadi KIP Kuliah.

Di Unira, dia berkuliah di prodi pendidikan bahasa Indonesia (PBI) fakultas ilmu keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP). Saat ini dia masih duduk di bangku semester tujuh. ”Pada 2019, saya diterima menjadi host di Bidikmisi Indonesia,” katanya.

Sejak itu, Hasiyah berperan sebagai host kegiatan-kegiatan Bidikmisi Indonesia.  Kemudian, aktif mengisi materi di media sosial Bidikmisi Indonesia dan mengisi upgrading mahasiswa Bidikmisi seluruh Indonesia.

”Nah, pada awal 2021, saya diberi amanah karena dianggap memiliki banyak ide untuk membikin apa saja, yang penting inovatif,” katanya.

Saat diberi amanah itu, dia melihat kondisi keluarganya. Orang tuanya merupakan penjaja jamu keliling sejak Hasiyah kecil. ”Saya punya cita-cita agar orang tua saya tidak berjualan jamu keliling lagi,” ucapnya.

Hasiyah pun akhirnya harus berpikir keras. Sebab, penghasilan yang dia dapat selama ini hanya dari menjadi MC di sebuah acara dan mengisi seminar di usianya yang masih sangat muda itu.

”Selain jualan jamu, orang tua juga jualan keripik. Kemudian, menemukan ide untuk membuat keripik pisang, tapi dengan kemasan lain,” ucapnya.

Akhirnya, dia pun memulai untuk menggarap produk kripsang dengan brand Bidikin. ”Sebelum menggunakan brand Bidikin ini, saya izin dulu ke Bidikmisi Indonesia dan alhamdulillah diizinin,” ujarnya.

Hasiyah menuturkan, tidak mudah untuk memulai produksi kripsang itu. Tiga bulan sebelum mulai produksi, dia kesulitan modal. Dia mencari pinjaman, tapi tidak menemukan. Sebab, tidak ada orang yang bersedia meminjaminya uang.

”Tidak ada orang yang mau ngasih pinjaman uang, akhirnya susah payah mencari,” katanya. Dia pun akhirnya bisa memulai jualan sejak September 2021. Hingga Oktober ini, produknya sudah laku lebih dari seribu pcs. ”Omzetnya berapa belum bisa dihitung bersih karena modal jalan terus,” ungkapnya.

Hasiyah mengatakan, segala apa yang dia dapatkan hari ini tidak lepas dari jasa Bidikmisi Indonesia. Dia mengaku tidak akan bisa kuliah tanpa bidikmisi. Dia pun tidak akan bisa mengenyam banyak pengalaman dan prestasi tanpa bidikmisi.

”Saya juga tidak akan bisa mengenyam rasa bertukar menjadi mahasiswa UGM dan Universitas Kuala Banda Aceh tanpa Bidikmisi,” katanya.

Sebab itulah, dia tidak bisa melupakan jasa Bidikmisi. Dia mengaku Bidikmisi kerap terngiang dalam setiap jejak langkahnya dan akhirnya menciptakan produk dengan brand Bidikin sebagai cenderamata yang mungkin bisa abadi untuk Bidikmisi Indonesia.

(mr/gky/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia