alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Buka dan Sahur Ketua PA Bangkalan Amar Hujantoro Lebih Mandiri

BANGKALAN – Amar Hujantoro sudah terbiasa jauh dari keluarga. Istri dan anak tercinta tidak dibawa ke Kota Salak. Kesederhanaan tetap ditanamkan. Menu buka saja cukup beberapa buah kurma plus air hangat.

Amar Hujantoro sudah terbiasa menjadikan kurma sebagai pembuka. Dalam bahasa agama, takjil lalu segelas air hangat, setelah itu salat Magrib. Lalu, makan nasi dan lauk sekadarnya.

”Kalau langsung mengonsumsi makanan berat akan berakibat pada saat salat Tarawih. Merasa lelah dan ngantuk,” ujar ketua Pengadilan Agama (PA) Bangkalan itu.

Pria asal Banyuwangi tersebut menambahkan, pada bulan puasa, makan sudah pasti berkurang. Kalau hari-hari biasa, makan sehari tiga kali dengan berbagai macam menu.

Sementara pada saat bulan puasa harus berkurang. Namun, dia tetap berusaha menjalankan ibadah puasa lebih baik lagi untuk meningkatkan ketakwaan.

Baca Juga :  Selera Dapur Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi

Pria yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, itu sudah biasa jauh dari keluarga. Begitu pun saat ini. Memang keluarga tidak dibawa.

Karena jauh dari keluarga, untuk nasi memasak sendiri. Jika banyak kegiatan, terkadang beli sekalian dengan menu sahur. Pada saat sahur dihangatkan.

”Sebisa mungkin nasi dan lauk saya masak sendiri. Tapi, itu kondisional. Kalau banyak kegiatan, lauknya beli. Kalau nasi nanak sendiri,” ungkapnya. Kebiasaan itu karena dia pernah nyantri.

Menurut Amar, bulan Ramadan adalah kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Karena itu, tidak baik menyia-nyiakan waktu yang singkat ini. Setahun hanya sebulan. Karena itu, dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk lebih khusyuk beribadah.

Bahkan, dia mengajak kepada semua pegawai PA Bangkalan supaya salat Duhur dan Asar berjamaah. Saat duhur, selain salat berjamaah, juga ada tadarus disertai kultum.

Baca Juga :  Enam Figur Keturunan Mbah Ibrahim-Mbah Satimah Jadi Anggota DPRD

”Untuk kultum, kami minta kepada teman-teman hakim agar bergantian,” katanya. ”Kami anjurkan kepada seluruh pegawai,” imbuhnya.

Pria yang baru lima bulan menjabat itu menambahkan, tujuan menjalankan ibadah puasa itu takwa. Karena itu, Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah.

”Itu yang kami tanamkan bagi diri sendiri dan juga teman-teman di internal PA,” urainya.

Amar mengajak semua pihak memanfaatkan momentum Ramadan ini dengan baik. Bulan puasa saat ini kali kedua dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

”Ibadah itu banyak. Jangan lupa juga ibadah sosial. Di tengah pandemi ini kita bersedekah kepada sesama. Jadi harus ada kegiatan spesial di bulan Ramadan daripada hari biasa,” tandasnya. (rul/luq)

Edisi cetak terbit di Jawa Pos Radar Madura Selasa, 20 April 2021

- Advertisement -

BANGKALAN – Amar Hujantoro sudah terbiasa jauh dari keluarga. Istri dan anak tercinta tidak dibawa ke Kota Salak. Kesederhanaan tetap ditanamkan. Menu buka saja cukup beberapa buah kurma plus air hangat.

Amar Hujantoro sudah terbiasa menjadikan kurma sebagai pembuka. Dalam bahasa agama, takjil lalu segelas air hangat, setelah itu salat Magrib. Lalu, makan nasi dan lauk sekadarnya.

”Kalau langsung mengonsumsi makanan berat akan berakibat pada saat salat Tarawih. Merasa lelah dan ngantuk,” ujar ketua Pengadilan Agama (PA) Bangkalan itu.


Pria asal Banyuwangi tersebut menambahkan, pada bulan puasa, makan sudah pasti berkurang. Kalau hari-hari biasa, makan sehari tiga kali dengan berbagai macam menu.

Sementara pada saat bulan puasa harus berkurang. Namun, dia tetap berusaha menjalankan ibadah puasa lebih baik lagi untuk meningkatkan ketakwaan.

Baca Juga :  Selera Dapur Keluarga Sekkab Bangkalan Moh. Taufan Zairinsjah

Pria yang sebelumnya bertugas di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, itu sudah biasa jauh dari keluarga. Begitu pun saat ini. Memang keluarga tidak dibawa.

Karena jauh dari keluarga, untuk nasi memasak sendiri. Jika banyak kegiatan, terkadang beli sekalian dengan menu sahur. Pada saat sahur dihangatkan.

”Sebisa mungkin nasi dan lauk saya masak sendiri. Tapi, itu kondisional. Kalau banyak kegiatan, lauknya beli. Kalau nasi nanak sendiri,” ungkapnya. Kebiasaan itu karena dia pernah nyantri.

Menurut Amar, bulan Ramadan adalah kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Karena itu, tidak baik menyia-nyiakan waktu yang singkat ini. Setahun hanya sebulan. Karena itu, dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk lebih khusyuk beribadah.

Bahkan, dia mengajak kepada semua pegawai PA Bangkalan supaya salat Duhur dan Asar berjamaah. Saat duhur, selain salat berjamaah, juga ada tadarus disertai kultum.

Baca Juga :  Pemprov Buka 13.496 Formasi CPNS-PPPK

”Untuk kultum, kami minta kepada teman-teman hakim agar bergantian,” katanya. ”Kami anjurkan kepada seluruh pegawai,” imbuhnya.

Pria yang baru lima bulan menjabat itu menambahkan, tujuan menjalankan ibadah puasa itu takwa. Karena itu, Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah.

”Itu yang kami tanamkan bagi diri sendiri dan juga teman-teman di internal PA,” urainya.

Amar mengajak semua pihak memanfaatkan momentum Ramadan ini dengan baik. Bulan puasa saat ini kali kedua dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

”Ibadah itu banyak. Jangan lupa juga ibadah sosial. Di tengah pandemi ini kita bersedekah kepada sesama. Jadi harus ada kegiatan spesial di bulan Ramadan daripada hari biasa,” tandasnya. (rul/luq)

Edisi cetak terbit di Jawa Pos Radar Madura Selasa, 20 April 2021

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Buat Pelajar kok Coba-coba

BOP Enam Lembaga Dicairkan Pihak Lain

MDW Soal Realisasi BPNT

Artikel Terbaru

/