alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Motivasi Lapas Kelas II-A Pamekasan Belajar Menembak

Petugas Lapas Kelas II-A Pamekasan wajib punya keahlian khusus. Termasuk menembak. Sebab, mereka harus mampu mengendalikan keadaan jika suatu ketika terjadi kegaduhan di dalam lapas.

 

ONGKY ARISTA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

BELASAN pejabat Lapas Kelas II-A memasuki Lapangan Tembak Brimob Pamekasan sekitar pukul 09.00 kemarin (19/8). Dipimpin M. Hanafi, mereka kemudian didampingi instruktur dari Satbrimob Pamekasan yang sudah menunggu di lokasi.

Di tengah lapangan, di atas meja sudah tersedia peluru dan pistol. Satu demi satu pejabat lapas mengambil posisi di belakang meja. Para pejabat lalu mengambil senjata api dan konsentrasi membidik sasaran.

Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi menuturkan, petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) juga bisa diterpa dan menghadapi beragam masalah saat bertugas. Untuk itu, para petugas Lapas Kelas II-A Pamekasan dituntut siaga dan memiliki keahlian dalam berbagai hal. Baik kemampuan bela diri hingga dalam hal penguasaan senjata api.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Pindah ke Branta

Kemampuan tersebut tidak lain untuk mengontrol massa yang bisa saja berbuat hal yang tidak diinginkan. ”Hal inilah yang mendasari diadakannya pelatihan menembak bagi petugas Lapas Kelas II-A Pamekasan,” terangnya.

Latihan menembak ini bertempat di Lapangan Tembak Brimob Pamekasan. ”Kita bekerja sama dengan Brimob. Sebanyak 18 petugas lapas yang mengikuti latihan menembak di Lapangan Tembak ini,” sambung pria berkumis itu.

Latihan menembak, kata Hanafi, juga merupakan bagian dari menyiapkan mental. Tidak ragu bersikap dan takut. ”Ini teknik yang disampaikan oleh pelatih. Jangan takut kepanasan, bidik sasaran dengan tenang,” terangnya.

Angin dan cuaca sangat memengaruhi dalam situasi latihan. Untuk itu, pegawai lapas yang belajar menembak juga belajar fokus dan serius agar teknik menembak bisa dilakukan dengan baik.

Latihan menembak ini dimaksudkan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan petugas lapas dalam menggunakan senjata api. Mereka didampingi instruktur Satbrimob Pamekasan.

Baca Juga :  Pembawa Baki Bendara Merah Putih Arinda Cahyaning Fajrin

”Jadi, pelatihan ini dimaksudkan agar petugas Lapas Pamekasan mengenali dan mengetahui senjata milik mereka sendiri,” katanya.

Meskipun sudah dibekali latihan menembak, petugas lapas dipastikan tidak akan sembarangan menggunakan senjata api. Karena tujuan latihan ini membentuk mental petugas dalam menghadapi situasi genting dengan tenang.

Latihan menembak ini agar petugas Lapas Pamekasan punya strategi menghadapi situasi genting dengan tenang. Mereka harus mengerti cara menggunakan dan merawat senjata dengan baik.

”Senjata yang kita miliki ini, tidak mesti harus ditembakkan, bisa cukup untuk melumpuhkan saja,” jelasnya.

Di lapas itu tidak perlu dipersenjatai perorangan. Tapi, di tempat-tempat strategis, seperti di pos. ”Untuk penanganan warga binaan yang berlaku anarkistis di dalam lapas, kami telah menggunakan senjata sesuai prosedur, kapan harus ditembakkan. Tapi, senjata yang digunakan adalah untuk melumpuhkan, bukan untuk mematikan,” tandasnya.

Petugas Lapas Kelas II-A Pamekasan wajib punya keahlian khusus. Termasuk menembak. Sebab, mereka harus mampu mengendalikan keadaan jika suatu ketika terjadi kegaduhan di dalam lapas.

 

ONGKY ARISTA, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura


BELASAN pejabat Lapas Kelas II-A memasuki Lapangan Tembak Brimob Pamekasan sekitar pukul 09.00 kemarin (19/8). Dipimpin M. Hanafi, mereka kemudian didampingi instruktur dari Satbrimob Pamekasan yang sudah menunggu di lokasi.

Di tengah lapangan, di atas meja sudah tersedia peluru dan pistol. Satu demi satu pejabat lapas mengambil posisi di belakang meja. Para pejabat lalu mengambil senjata api dan konsentrasi membidik sasaran.

Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi menuturkan, petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) juga bisa diterpa dan menghadapi beragam masalah saat bertugas. Untuk itu, para petugas Lapas Kelas II-A Pamekasan dituntut siaga dan memiliki keahlian dalam berbagai hal. Baik kemampuan bela diri hingga dalam hal penguasaan senjata api.

Baca Juga :  Peraih Penghargaan Adipura 2018 Akhirnya Diumumkan

Kemampuan tersebut tidak lain untuk mengontrol massa yang bisa saja berbuat hal yang tidak diinginkan. ”Hal inilah yang mendasari diadakannya pelatihan menembak bagi petugas Lapas Kelas II-A Pamekasan,” terangnya.

Latihan menembak ini bertempat di Lapangan Tembak Brimob Pamekasan. ”Kita bekerja sama dengan Brimob. Sebanyak 18 petugas lapas yang mengikuti latihan menembak di Lapangan Tembak ini,” sambung pria berkumis itu.

Latihan menembak, kata Hanafi, juga merupakan bagian dari menyiapkan mental. Tidak ragu bersikap dan takut. ”Ini teknik yang disampaikan oleh pelatih. Jangan takut kepanasan, bidik sasaran dengan tenang,” terangnya.

Angin dan cuaca sangat memengaruhi dalam situasi latihan. Untuk itu, pegawai lapas yang belajar menembak juga belajar fokus dan serius agar teknik menembak bisa dilakukan dengan baik.

Latihan menembak ini dimaksudkan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan petugas lapas dalam menggunakan senjata api. Mereka didampingi instruktur Satbrimob Pamekasan.

Baca Juga :  Pembawa Baki Bendara Merah Putih Arinda Cahyaning Fajrin

”Jadi, pelatihan ini dimaksudkan agar petugas Lapas Pamekasan mengenali dan mengetahui senjata milik mereka sendiri,” katanya.

Meskipun sudah dibekali latihan menembak, petugas lapas dipastikan tidak akan sembarangan menggunakan senjata api. Karena tujuan latihan ini membentuk mental petugas dalam menghadapi situasi genting dengan tenang.

Latihan menembak ini agar petugas Lapas Pamekasan punya strategi menghadapi situasi genting dengan tenang. Mereka harus mengerti cara menggunakan dan merawat senjata dengan baik.

”Senjata yang kita miliki ini, tidak mesti harus ditembakkan, bisa cukup untuk melumpuhkan saja,” jelasnya.

Di lapas itu tidak perlu dipersenjatai perorangan. Tapi, di tempat-tempat strategis, seperti di pos. ”Untuk penanganan warga binaan yang berlaku anarkistis di dalam lapas, kami telah menggunakan senjata sesuai prosedur, kapan harus ditembakkan. Tapi, senjata yang digunakan adalah untuk melumpuhkan, bukan untuk mematikan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/