Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Features
icon featured
Features

Maratus Soleha, Mahasiswi UTM Asal Jakarta

Setahun Torehkan 20 Prestasi

19 November 2021, 20: 48: 37 WIB | editor : Abdul Basri

Maratus Soleha, Mahasiswi UTM Asal Jakarta

BERPRESTASI: Maratus Soleha menunjukkan piagam penghargaan usai mengikuti perlombaan orasi politik beberapa waktu lalu. (Maratus Soleha For RadarMadura.id)

Share this      

Dibanding mahasiswi lainnya, torehan prestasi Maratus Soleha sangat gemilang. Dalam setahun, dara yang akrab disapa Atus ini memboyong 20 medali tingkat provinsi dan nasional.

ZEINAL ABIDIN, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

BAGI Atus, niat dan ketekunan menjadi salah satu kunci yang mengantarkannya ke fase saat ini. Selain kemampuan public speaking-nya kian terasah, jumlah medali yang disabet kian bertambah.

Baca juga: Setelah Tangani Pasien Persalinan, Forkopimca Ikut Lamar Calon Istri

Menurut dia, banyak orang berkeinginan bisa berbicara apik dan lugas di depan umum. Namun, keinginan itu tidak diikuti aksi nyata. ”Jika sekadar bermimpi, siapa pun bisa. Proses dan action-nya itu yang sulit dan jarang dipraktikkan oleh kebanyakan orang,” tuturnya.

Atus mengaku, awalnya tidak percaya diri. Namun karena kadung niat dan mendapat dukungan dari teman-temannya, Atus semakin semangat mengasah kemampuan public speaking-nya.

”Aku bisa melangkah lebih maju. Ini kesempatan emas yang tidak bisa ditunda-tunda. Kemampuan saya asah sejak duduk di SMKN 49 Jakarta,” ulasnya.

Dijelaskan, setamat SMKN 49 Jakarta, Atus melanjutkan studi di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). ”Banyak pertanyaan yang dilontarkan teman-teman perihal alasan saya memilih kuliah di kampus yang dulu dikenal sebagai Universitas Bangkalan (Unibang) ini,” ungkapnya.

Menurut teman-teman Atus, di Jakarta banyak kampus ternama. Karena itu, teman-temannya penasaran kenapa Atus memilih UTM yang tidak begitu dikenal banyak orang. ”Bagi saya, kampus ternama tidak bisa dijadikan tolok ukur. Di mana pun kita bisa menempa diri asal ada niat dan kemauan. Kita harus berani mencoba untuk lebih baik,” tuturnya.

Saat menjadi mahasiswa baru di UTM, Atus sadar kemampuanya masih minim. Karena itu, dia terus memupuk diri dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman. Secara bertahap, dia mulai memberanikan diri dan mengikuti berbagai perlombaan di kampus.

”Saya tidak peduli penyelenggara lomba itu kampus ternama atau tidak, yang penting saya bisa berproses dengan baik dan meningkatkan kualitas diri. Di UTM saya lebih bisa mengasah kemampuan. Hasilnya, saya menyabet beberapa medali dan menoreh prestasi,” ulasnya.

Dijelaskan, tahun ini ada sekitar 20 prestasi yang Atus raih. Salah satunya juara 1 Orasi Politik tingkat nasional di Institut Pertanian Bogor. Selain itu, juara 3 Artikel Kepemimpinan tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Hasyim Asy'ari (selengkapnya baca grafis).

”Mengasah kemampuan public speaking tidak sulit, yang penting sering praktik. Saya mengasah kemampuan berbicara melalui kompetisi. Seperti kompetisi orasi, debat, pidato,” paparnya.

Ditambahkan, prestasi tidak bisa diraih secara instan. Semuanya butuh waktu dan perjuangan yang konsisten. ”Jangan jadikan gelar juara sebagai tujuan utama. Tapi, bagaimana kita berproses di dalamnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap kompetisi itulah yang membuat kita menjadi mahasiswa yang kuat dan berprestasi,” tutupnya. 

(mr/yan/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia