alexametrics
24 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Hainina Apriliyana, Juara 1 MTQ Tingkat Kabupaten Sumenep

Keberhasilan tidak diraih secara instan. Butuh proses dan perjuangan panjang. Berbekal keyakinan serta motivasi, Hainina Apriliyana akhirnya menjadi kebanggaan bersama.

HAININA Apriliyana terpilih menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2019. Aini adalah siswi kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Al-Karimiyah. Madrasah tempat putri 17 tahun itu sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan tersebut.

Selain sekolah, Aini mondok di Pondok Pesantren Al-Karimiyah. Dia adalah anak pasangan Abdurrahman dan Hermani, warga Desa Paberasan, Kota Sumenep. Sebelum menjadi juara tingkat kabupaten, dia meraih juara 1 MTQ tingkat Kecamatan Gapura.

Kepada Jawa Pos Radar Madura, Aini menuturkan hobinya tersebut. Mulai belajar seni tarik suara (mengaji) sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD) sekitar 5 tahun lalu. Saat itu dia belajar bersama lima kawannya. Dia belajar kepada guru privat bernama Bambang Sutrisno.

Baca Juga :  Mengunjungi SDN Cangkramaan dan SDN Tembayangan di Pulau Kangean

Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Awal mula belajar, Aini kesulitan karena baru belajar membaca Alquran. Merasa memiliki kelebihan di bidang suara, Aini tekun mengasah kemampuannya meski rumah gurunya jauh.

Belajar khusus MTQ tekun dijalani selama bertahun-tahun. Guru MTQ-nya, Bambang Sutrisno, juga merupakan tenaga pendidik di MTs Al-Karimiyah.

Sebelum mondok, Aini dijadwalkan belajar MTQ 2 kali sepekan. Ketika mondok, karena harus pamit kepada pengasuh, dia belajar rutin seminggu sekali. Namun, sekarang Aini hanya belajar sendiri. Sementara lima temannya sudah berhenti belajar MTQ.

Aini menekuni bakatnya karena terinspirasi almarhumah neneknya, Sa’oda. Menurut Aini, almarhumah neneknya sangat menyukai pembacaan Alquran yang dilagukan. Sebelum wafat, Sa’oda berharap Aini belajar MTQ dengan serius dan tekun. 

Baca Juga :  Gagal Jadi Wabup, Kini Jadi Wakil Rakyat

”Beliau berpesan jangan pernah menyerah untuk belajar. Jangan lupa salat lima waktunya dan jangan sombong,” kenangnya Selasa (17/9).

Kepala MA Al-Karimiyah Akh. Fauzi menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih anak didiknya. Prestasi itu menjadi kebanggaan dewan guru, siswa, dan keluaraga besar yayasan. ”Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk tekun belajar,” katanya.

Dengan perolehan tersebut, lembaganya akan mewakili Sumenep untuk bertanding di tingkat Jawa Timur. Pihaknya akan terus memberikan pendampingan dan motivasi dalam mengikuti event selanjutnya. Sama seperti mendampingi Aini di ajang sebelumnya.

Sekolah akan terus memberikan ruang kreativitas kepada setiap siswa. Sesuai dengan keterampilan masing-masing. Misalnya, futsal, tenis meja, dan pembinaan olimpiade. ”Pasti ada reward dari sekolah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa,” jelasnya.

Keberhasilan tidak diraih secara instan. Butuh proses dan perjuangan panjang. Berbekal keyakinan serta motivasi, Hainina Apriliyana akhirnya menjadi kebanggaan bersama.

HAININA Apriliyana terpilih menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2019. Aini adalah siswi kelas XI Madrasah Aliyah (MA) Al-Karimiyah. Madrasah tempat putri 17 tahun itu sangat mengapresiasi prestasi yang ditorehkan tersebut.

Selain sekolah, Aini mondok di Pondok Pesantren Al-Karimiyah. Dia adalah anak pasangan Abdurrahman dan Hermani, warga Desa Paberasan, Kota Sumenep. Sebelum menjadi juara tingkat kabupaten, dia meraih juara 1 MTQ tingkat Kecamatan Gapura.


Kepada Jawa Pos Radar Madura, Aini menuturkan hobinya tersebut. Mulai belajar seni tarik suara (mengaji) sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD) sekitar 5 tahun lalu. Saat itu dia belajar bersama lima kawannya. Dia belajar kepada guru privat bernama Bambang Sutrisno.

Baca Juga :  Mengunjungi SDN Cangkramaan dan SDN Tembayangan di Pulau Kangean

Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Awal mula belajar, Aini kesulitan karena baru belajar membaca Alquran. Merasa memiliki kelebihan di bidang suara, Aini tekun mengasah kemampuannya meski rumah gurunya jauh.

Belajar khusus MTQ tekun dijalani selama bertahun-tahun. Guru MTQ-nya, Bambang Sutrisno, juga merupakan tenaga pendidik di MTs Al-Karimiyah.

Sebelum mondok, Aini dijadwalkan belajar MTQ 2 kali sepekan. Ketika mondok, karena harus pamit kepada pengasuh, dia belajar rutin seminggu sekali. Namun, sekarang Aini hanya belajar sendiri. Sementara lima temannya sudah berhenti belajar MTQ.

Aini menekuni bakatnya karena terinspirasi almarhumah neneknya, Sa’oda. Menurut Aini, almarhumah neneknya sangat menyukai pembacaan Alquran yang dilagukan. Sebelum wafat, Sa’oda berharap Aini belajar MTQ dengan serius dan tekun. 

Baca Juga :  Wisuda UMM Tetap Diselenggarakan Luring

”Beliau berpesan jangan pernah menyerah untuk belajar. Jangan lupa salat lima waktunya dan jangan sombong,” kenangnya Selasa (17/9).

Kepala MA Al-Karimiyah Akh. Fauzi menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih anak didiknya. Prestasi itu menjadi kebanggaan dewan guru, siswa, dan keluaraga besar yayasan. ”Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk tekun belajar,” katanya.

Dengan perolehan tersebut, lembaganya akan mewakili Sumenep untuk bertanding di tingkat Jawa Timur. Pihaknya akan terus memberikan pendampingan dan motivasi dalam mengikuti event selanjutnya. Sama seperti mendampingi Aini di ajang sebelumnya.

Sekolah akan terus memberikan ruang kreativitas kepada setiap siswa. Sesuai dengan keterampilan masing-masing. Misalnya, futsal, tenis meja, dan pembinaan olimpiade. ”Pasti ada reward dari sekolah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa,” jelasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/