alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Sisi Lain PTM di SDN Pangarangan 3 Sumenep

Pemantauan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan Bupati Achmad Fauzi di SDN Pangarangan 3 Sumenep kemarin (18/8) terlihat semarak. Apalagi, kedatangan bupati disambut lagu To The Bone. Lagu tersebut dibawakan band murid dan guru sekolah setempat.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

MESKI baru berusia 10 tahun, Aruna Nathya Anindiar begitu lugas melantunkan lagu berbahasa Inggris itu. Keterampilannya bernyanyi berhasil memikat perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Begitu juga dengan pemain drumer dan gitar yang juga dimainkan oleh teman-temannya.

Penampilan band sekolah itu memang sengaja disiapkan untuk menyambut kedatangan bupati. Hasilnya, orang nomor satu di Kota Keris itu terpukau dengan penampilan pelajar dan guru SDN Pangarangan 3. Sejak tiba di sekolah sekitar pukul 10.17, kepala daerah yang kerap mengenakan belangkon itu mengambil posisi duduk menikmati alunan musik.

Setelah sukses menyanyikan satu tembang lagu, Bupati Achmad Fauzi tidak mau penampilan pelajar SD itu berakhir begitu saja. Buktinya, dia meminta para pelajar kembali tampil menyanyikan satu buah lagu. Permintaan tersebut langsung diamini dan para pelajar kembali tampil memukau di depan bupati.

Baca Juga :  Kacapa’an, Kesenian Tradisional yang Tetap Lestari

”Luar biasa, cara membawakan lagunya sangat bagus. Kalau arti liriknya ngerti ya?” tanya bupati kepada Aruna yang dijawab dengan malu-malu.

Sebelum beranjak ke tempat lain, bupati yang akrab disapa Fauzi itu juga menyerahkan sejumlah uang kepada Aruna dan dua murid SD lainnya yang ikut mentas menghibur undangan. ”Kebetulan, saya datang ke sini untuk memantau pelaksanaan PTM di SDN Pangarangan 3,” tegas bupati.

Sementara itu, Aruna Nathya Anindiar mengaku menguasai banyak jenis lagu. Dia suka menyanyi sejak Taman Kanak-Kanak (TK). Beberapa event lomba menyanyi juga diikuti dan berhasil meraih juara.

Namun, untuk tampil di depan bupati, siswi kelas V SDN Pangarangan 3 itu mengaku sedikit grogi karena baru kali pertama. Sekalipun terbiasa bernyanyi, dia tetap merasa grogi karena khawatir penampilannya mengecewakan. ”Saya banyak hafal lagu-lagu,” akunya singkat.

Baca Juga :  Delfia Noor Safitri, Anak Penjahit Toreh Banyak Prestasi

Pengakuan yang sama juga disampaikan pemain drum, Zahran Nisrinaroyan. Perempuan yang akrab dipaggil Airin itu menyampaikan, bermain drum sudah dilakoni sejak kecil. Bahkan, dia ikut les bermain drum sampai sekarang. ”Senang sekali saya bisa tampil menyambut kedatangan Bapak Bupati,” jelas Airin yang bercita-cita ingin menjadi pemusik andal.

Usai memantau pelaksanaan PTM, Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyampaikan, keterampilan bermusik pelajar patut diapresiasi. Sebab, itu menunjukkan bahwa mereka memilik bakat seni sejak usia dini. Kemampuan tersebut perlu dilatih dan diasah.

”Terkait PTM, pelaksanaannya cukup baik dan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Namun, saya minta pihak sekolah melakukan evaluasi setiap minggu. Termasuk, memantau kondisi kesehatan pelajar. Evaluasi harus dilakukan karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung,” pungkasnya.

- Advertisement -

Pemantauan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dilakukan Bupati Achmad Fauzi di SDN Pangarangan 3 Sumenep kemarin (18/8) terlihat semarak. Apalagi, kedatangan bupati disambut lagu To The Bone. Lagu tersebut dibawakan band murid dan guru sekolah setempat.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

MESKI baru berusia 10 tahun, Aruna Nathya Anindiar begitu lugas melantunkan lagu berbahasa Inggris itu. Keterampilannya bernyanyi berhasil memikat perhatian Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Begitu juga dengan pemain drumer dan gitar yang juga dimainkan oleh teman-temannya.


Penampilan band sekolah itu memang sengaja disiapkan untuk menyambut kedatangan bupati. Hasilnya, orang nomor satu di Kota Keris itu terpukau dengan penampilan pelajar dan guru SDN Pangarangan 3. Sejak tiba di sekolah sekitar pukul 10.17, kepala daerah yang kerap mengenakan belangkon itu mengambil posisi duduk menikmati alunan musik.

Setelah sukses menyanyikan satu tembang lagu, Bupati Achmad Fauzi tidak mau penampilan pelajar SD itu berakhir begitu saja. Buktinya, dia meminta para pelajar kembali tampil menyanyikan satu buah lagu. Permintaan tersebut langsung diamini dan para pelajar kembali tampil memukau di depan bupati.

Baca Juga :  Apresiasi AKBP Deddy Supriadi, Ketua DPRD Sumenep Sambut AKBP Darman

”Luar biasa, cara membawakan lagunya sangat bagus. Kalau arti liriknya ngerti ya?” tanya bupati kepada Aruna yang dijawab dengan malu-malu.

Sebelum beranjak ke tempat lain, bupati yang akrab disapa Fauzi itu juga menyerahkan sejumlah uang kepada Aruna dan dua murid SD lainnya yang ikut mentas menghibur undangan. ”Kebetulan, saya datang ke sini untuk memantau pelaksanaan PTM di SDN Pangarangan 3,” tegas bupati.

Sementara itu, Aruna Nathya Anindiar mengaku menguasai banyak jenis lagu. Dia suka menyanyi sejak Taman Kanak-Kanak (TK). Beberapa event lomba menyanyi juga diikuti dan berhasil meraih juara.

Namun, untuk tampil di depan bupati, siswi kelas V SDN Pangarangan 3 itu mengaku sedikit grogi karena baru kali pertama. Sekalipun terbiasa bernyanyi, dia tetap merasa grogi karena khawatir penampilannya mengecewakan. ”Saya banyak hafal lagu-lagu,” akunya singkat.

Baca Juga :  Nilai Pengentasan Kemiskinan Gagal

Pengakuan yang sama juga disampaikan pemain drum, Zahran Nisrinaroyan. Perempuan yang akrab dipaggil Airin itu menyampaikan, bermain drum sudah dilakoni sejak kecil. Bahkan, dia ikut les bermain drum sampai sekarang. ”Senang sekali saya bisa tampil menyambut kedatangan Bapak Bupati,” jelas Airin yang bercita-cita ingin menjadi pemusik andal.

Usai memantau pelaksanaan PTM, Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyampaikan, keterampilan bermusik pelajar patut diapresiasi. Sebab, itu menunjukkan bahwa mereka memilik bakat seni sejak usia dini. Kemampuan tersebut perlu dilatih dan diasah.

”Terkait PTM, pelaksanaannya cukup baik dan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes). Namun, saya minta pihak sekolah melakukan evaluasi setiap minggu. Termasuk, memantau kondisi kesehatan pelajar. Evaluasi harus dilakukan karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/