alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Dibungkus Kardus, Dibuang di Kebun Jati

Suasana Desa Nyamplong, Kecamatan Gayam, kemarin pagi (18/5) gempar. Sebab, warga menemukan bayi perempuan di kebun jati desa setempat. Bayi yang ditemukan sekitar pukul 07.00 tersebut berselimut dua helai sak bekas dan terbungkus kardus.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SUNGGUH malang nasib bayi perempuan tidak berdosa itu. Menjerit histeris ditinggalkan sendirian di tengah kebun pohon jati. Perkebunan yang cukup jauh dari permukiman warga dalam cuaca yang cukup panas.

Beruntung, nyawanya tertolong setelah jerit tangisnya terdengar Mahyani, warga setempat. Sebelum menemukan bayi tersebut, perempuan yang sehari-hari bertani itu hendak menuju ladang miliknya. Prihatin dan tidak tega melihat bayi telantar, perempuan berusia 45 tahun itu bergegas menghubungi warga yang lain.

Lalu, Mahyani membawa bayi itu ke bidan desa. Agar penanganan lebih maksimal, akhirnya, dia memutuskan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Gayam. Sontak, insiden penemuan bayi itu menyedot perhatian warga Nyamplong.

Baca Juga :  Menuju Gelaran Karapan Sapi Tingkat Kabupaten

Sebelum bayi dibawa ke puskesmas, banyak warga berdatangan melihat kondisinya. Warga juga membersihkan tubuh bayi dengan peralatan seadanya. Sebab, pertama ditemukan, bayi kritis dan warna kulit membiru. Karena itu, setiba di Puskesmas Gayam, tubuhnya kembali dibersihkan. Kemudian, petugas memasang oksigen dan memasukkannya ke inkubator.

Secara berangsur-angsur, kondisi bayi kian membaik. Namun, perawatan intensif harus dilakukan. ”Butuh observasi dalam satu hingga dua hari ke depan. Kondisi bayi harus tetap dipantau,” jelas Kepala Puskesmas Gayam Nuruddin.

Hasil pengamatan Nuruddin, bayi itu belum lama dilahirkan. Sebab, ditemukan bekas darah. Dia memperkirakan, bayi itu baru lahir sekitar 7 jam sebelum ditemukan warga. Berat bayi 3,2 gram dengan panjang 30 sentimeter. Sembari berkoordinasi dengan instansi terkait, Nuruddin menyatakan bayi itu akan tetap dirawat di Puskesmas Gayam.

Baca Juga :  Pulang Ziarah, Pak Haji Dapat Bayi

”Sejak lahir hingga dibuang, sepertinya belum sampai 1 x 24 jam. Kalau lebih dari itu, mungkin nyawa bayi itu sudah tidak tertolong,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sapudi AKP Sunarto menyampaikan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga. Penyelidikan akan terus dilakukan jajarannya untuk mengungkap pembuang bayi. ”Segera diagendakan jadwal pemeriksaan saksi-saksi,” tuturnya.

Menurut Sunarto, dua helai sak bakas dan kardus tempat bayi sudah diamankan jajarannya untuk dijadikan barang bukti (BB) dalam kasus tersebut. Termasuk mendata ciri-ciri bayi itu. ”Kami segera minta keterangan saksi-saksi untuk mencari petunjuk dan identitas pelaku pembuang bayi,” pungkasnya.

Suasana Desa Nyamplong, Kecamatan Gayam, kemarin pagi (18/5) gempar. Sebab, warga menemukan bayi perempuan di kebun jati desa setempat. Bayi yang ditemukan sekitar pukul 07.00 tersebut berselimut dua helai sak bekas dan terbungkus kardus.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SUNGGUH malang nasib bayi perempuan tidak berdosa itu. Menjerit histeris ditinggalkan sendirian di tengah kebun pohon jati. Perkebunan yang cukup jauh dari permukiman warga dalam cuaca yang cukup panas.

Beruntung, nyawanya tertolong setelah jerit tangisnya terdengar Mahyani, warga setempat. Sebelum menemukan bayi tersebut, perempuan yang sehari-hari bertani itu hendak menuju ladang miliknya. Prihatin dan tidak tega melihat bayi telantar, perempuan berusia 45 tahun itu bergegas menghubungi warga yang lain.

Lalu, Mahyani membawa bayi itu ke bidan desa. Agar penanganan lebih maksimal, akhirnya, dia memutuskan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Gayam. Sontak, insiden penemuan bayi itu menyedot perhatian warga Nyamplong.

Baca Juga :  Tuntut Pembunuh Bayi Dihukum Mati

Sebelum bayi dibawa ke puskesmas, banyak warga berdatangan melihat kondisinya. Warga juga membersihkan tubuh bayi dengan peralatan seadanya. Sebab, pertama ditemukan, bayi kritis dan warna kulit membiru. Karena itu, setiba di Puskesmas Gayam, tubuhnya kembali dibersihkan. Kemudian, petugas memasang oksigen dan memasukkannya ke inkubator.

Secara berangsur-angsur, kondisi bayi kian membaik. Namun, perawatan intensif harus dilakukan. ”Butuh observasi dalam satu hingga dua hari ke depan. Kondisi bayi harus tetap dipantau,” jelas Kepala Puskesmas Gayam Nuruddin.

Hasil pengamatan Nuruddin, bayi itu belum lama dilahirkan. Sebab, ditemukan bekas darah. Dia memperkirakan, bayi itu baru lahir sekitar 7 jam sebelum ditemukan warga. Berat bayi 3,2 gram dengan panjang 30 sentimeter. Sembari berkoordinasi dengan instansi terkait, Nuruddin menyatakan bayi itu akan tetap dirawat di Puskesmas Gayam.

Baca Juga :  Kehidupan Fadhor Rozi setelah Rumah Ambruk Diterjang Ombak

”Sejak lahir hingga dibuang, sepertinya belum sampai 1 x 24 jam. Kalau lebih dari itu, mungkin nyawa bayi itu sudah tidak tertolong,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sapudi AKP Sunarto menyampaikan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga. Penyelidikan akan terus dilakukan jajarannya untuk mengungkap pembuang bayi. ”Segera diagendakan jadwal pemeriksaan saksi-saksi,” tuturnya.

Menurut Sunarto, dua helai sak bakas dan kardus tempat bayi sudah diamankan jajarannya untuk dijadikan barang bukti (BB) dalam kasus tersebut. Termasuk mendata ciri-ciri bayi itu. ”Kami segera minta keterangan saksi-saksi untuk mencari petunjuk dan identitas pelaku pembuang bayi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/