Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Features
icon featured
Features

Ach. Hariri, Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an

Bernazar Gelar Maulid Nabi di Asta Batu Ampar

18 November 2021, 21: 22: 08 WIB | editor : Abdul Basri

Ach. Hariri, Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an

BERPRESTASI: Ach. Hariri, peraih juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an Putra dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Jatim 2021 di Kabupaten Pamekasan. (HARIRI for RadarMadura.id)

Share this      

Mengikuti event besar dan bergengsi sudah sepatutnya dipersiapkan dengan matang agar menuai hasil maksimal. Demikian diungkapkan Ach. Hariri, salah satu peserta Musabaqah Fahmil Qur’an delegasi Sumenep asal Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep.

MOH. JUNAIDI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

SEJUJURNYA, Hariri (sapaan akrabnya) tidak menyangka bahwa dia dan kelompoknya akan dinobatkan sebagai juara satu di MTQ XXIX Jatim 2021 di Kabupaten Pamekasan. Sebab, persiapan yang dilakukannya terbilang kurang maksimal.

Baca juga: Dua Kali Tenggelam Dihantam Ombak saat Kegiatan Imunisasi

Bahkan, kata Hariri, sejak ditunjuk pada 2020 lalu, dirinya sudah pesimistis. Dia waswas karena tak ada kabar lebih lanjut mengenai penunjukan itu. Tetapi, setengah bulan sebelum hari H, dia benar-benar terpilih mewakili Kabupaten Sumenep dalam ajang bergengsi tersebut.

”Tidak ada seleksi. Kami ditunjuk begitu saja,” ungkap santri kelahiran 15 Desember 2005.

Hariri kaget, mengingat selama ini belum melakukan persiapan sama sekali. Meskipun bangga, tapi rasa cemas tetap berkelindan dalam pikirannya. Ditambah dirinya belum tahu akan materinya.

Tetapi, dia sedikit tersenyum, usai Harun Adiyanto selaku penunjuknya sekaligus salah satu qari PP Annqayah memintanya menghubungi pembina dari kabupaten. ”Beliau ustad Abdul Hadi, asal Pragaan,” tutur Hariri.

Sejak saat itu, Hariri mulai berpikir dan menentukan langkah apa yang harus dia lakukan. Ditambah lagi, pembina sudah menyerahkan semacam buku paket dan panduan fahmil Qur’an. Senang, sekaligus terbebani. Sebab, pelaksanaan tinggal menghitung hari. Sementara materi belum dipelajari sama sekali.

”Materinya sangat banyak. Mulai dari metode menyambung ayat, makna, tafsir, dan sebagainya,” jelas anak dari Taufiqurrahman dan Rofatun.

Mau tidak mau, Hariri harus sungguh-sungguh menyiapkan segalanya. Termasuk, mempercepat hafalan materinya. Lembaga Tahfidzul Qur’an PP Annuqayah Latee, tempat dia bermukim memberinya dispensasi untuk fokus ke MTQ dulu. Hariri boleh menghentikan sementara hafalan Al-Qur’an yang merupakan program wajib di kompleks ia tinggal.

”Alhamdulillah, saya mendapat semacam keringanan. Saya kan ikut program Tahfidzul Qur’an di Latee, tapi saat itu saya disuruh fokus dulu,” katanya.

Minatnya dalam menghafal Al-Qur’an itulah yang kemudian menjadi bekal penting bagi Hariri. Sebab, dia sudah terbiasa menghadapi hafalan ayat-ayat Al-Qur’an setiap hari. Minimal satu halaman per harinya. Dengan kata lain, dia sangat dekat dengan metode menghafal.

Beberapa hari kemudian, Hariri dipanggil pembinanya. Dia akan dites, seberapa jauh materi yang sudah dihafalkan. Tetapi, sadar kurang maksimal, Hariri merasa cukup kesulitan. Dia pun mendapat berbagai arahan dari ustad Abdul Hadi.

”Saya pesimistis. Apalagi, arahan dari beliau sangat banyak. Saya dilema waktu itu. Bahkan, sedikit berpikir untuk mundur,” tambah pemuda asal Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng itu.

Beruntung, sebelum pemberangkatan, Hariri masih menerima pembekalan dari Kabupaten Sumenep. Selain menyangkut urusan teknis, Hariri mendapat banyak motivasi saat itu. Tekadnya untuk berjuang tumbuh lagi.

Hal itu dibuktikan dengan kesanggupannya menempuh perjalanan pulang pergi (PP) dari Annuqayah ke  Pragaan, menemui pembinanya, dan itu nyaris dia lakukan setiap hari. ”Hampir setiap hari bolak-balik demi bertemu beliau,” lanjut pemuda yang kini duduk di kelas X A Madrasah Aliyah Tahfidh Annuqayah itu.

Ketika hari pelaksanaan tiba, Hariri mengaku belum benar-benar hafal materinya. Dia kerap lupa dan kurang lancar. Bahkan, minder dan sebagainya. Apalagi saat pengambilan nomor undian, dalam hati kecilnya, Hariri tak henti-hentinya berdoa agar dimudahkan.

Doa Hariri terkabul. Sebab, dari hasil undian, diketahui dirinya akan tampil tiga hari lagi. Dengan demikian, masih punya kesempatan memaksimalkan diri. Hariri, konon, diberi amalan khusus agar mudah saat menghafal. ”Ustad Abdul Hadi memberi saya semacam amalan khusus,” terangnya.

Bahkan, saban malam Hariri dan peserta yang lain diminta berziarah, tawasul di Asta Batu Ampar, Pamekasan. Dengan tujuan, memohon barokah, dan berdoa agar maksimal saat dirinya tampil. ”Tiap malam kami ngaji, tawasul di sana,” kata Hariri.

Yang mengagetkan, bagi Hariri, dia oleh pembinanya diminta bernazar sekalian. Jika berhasil lolos ke babak selanjutnya, dia akan kembali lagi ke Asta Batu Ampar. ”Namanya nazar, wajib kami laksanakan,” tegasnya.

Alhasil, Hariri berhasil melewati babak kualifikasi dengan sempurna. Meskipun, dia masih kalah dengan delegasi Kabupaten Jombang. Poin Hariri masih berada di bawahnya. Tetapi, itu tidak menghalanginya untuk bertanding pada babak final. Sebab, di sesi ketiga, dari putaran semifinal melawan Jombang, poin yang didapatnya dirasa cukup mengantarkan ke gerbang terakhir, yakni babak final.

Pada babak inilah, Hariri kembali lagi ke Asta Batu Ampar. Bahkan, nazarnya pun lebih besar. Dia diminta untuk mengadakan Maulid Nabi di sana (Asta Batu Ampar) jika berhasil mengalahkan lawannya. ”Itu permintaan dari pembina,” ujar Hariri.

Di samping itu, Hariri juga merasa, petunjuk dari pembinanya sangat besar manfaatnya. Di sana dia belajar, bahwa ada kekuatan dan pertolongan yang kadang didapatnya justru di luar batas rasionalitas manusia.

Hariri tanpa pikir panjang mengiyakan apa yang diminta pembinanya tersebut. Pada malam babak final, tak disangka, Hariri tampil maksimal dan keluar sebagai juara. Mengalahkan delegasi Kabupaten Jombang yang sangat difavoritkan. ”Saya dan kawan-kawan lainnya, benar-benar mengadakan maulid di Asta Batu Ampar,” pungkasnya.

(mr/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia