alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Narkoba dan Radikalisme Agama Hantui Generasi Muda

PAMEKASAN – Generasi milineal memiliki tantangan cukup berat. Bukan hanya lingkungan sekitar yang bisa mempengaruhi gaya hidup. Jagat dunia maya juga berpengaruh besar bagi sikap dan mental.

Ratusan siswa berkumpul di aula SMAN 4 Pamekasan, Jumat (17/11). Mereka yang berseragam pramuka itu sedang khusyuk berdiskusi soal isu-isu remaja dan problematikanya. Tidak tanggung-tanggung, orang yang diajak diskusi adalah anggota DPD RI Ahmad Nawardi.

Karena temanya bersentuhan dengan remaja, para siswa itu terlihat antusias. Sesekali gelat tawa pecah manakala Ahmad Nawardi mengeluarkan jokes yang menghibur. Bahkan tak jarang mereka juga nyeletuk manakala ada yang merasa penting untuk didiskusikan.

Meski berstatus sebagai pejabat negara, Nawardi tidak lantas bersikap kaku di hadapan siswa. Dia juga berdialog langsung dengan tunas-tunas muda itu. Bahkan sebelum acara usai, para siswa diajak selfie oleh pria berwajah kalem tersebut. ”Ayo selfie dulu,” katanya sembari disambut tepuk tangan ratusan siswa.

Baca Juga :  Seminggu, HWT-ACT Salurkan Bantuan Air Bagi 19.400 Warga Palestina

Di hadapan para siswa, Nawardi menjelaskan tantangan pemuda hari ini lebih berat dari periode terdahulu. Sebab generasi kali ini hidup di dunia yang seakan bisa dilipat. Apa yang terjadi di luar sana bisa langsung disaksikan melalui smart phone.

”Mereka adalah generasi milenial, generasi teknologi, generasi gadget, generasi media sosial. Mereka lebih banyak beraktivitas di media sosial,” jelas Nawardi.

Hal ini pun menjadi tantangan bagi generasi muda. Jika tidak cerdas dalam bermedia sosial, bisa saja mereka akan terjerumus pada hal-hal negatif. Sebab, media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Youtube sangat mudah mempengaruhi para penggunanya. Terutama kalangan remaja yang masih labil.

”Apabila lingkungan sekitar kalah, sekolah kalah, pesantren kalah dalam mempengaruhi generasi muda, maka masa depan mereka akan suram,” paparnya. ”Sebab banyak kelompok yang memang menginginkan generasi muda ini rusak,” tambahnya.

Empat tantangan sedang dihadapi generasi muda. Pertama, maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Saat ini narkoba tidak hanya menyasar kalangan tua atau berduit. Para pelajar dan masyarakat pedesaan juga menjadi objek sasaran.

Baca Juga :  Tak Banyak Arsip Sejarah Berhasil Diselamatkan

Tantangan kedua yakni radikalisme agama. Keyakinan bahwa berdakwah dapat dilakukan dengan cara-cara destruktif atau kekerasan akan dapat merusak masa depan berbangsa dan bernegara. Pada saat yang sama, jika radikalisme agama tidak dicegah, Pancasila sebagai fondasi negara akan semakin lemah.

”Tantangan ketiga adalah pornografi dan pornoaksi. Setiap hari kita lihat di HP, Youtube, ada konten-konten porno. Dalam hal ini negara harus hadir agar anak-anak tidak teracuni,” paparnya.

Tantangan keempat yakni budaya asing yang terus merasuk ke kalangan remaja. Budaya asing itu bisa dilihat dari cara berpakaian. Termasuk juga cara bergaul di kalangan remaja. ”Menjaga moral menjadi keharusan bagi kita bersama. Jangan sampai generasi kita, calon pemimpin masa depan, rusak gara-gara keempat permasalahan di atas,” pungkasnya.

PAMEKASAN – Generasi milineal memiliki tantangan cukup berat. Bukan hanya lingkungan sekitar yang bisa mempengaruhi gaya hidup. Jagat dunia maya juga berpengaruh besar bagi sikap dan mental.

Ratusan siswa berkumpul di aula SMAN 4 Pamekasan, Jumat (17/11). Mereka yang berseragam pramuka itu sedang khusyuk berdiskusi soal isu-isu remaja dan problematikanya. Tidak tanggung-tanggung, orang yang diajak diskusi adalah anggota DPD RI Ahmad Nawardi.

Karena temanya bersentuhan dengan remaja, para siswa itu terlihat antusias. Sesekali gelat tawa pecah manakala Ahmad Nawardi mengeluarkan jokes yang menghibur. Bahkan tak jarang mereka juga nyeletuk manakala ada yang merasa penting untuk didiskusikan.


Meski berstatus sebagai pejabat negara, Nawardi tidak lantas bersikap kaku di hadapan siswa. Dia juga berdialog langsung dengan tunas-tunas muda itu. Bahkan sebelum acara usai, para siswa diajak selfie oleh pria berwajah kalem tersebut. ”Ayo selfie dulu,” katanya sembari disambut tepuk tangan ratusan siswa.

Baca Juga :  Masyarakat Harus Perangi Narkoba

Di hadapan para siswa, Nawardi menjelaskan tantangan pemuda hari ini lebih berat dari periode terdahulu. Sebab generasi kali ini hidup di dunia yang seakan bisa dilipat. Apa yang terjadi di luar sana bisa langsung disaksikan melalui smart phone.

”Mereka adalah generasi milenial, generasi teknologi, generasi gadget, generasi media sosial. Mereka lebih banyak beraktivitas di media sosial,” jelas Nawardi.

Hal ini pun menjadi tantangan bagi generasi muda. Jika tidak cerdas dalam bermedia sosial, bisa saja mereka akan terjerumus pada hal-hal negatif. Sebab, media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Youtube sangat mudah mempengaruhi para penggunanya. Terutama kalangan remaja yang masih labil.

- Advertisement -

”Apabila lingkungan sekitar kalah, sekolah kalah, pesantren kalah dalam mempengaruhi generasi muda, maka masa depan mereka akan suram,” paparnya. ”Sebab banyak kelompok yang memang menginginkan generasi muda ini rusak,” tambahnya.

Empat tantangan sedang dihadapi generasi muda. Pertama, maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Saat ini narkoba tidak hanya menyasar kalangan tua atau berduit. Para pelajar dan masyarakat pedesaan juga menjadi objek sasaran.

Baca Juga :  Ringkus Dua Pengguna, Pemilik Sabu Malah Lolos

Tantangan kedua yakni radikalisme agama. Keyakinan bahwa berdakwah dapat dilakukan dengan cara-cara destruktif atau kekerasan akan dapat merusak masa depan berbangsa dan bernegara. Pada saat yang sama, jika radikalisme agama tidak dicegah, Pancasila sebagai fondasi negara akan semakin lemah.

”Tantangan ketiga adalah pornografi dan pornoaksi. Setiap hari kita lihat di HP, Youtube, ada konten-konten porno. Dalam hal ini negara harus hadir agar anak-anak tidak teracuni,” paparnya.

Tantangan keempat yakni budaya asing yang terus merasuk ke kalangan remaja. Budaya asing itu bisa dilihat dari cara berpakaian. Termasuk juga cara bergaul di kalangan remaja. ”Menjaga moral menjadi keharusan bagi kita bersama. Jangan sampai generasi kita, calon pemimpin masa depan, rusak gara-gara keempat permasalahan di atas,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/