alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Tahun Ini Kangen Banget Sahur Bareng Keluarga

BANGKALAN – Tahun lalu Benny Wahyudi masih berpuasa bersama keluarga di Malang. Tahun ini harus jauh dari keluarga. Sedang berjuang membela Madura United di Liga 1.

Tak terasa sudah tiga bulan kebersamaan Benny Wahyudi dengan tim barunya, Madura United. Perjuangan meraih puncak klasemen, cukup banyak menghabiskan tenaga dan pikiran. Salah satu bek andalan Madura United ini merasa seperti keluarga keduanya di Madura.

Di bawah asuhan pelatih Milomir Seslija, Benny merasa masih belum maksimal dalam hal performa. Namun statistik mengatakan, jika eks wing back Tim Nasional Indonesia itu sering mendapat tempat utama dalam tim.

Untuk meningkatkan fisik, perlu dibarengi dengan latihan serta disiplin tinggi. ”Sebagai pemain harus terus berlatih. Karena itu yang bisa kami lakukan untuk suporter,” ungkap pesepak bola kelahiran Malang tersebut.

Benny tak melewati momen puasa hari pertama Kamis (17/5). Dia tetap berpuasa meski sedang berada di tanah Jayapura untuk berlaga di pekan ke-9 Liga 1 menghadapi Persipura. ”Ini tahun pertama saya berpuasa bersama keluarga Madura United. Tak ada bedanya dengan di rumah. Semua pemain seperti keluarga,” ujar eks penggawa Arema FC tersebut.

Baca Juga :  Bikin 8 Sumur Bor di Madura, Dinas ESDM Jatim Gerojok Rp 2,8 Miliar

Sahur pertama dilalui di bandara, karena waktu perjalanan yang memakan waktu menuju Jayapura. Sesampainya di Jayapura, Benny dkk langsung check in menuju hotel. ”Karena puasa, jadi ya langsung tidur. Saya pikir itu penting buat jaga stamina,” ungkap Benny.

Ketika masih bersama Arema FC, Benny mengakui selalu tertidur usai salat Subuh. ”Ya itu mungkin jadi kebiasaan ya,” tutur Benny sambil tertawa. Namun Benny tetap tak melupakan ibadah selama bulan suci.

Dia tetap mengaji meskipun tidak sampai khatam. ”Biasanya selesai tarawih atau selesai salat Subuh ngaji sebentar. Baru tidur lagi,” ungkap Benny lalu tertawa lagi. Memang sebagai atlet membutuhkan fisik yang prima, sehingga diperlukan istirahat yang cukup.

Penampilannya bersama Laskar Sape Kerrap –julukan Madura United– menuai pujian dari banyak pihak. Terutama dari keluarga. Keluarga menjadi semangatnya dalam bekerja. ”Saya berkeja untuk anak dan istri. Mereka selalu men-support saya. Apalagi di tim Madura United, semua elemen tim selalu saling support,” ungkap wing back 32 tahun itu.

Saat ini Benny memiliki dua anak. Dia mengaku sering merindukan kedua anaknya itu. Anak pertama Davino Pradibtya, 8. Sementara anak kedua Niana Putri, 2. Keduanya memang sering bersama Benny jika pulang kampung. ”Kalau saya pulang, dua anak saya selalu manja-manja sama saya. Terutama Davin,” katanya.

Baca Juga :  MU Waspadai Pergerakan Tuan Rumah

Bahkan karena saking kangennya, Davin menelepon sendiri tanpa bantuan sang mama. ”Kalau kelewat kangennya ya telepon di waktu senggang. Tapi kalau Niana, karena masih kecil, jadi pengennya deket terus,” ujarnya.

Benny mengaku rindu kebersamaan saat santap sahur dan buka bersama keluarga kecilnya. Namun, saat ini masih mengerjakan kewajiban sebagai seorang ayah dengan bekerja. ”Kalau tahun lalu masih sering sahur bareng karena memang di tempat asal. Tapi kalau tahun ini bakal sering jauh. Jadinya memang kangen banget,” ujar Benny.

Namun hal itu semakin membuat mantan penggawa Deltras Sidoarjo ini semakin giat. Tak hanya dalam hal ibadahnya, juga dalam hal performa di lapangan.

”Justru kalau puasa itu bagus untuk kesehatan. Saya akan mencoba semakin meningkatkan performa. Karena dengan begitu, mempertahankan posisi di skuad utama semakin ada persaingan positif antarpemain,” tambahnya.

BANGKALAN – Tahun lalu Benny Wahyudi masih berpuasa bersama keluarga di Malang. Tahun ini harus jauh dari keluarga. Sedang berjuang membela Madura United di Liga 1.

Tak terasa sudah tiga bulan kebersamaan Benny Wahyudi dengan tim barunya, Madura United. Perjuangan meraih puncak klasemen, cukup banyak menghabiskan tenaga dan pikiran. Salah satu bek andalan Madura United ini merasa seperti keluarga keduanya di Madura.

Di bawah asuhan pelatih Milomir Seslija, Benny merasa masih belum maksimal dalam hal performa. Namun statistik mengatakan, jika eks wing back Tim Nasional Indonesia itu sering mendapat tempat utama dalam tim.


Untuk meningkatkan fisik, perlu dibarengi dengan latihan serta disiplin tinggi. ”Sebagai pemain harus terus berlatih. Karena itu yang bisa kami lakukan untuk suporter,” ungkap pesepak bola kelahiran Malang tersebut.

Benny tak melewati momen puasa hari pertama Kamis (17/5). Dia tetap berpuasa meski sedang berada di tanah Jayapura untuk berlaga di pekan ke-9 Liga 1 menghadapi Persipura. ”Ini tahun pertama saya berpuasa bersama keluarga Madura United. Tak ada bedanya dengan di rumah. Semua pemain seperti keluarga,” ujar eks penggawa Arema FC tersebut.

Baca Juga :  MU Bertekad Jaga Tren Positif

Sahur pertama dilalui di bandara, karena waktu perjalanan yang memakan waktu menuju Jayapura. Sesampainya di Jayapura, Benny dkk langsung check in menuju hotel. ”Karena puasa, jadi ya langsung tidur. Saya pikir itu penting buat jaga stamina,” ungkap Benny.

Ketika masih bersama Arema FC, Benny mengakui selalu tertidur usai salat Subuh. ”Ya itu mungkin jadi kebiasaan ya,” tutur Benny sambil tertawa. Namun Benny tetap tak melupakan ibadah selama bulan suci.

Dia tetap mengaji meskipun tidak sampai khatam. ”Biasanya selesai tarawih atau selesai salat Subuh ngaji sebentar. Baru tidur lagi,” ungkap Benny lalu tertawa lagi. Memang sebagai atlet membutuhkan fisik yang prima, sehingga diperlukan istirahat yang cukup.

Penampilannya bersama Laskar Sape Kerrap –julukan Madura United– menuai pujian dari banyak pihak. Terutama dari keluarga. Keluarga menjadi semangatnya dalam bekerja. ”Saya berkeja untuk anak dan istri. Mereka selalu men-support saya. Apalagi di tim Madura United, semua elemen tim selalu saling support,” ungkap wing back 32 tahun itu.

Saat ini Benny memiliki dua anak. Dia mengaku sering merindukan kedua anaknya itu. Anak pertama Davino Pradibtya, 8. Sementara anak kedua Niana Putri, 2. Keduanya memang sering bersama Benny jika pulang kampung. ”Kalau saya pulang, dua anak saya selalu manja-manja sama saya. Terutama Davin,” katanya.

Baca Juga :  Pelatih Madura United Mulai Incar Pemain Baru

Bahkan karena saking kangennya, Davin menelepon sendiri tanpa bantuan sang mama. ”Kalau kelewat kangennya ya telepon di waktu senggang. Tapi kalau Niana, karena masih kecil, jadi pengennya deket terus,” ujarnya.

Benny mengaku rindu kebersamaan saat santap sahur dan buka bersama keluarga kecilnya. Namun, saat ini masih mengerjakan kewajiban sebagai seorang ayah dengan bekerja. ”Kalau tahun lalu masih sering sahur bareng karena memang di tempat asal. Tapi kalau tahun ini bakal sering jauh. Jadinya memang kangen banget,” ujar Benny.

Namun hal itu semakin membuat mantan penggawa Deltras Sidoarjo ini semakin giat. Tak hanya dalam hal ibadahnya, juga dalam hal performa di lapangan.

”Justru kalau puasa itu bagus untuk kesehatan. Saya akan mencoba semakin meningkatkan performa. Karena dengan begitu, mempertahankan posisi di skuad utama semakin ada persaingan positif antarpemain,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/