alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Mengikuti Aksi Bersih-Bersih di Pantai Jumiang

Kebersihan lingkungan belum tertangani secara menyeluruh. Generasi milenial menjadi harapan untuk menggerakkan masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan.

ANIS BILLAH, Pamekasan

BUNYI derai ombak berirama tenang di bibir Pantai Jumiang kemarin (17/3). Matahari belum sepenuhnya menampakkan sinarnya. Aktivitas nelayan nyaris tak terlihat. Sebagian perahu ditambatkan berjejer di bagian barat.

Tepat pukul 06.00, pantai yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan itu sudah ramai dengan masyarakat. Mereka berpencar tak beraturan di pesisir pantai. Kedatangan mereka bukan berwisata, melainkan karena tergerak untuk menjaga kelestarian lingkungan pantai.

Tujuh kendaraan Satuan Tugas (Satgas) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan berjejer di pesisir Pantai Jumiang. Puluhan pasukan kuning dikerahkan untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

Ratusan relawan menyebar ke sudut-sudut pantai yang berpotensi menjadi sarang sampah. Satu per satu sampah plastik yang menempel di pasir dipungut kemudian dimasukkan ke karung. Sementara pasukan kuning stand by mengangkut sampah yang dikumpulkan di angkutan satgas.

Anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Pamekasan Endang Tri Wahyurini mengatakan, kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Jumiang penting bagi pelestarian lingkungan. Sampah mencemari lingkungan pantai. Itu berpengaruh terhadap ekosistem laut.

Keterlibatan masyarakat dalam melestarikan lingkungan cukup bagus. Masyarakat dari berbagai komunitas ikut terlibat dalam aksi peduli lingkungan tersebut. Baik dari kalangan generasi milenial maupun generasi sepuh.

Baca Juga :  Cerita Bupati Baddrut Tamam tentang Sulitnya Tangani Covid-19

”Melihat keterlibatan masyarakat, yang banyak memang kaum milenial dari berbagai komunitas. Masyarakat desa setempat sepertinya tidak kelihatan. Yang baik sebenarnya justru masyarakat setempat yang mengambil peran utama,” ujarnya.

Dosen Universitas Islam Madura itu menyampaikan, di era milenium ini, tumbuh generasi milenial dengan passion berbeda-beda. Mereka pada dasarnya butuh pengakuan dari masyarakat luas. Termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Pihaknya berharap generasi milenial lebih aktif. Tidak hanya terlibat dalam pelestarian lingkungan. Namun juga menggerakkan masyarakat agar ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan.

”Saya yakin generasi milenial berperan aktif. Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dapat dilihat dengan kehadiran dan antusiasme mereka pada kegiatan-kegiatan lingkungan. Kehadiran mereka harus diakui dan diperhatikan,” tutur pegiat lingkungan mangrove dan pesisir itu.

Ketua Biro Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (BP2M) Padepokan Raden Umro Moh. Zayyadi mengungkapkan, generasi milenial sudah seharusnya mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Termasuk dalam menjaga pelestarian lingkungan. Mereka memiliki kekuatan bergerak dan menggerakkan masyarakat.

Pria yang akrab disapa Jay itu menilai, lingkungan merupakan tempat utama dalam proses kehidupan sehari-hari. Karenanya, lingkungan perlu dilestarikan agar tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan dampak dari pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Pasutri Ini Membagikan Ratusan Galon saat Mauludan

”Kita ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar karena hal itu sangat penting. Meski pada dasarnya hal itu sangat sederhana, tapi kita bisa mulai dari yang sederhana, yakni tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak generasi muda berperan menjaga serta melestarikan lingkungan. Ini menjadi peluang untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat. ”Kami mencoba mengetuk hati kaum milenial. Mari ciptakan pemuda peduli lingkungan menuju Pamekasan bersih, sehat, dan hebat,” kata Jay.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir menjelaskan, tahun lalu aksi bersih-bersih pantai pernah dilakukan. Yang menjadi prioritas yakni sampah plastik. Pihaknya memastikan pantai harus bersih dari sampah plastik.

Bersih-bersih kali ini diikuti lebih dari 500 relawan. Baik dari kalangan oraganisasi perangkat daerah (OPD), FKH, serta komunitas masyarakat lainnya. Hanya dalam waktu dua jam, relawan mengumpulkan 10 ton sampah.

”Meski kegiatan ini tidak dilakukan secara periodik, kami berharap relawan tetap antusias membersihkan lingkungan. Kami akan menyisir pesisir pantai daerah selatan. Mulai dari pantai Kecamatan Larangan, Pademawu, hingga Tlanakan,” tandasnya.

- Advertisement -

Kebersihan lingkungan belum tertangani secara menyeluruh. Generasi milenial menjadi harapan untuk menggerakkan masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan.

ANIS BILLAH, Pamekasan

BUNYI derai ombak berirama tenang di bibir Pantai Jumiang kemarin (17/3). Matahari belum sepenuhnya menampakkan sinarnya. Aktivitas nelayan nyaris tak terlihat. Sebagian perahu ditambatkan berjejer di bagian barat.


Tepat pukul 06.00, pantai yang terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan itu sudah ramai dengan masyarakat. Mereka berpencar tak beraturan di pesisir pantai. Kedatangan mereka bukan berwisata, melainkan karena tergerak untuk menjaga kelestarian lingkungan pantai.

Tujuh kendaraan Satuan Tugas (Satgas) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan berjejer di pesisir Pantai Jumiang. Puluhan pasukan kuning dikerahkan untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

Ratusan relawan menyebar ke sudut-sudut pantai yang berpotensi menjadi sarang sampah. Satu per satu sampah plastik yang menempel di pasir dipungut kemudian dimasukkan ke karung. Sementara pasukan kuning stand by mengangkut sampah yang dikumpulkan di angkutan satgas.

Anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Pamekasan Endang Tri Wahyurini mengatakan, kegiatan bersih-bersih sampah di Pantai Jumiang penting bagi pelestarian lingkungan. Sampah mencemari lingkungan pantai. Itu berpengaruh terhadap ekosistem laut.

Keterlibatan masyarakat dalam melestarikan lingkungan cukup bagus. Masyarakat dari berbagai komunitas ikut terlibat dalam aksi peduli lingkungan tersebut. Baik dari kalangan generasi milenial maupun generasi sepuh.

Baca Juga :  Semula Pulang Setiap Bulan, Sekarang Setahun Sekali

”Melihat keterlibatan masyarakat, yang banyak memang kaum milenial dari berbagai komunitas. Masyarakat desa setempat sepertinya tidak kelihatan. Yang baik sebenarnya justru masyarakat setempat yang mengambil peran utama,” ujarnya.

Dosen Universitas Islam Madura itu menyampaikan, di era milenium ini, tumbuh generasi milenial dengan passion berbeda-beda. Mereka pada dasarnya butuh pengakuan dari masyarakat luas. Termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Pihaknya berharap generasi milenial lebih aktif. Tidak hanya terlibat dalam pelestarian lingkungan. Namun juga menggerakkan masyarakat agar ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan.

”Saya yakin generasi milenial berperan aktif. Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dapat dilihat dengan kehadiran dan antusiasme mereka pada kegiatan-kegiatan lingkungan. Kehadiran mereka harus diakui dan diperhatikan,” tutur pegiat lingkungan mangrove dan pesisir itu.

Ketua Biro Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (BP2M) Padepokan Raden Umro Moh. Zayyadi mengungkapkan, generasi milenial sudah seharusnya mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Termasuk dalam menjaga pelestarian lingkungan. Mereka memiliki kekuatan bergerak dan menggerakkan masyarakat.

Pria yang akrab disapa Jay itu menilai, lingkungan merupakan tempat utama dalam proses kehidupan sehari-hari. Karenanya, lingkungan perlu dilestarikan agar tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan dampak dari pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Pantai Jumiang Perlu Disediakan Wahana Bermain

”Kita ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar karena hal itu sangat penting. Meski pada dasarnya hal itu sangat sederhana, tapi kita bisa mulai dari yang sederhana, yakni tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Pihaknya mengajak generasi muda berperan menjaga serta melestarikan lingkungan. Ini menjadi peluang untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat. ”Kami mencoba mengetuk hati kaum milenial. Mari ciptakan pemuda peduli lingkungan menuju Pamekasan bersih, sehat, dan hebat,” kata Jay.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir menjelaskan, tahun lalu aksi bersih-bersih pantai pernah dilakukan. Yang menjadi prioritas yakni sampah plastik. Pihaknya memastikan pantai harus bersih dari sampah plastik.

Bersih-bersih kali ini diikuti lebih dari 500 relawan. Baik dari kalangan oraganisasi perangkat daerah (OPD), FKH, serta komunitas masyarakat lainnya. Hanya dalam waktu dua jam, relawan mengumpulkan 10 ton sampah.

”Meski kegiatan ini tidak dilakukan secara periodik, kami berharap relawan tetap antusias membersihkan lingkungan. Kami akan menyisir pesisir pantai daerah selatan. Mulai dari pantai Kecamatan Larangan, Pademawu, hingga Tlanakan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/