alexametrics
22.1 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Satu Jam Bersama Siswa Sekaligus Musisi Nuryulinda Ines Saputra

PAMEKASAN – Musisi tidak bisa dipandang sebelah mata. Musisi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dari karya sendiri. Seperti ditunjukkan siswa kelas XII SMAN 1 Pamekasan Nuryulinda Ines Saputra. Dia bisa membiayai kebutuhan pendidikannya berkat suara indah dan karya.

Jilbab putih masih melekat di kepala. Senyum sesekali mengembang, mencerminkan sosok pelajar yang ramah. Sepintas, tak ada yang berbeda dari Nuryulinda Ines Saputra dengan siswa-siswi lain di Pamekasan.

Tapi di balik sikap yang ramah itu, ternyata banyak mutiara yang tersimpan di tubuh gadis kelahiran Tulungagung, 30 Juli 1999, tersebut. Dia memiliki suara emas. Otaknya juga brilian dalam mencipta lirik lagu.

Saat ini siswa yang tinggal di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, itu sudah meluncurkan single lagu berjudul Indahlah Hari Ini. Lagu tersebut merupakan karyanya sendiri.

Karya yang lahir dari seorang siswa yang masih berseragam putih abu-abu. ”Lagu ini saya tulis untuk dipersembahkan kepada seseorang,” kata putri pasangan Eka Yoelianto Putra dan Fatma Junalisa tersebut.

Tidak disebutkan siapa seseorang yang dia maksud. Namun, menurut dia, orang tersebut sangat spesial di hatinya. Sengaja dia simpan karena lagu itu memiliki sejarah yang cukup istimewa. ”Yang jelas, orangnya sangat spesial,” ujar Ines sembari tersenyum.

Baca Juga :  ACT Biayai Para Murid Alor Bersekolah di Pulau Jawa

Dia memang suka bermain musik sejak kecil. Bahkan saat dia masih di bangku taman kanak-kanak (TK), hobi bermain musik sudah muncul. Maklum, ayah Ines seorang musisi dan ibunya penyanyi.

”Ayah bisa nyanyi sekaligus main musik. Kalau ibu saya juga penyanyi,” tegas lulusan SDN Lawangan Daya 2 itu.

Nama Ines memang tidak sepopuler penyanyi-penyanyi yang tinggal di Ibu Kota. Tetapi, karya alumnus SMPN 1 Pamekasan itu sudah disimak ribuan orang. Baik di tingkat nasional ataupun mancanegara.

Ada 56 aplikasi musik di seluruh dunia yang mencantumkan lagu Indahnya Hari Ini. Seperti aplikasi Spotify, Joox, iTunes, Apple Music, Google Play, dan lain-lain. Dari aplikasi-aplikasi tersebut, Ines mendapatkan royalti atas musik karyanya.

”Alhamdulillah, royalti yang saya terima itu bisa untuk bayar SPP dan uang saku ketika sekolah,” terang adik Farhannurmanis Karel Saputra sekaligus kakak dari Salsabila Olive Saputra itu.

Baca Juga :  Kisah Pilu Suliha, Janda 66 Tahun yang Hidup Sebatang Kara

Dia sudah menyusun banyak proyek. Di antaranya, pada Maret nanti dia menargetkan single ke-2 sekaligus album perdana. Dia meminta sambungan doa dari seluruh masyarakat di Pulau Garam agar targetnya terwujud.

Apakah aktivitas bermusik tidak mengganggu kegiatan belajar mengingat dia masih duduk di bangku sekolah? Menurut dia, bermusik tidak akan mengganggu. Sebaliknya, musik bisa jadi pemacu semangat untuk terus belajar dan belajar.

Ines berpesan kepada semua teman-temannya, khususnya yang suka seni musik, untuk terus belajar dan belajar. Demi memajukan musik Indonesia. Di samping itu, agar ke depan lebih banyak siswa asal Madura yang punya karya dan didengarkan masyarakat dunia.

”Jangan takut untuk berkarya. Kembangkan potensi diri kalian lewat karya-karya kalian. Jangan menyerah untuk meraih segala mimpi,” pesannya kepada semua pelajar yang membaca koran Jawa Pos Radar Madura.

”Teruslah berjuang. Sekecil apa pun karya kalian pasti akan mendapat apresiasi,” tukas perempuan yang bercita-cita jadi musisi sukses tersebut.

PAMEKASAN – Musisi tidak bisa dipandang sebelah mata. Musisi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dari karya sendiri. Seperti ditunjukkan siswa kelas XII SMAN 1 Pamekasan Nuryulinda Ines Saputra. Dia bisa membiayai kebutuhan pendidikannya berkat suara indah dan karya.

Jilbab putih masih melekat di kepala. Senyum sesekali mengembang, mencerminkan sosok pelajar yang ramah. Sepintas, tak ada yang berbeda dari Nuryulinda Ines Saputra dengan siswa-siswi lain di Pamekasan.

Tapi di balik sikap yang ramah itu, ternyata banyak mutiara yang tersimpan di tubuh gadis kelahiran Tulungagung, 30 Juli 1999, tersebut. Dia memiliki suara emas. Otaknya juga brilian dalam mencipta lirik lagu.


Saat ini siswa yang tinggal di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, itu sudah meluncurkan single lagu berjudul Indahlah Hari Ini. Lagu tersebut merupakan karyanya sendiri.

Karya yang lahir dari seorang siswa yang masih berseragam putih abu-abu. ”Lagu ini saya tulis untuk dipersembahkan kepada seseorang,” kata putri pasangan Eka Yoelianto Putra dan Fatma Junalisa tersebut.

Tidak disebutkan siapa seseorang yang dia maksud. Namun, menurut dia, orang tersebut sangat spesial di hatinya. Sengaja dia simpan karena lagu itu memiliki sejarah yang cukup istimewa. ”Yang jelas, orangnya sangat spesial,” ujar Ines sembari tersenyum.

Baca Juga :  Kisah Pilu Suliha, Janda 66 Tahun yang Hidup Sebatang Kara

Dia memang suka bermain musik sejak kecil. Bahkan saat dia masih di bangku taman kanak-kanak (TK), hobi bermain musik sudah muncul. Maklum, ayah Ines seorang musisi dan ibunya penyanyi.

”Ayah bisa nyanyi sekaligus main musik. Kalau ibu saya juga penyanyi,” tegas lulusan SDN Lawangan Daya 2 itu.

Nama Ines memang tidak sepopuler penyanyi-penyanyi yang tinggal di Ibu Kota. Tetapi, karya alumnus SMPN 1 Pamekasan itu sudah disimak ribuan orang. Baik di tingkat nasional ataupun mancanegara.

Ada 56 aplikasi musik di seluruh dunia yang mencantumkan lagu Indahnya Hari Ini. Seperti aplikasi Spotify, Joox, iTunes, Apple Music, Google Play, dan lain-lain. Dari aplikasi-aplikasi tersebut, Ines mendapatkan royalti atas musik karyanya.

”Alhamdulillah, royalti yang saya terima itu bisa untuk bayar SPP dan uang saku ketika sekolah,” terang adik Farhannurmanis Karel Saputra sekaligus kakak dari Salsabila Olive Saputra itu.

Baca Juga :  Bincang Hari Kartini Bersama Rektor Universitas Madura Riszqina

Dia sudah menyusun banyak proyek. Di antaranya, pada Maret nanti dia menargetkan single ke-2 sekaligus album perdana. Dia meminta sambungan doa dari seluruh masyarakat di Pulau Garam agar targetnya terwujud.

Apakah aktivitas bermusik tidak mengganggu kegiatan belajar mengingat dia masih duduk di bangku sekolah? Menurut dia, bermusik tidak akan mengganggu. Sebaliknya, musik bisa jadi pemacu semangat untuk terus belajar dan belajar.

Ines berpesan kepada semua teman-temannya, khususnya yang suka seni musik, untuk terus belajar dan belajar. Demi memajukan musik Indonesia. Di samping itu, agar ke depan lebih banyak siswa asal Madura yang punya karya dan didengarkan masyarakat dunia.

”Jangan takut untuk berkarya. Kembangkan potensi diri kalian lewat karya-karya kalian. Jangan menyerah untuk meraih segala mimpi,” pesannya kepada semua pelajar yang membaca koran Jawa Pos Radar Madura.

”Teruslah berjuang. Sekecil apa pun karya kalian pasti akan mendapat apresiasi,” tukas perempuan yang bercita-cita jadi musisi sukses tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/