alexametrics
21.8 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Mughnil Muhtaj, Juara 1 Lomba Media Pembelajaran Berbasis IT

Di era digital, setiap mahasiswa dituntut punya kreativitas dan inovasi. Seperti Mughnil Muhtaj yang telah membuat robot sederhana sebagai media pembelajaran berbasis IT.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

KINI Mughnil Muhtaj duduk di semester 7 program studi (prodi) Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mahasiswa asal Sumenep ini menunjukkan karyanya kepada RadarMadura.id di Gedung RKB D.

Di Minggu siang (1/12) itu, Mughnil juga menceritakan awal mula membuat robot. Karyanya berhasil meraih juara 1 dalam lomba Media Pembelajaran Berbasis IT di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Jogjakarta, Sabtu (23/11).

Mughnil mulai tertarik pada dunia robot di awal 2019. Yakni, sejak bergaul dengan teman-temannya yang merupakan mahasiswa Mekatronika. Awalnya dia hanya iseng melihat robot milik Moh. Yusuf Kholiq Muntaha yang rusak.

Karena tidak digunakan, dia tertarik untuk memfungsikan robot milik temannya itu. Setelah mempelajari komponen dan pembuatannya, keinginannya untuk terus belajar kian kuat.

Baca Juga :  Di Balik Penampilan Apik Kiper Anyar Madura United Muhammad Ridwan

Dia ingin mengembangkan dan memanfaatkan robot di dunia pendidikan sebagai media pembelajaran. Dia sadar robot itu bukan karyanya sendiri. Akhirnya, Mughnil memutuskan untuk membuat robot.

Printed circuit board (PCB) menjadi yang pertama dibeli Mughnil dengan harga Rp 100 ribu. ”untuk beli PCB ini saya pinjam uang ke teman,” ceritanya.

Dia berhasil merakit robot sederhana dengan biaya Rp 1.500.000. Uang itu dikumpulkan dari uang kiriman orang tua setiap bulannya.

Mughnil nekat untuk mencoba mengikutsertakan robotnya itu pada ajang-ajang tertentu seperti lomba kreativitas elektro (LKE) di Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada 2019. Namun, hanya sampai delapan besar.

Setelah gagal di ajang elektro, Mughnil mencoba menjadikan robotnya untuk media pembelajaran dan skripsinya. Berdasarkan saran dan bimbingan dari dosen-dosen, akhirnya dia menjadikan materi gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) sebagai materi pertama yang dapat dilakukan robot yang diberi nama Land Follower itu.

Baca Juga :  Kiat S, PDP Korona yang Berhasil Melahirkan Lewat Operasi Caesar

Robot itu dapat membaca dua warna, yakni gelap dan terang. Juga dapat diprogram untuk mengikuti warna.

Cara Mughnil itu baru dalam dunia pendidikan. Bisa menyenangkan apabila dilakukan langsung di tingkat SMP dan SMA. Apalagi siswa mulai menyukai barang-barang elektronik.

”Dalam pendidikan itu harus seimbang, jika hanya muridnya saja yang kreatif namun gurunya tidak, maka pembelajaran terkesan membosankan, begitu pula sebaliknya,” kata Mughnil.

Media pembelajaran berbasis teknologi itu sudah pernah diikutsertakan pada lomba media pembelajaran berbasis IT di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Jogjakarta, Sabtu (23/11). Yang membanggakan meraih Juara 1. Hasil ini membuktikan bahwa inovasi itu layak dikembangkan terutama sebagai media pembelajaran.

Di era digital, setiap mahasiswa dituntut punya kreativitas dan inovasi. Seperti Mughnil Muhtaj yang telah membuat robot sederhana sebagai media pembelajaran berbasis IT.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

KINI Mughnil Muhtaj duduk di semester 7 program studi (prodi) Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mahasiswa asal Sumenep ini menunjukkan karyanya kepada RadarMadura.id di Gedung RKB D.

Di Minggu siang (1/12) itu, Mughnil juga menceritakan awal mula membuat robot. Karyanya berhasil meraih juara 1 dalam lomba Media Pembelajaran Berbasis IT di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Jogjakarta, Sabtu (23/11).

Mughnil mulai tertarik pada dunia robot di awal 2019. Yakni, sejak bergaul dengan teman-temannya yang merupakan mahasiswa Mekatronika. Awalnya dia hanya iseng melihat robot milik Moh. Yusuf Kholiq Muntaha yang rusak.

Karena tidak digunakan, dia tertarik untuk memfungsikan robot milik temannya itu. Setelah mempelajari komponen dan pembuatannya, keinginannya untuk terus belajar kian kuat.

Baca Juga :  Jadi Wakil Rakyat karena Ditolak Terus Daftar PNS

Dia ingin mengembangkan dan memanfaatkan robot di dunia pendidikan sebagai media pembelajaran. Dia sadar robot itu bukan karyanya sendiri. Akhirnya, Mughnil memutuskan untuk membuat robot.

Printed circuit board (PCB) menjadi yang pertama dibeli Mughnil dengan harga Rp 100 ribu. ”untuk beli PCB ini saya pinjam uang ke teman,” ceritanya.

Dia berhasil merakit robot sederhana dengan biaya Rp 1.500.000. Uang itu dikumpulkan dari uang kiriman orang tua setiap bulannya.

Mughnil nekat untuk mencoba mengikutsertakan robotnya itu pada ajang-ajang tertentu seperti lomba kreativitas elektro (LKE) di Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada 2019. Namun, hanya sampai delapan besar.

Setelah gagal di ajang elektro, Mughnil mencoba menjadikan robotnya untuk media pembelajaran dan skripsinya. Berdasarkan saran dan bimbingan dari dosen-dosen, akhirnya dia menjadikan materi gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) sebagai materi pertama yang dapat dilakukan robot yang diberi nama Land Follower itu.

Baca Juga :  Raih Prestasi dengan Inovasi

Robot itu dapat membaca dua warna, yakni gelap dan terang. Juga dapat diprogram untuk mengikuti warna.

Cara Mughnil itu baru dalam dunia pendidikan. Bisa menyenangkan apabila dilakukan langsung di tingkat SMP dan SMA. Apalagi siswa mulai menyukai barang-barang elektronik.

”Dalam pendidikan itu harus seimbang, jika hanya muridnya saja yang kreatif namun gurunya tidak, maka pembelajaran terkesan membosankan, begitu pula sebaliknya,” kata Mughnil.

Media pembelajaran berbasis teknologi itu sudah pernah diikutsertakan pada lomba media pembelajaran berbasis IT di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Jogjakarta, Sabtu (23/11). Yang membanggakan meraih Juara 1. Hasil ini membuktikan bahwa inovasi itu layak dikembangkan terutama sebagai media pembelajaran.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/