alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Dosen Pertama UMM Tersertifikasi ASEAN Engineer

MALANG – Prestasi membanggakan diraih dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ilyas Masudin, ST., Mlog.SCM., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Industri (Prodi TI) di kampus tersebut menjadi dosen pertama yang mendapat status sebagai ASEAN Engineer. Lisensi itu diterima Ilyas saat menghadiri 36th Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 36) di Singapura,12–14 November 2018.

CAFEO 36 mengukuhkan penghargaan kepada sejumlah insinyur Indonesia yang berasal dari dunia industri maupun institusi pendidikan. Lisensi itu diraih Ilyas setelah melewati beberapa seleksi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Salah satu seleksi yakni keterlibatan calon delegasi pada beberapa proyek dalam kurun waktu dua tahun.

”Pada ajang ini saya diseleksi beberapa hal, dan yang paling utama adalah saya harus memiliki proyek yang sudah dikerjakan,” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima RadarMadura.id Kamis (15/11). Sementara itu, Ilyas yang juga alumnus TI UMM ini telah menjadi bagian dari tiga proyek besar yang berhubungan dengan konsentrasinya di TI. Yakni, Optimasi Sistem Industri.

Baca Juga :  Sejak Awal Ramadan, Ngaku Kecipratan Berkah

Pria yang menyelesaikan pendidikan doktoral pada bidang Logistics di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University ini mengajukan tiga proposal penelitiannya. Yakni, proyek Manajemen Mikrohidro, proyek pengabdian masyarakat, dan proyek Halal Logistik yang bekerja sama dengan salah satu institusi pendidikan di Australia.

Sertifikasi ini dapat menjadi jalan dibukanya jalur kerja sama UMM. Khususnya untuk Prodi Pendidikan Profesi Insinyur dengan berbagai pihak di ASEAN. Pengakuan ini sekaligus memperkuat legitimasi UMM untuk menjalankan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI).

UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Surat tersebut tentang Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur bernomor 200 / KPT / I / 2017.

Baca Juga :  Intan Retnosari dan Qim Aguinaldo, Keluarga Dokter yang Jarang Mudik

”PSPPI bertujuan mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja profesional keinsinyuran sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran,” terang Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., wakil rektor I UMM yang membidangi akademik.

UMM menyelenggarakan program studi PSPPI, sambung Syamsul, dalam rangka menghasilkan SDM yang profesional di bidang keinsinyuran dan berguna untuk mendukung lima pilar ekonomi ASEAN dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN/ASEAN Economic Community (MEA / AEC).

 

- Advertisement -

MALANG – Prestasi membanggakan diraih dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ilyas Masudin, ST., Mlog.SCM., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Industri (Prodi TI) di kampus tersebut menjadi dosen pertama yang mendapat status sebagai ASEAN Engineer. Lisensi itu diterima Ilyas saat menghadiri 36th Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 36) di Singapura,12–14 November 2018.

CAFEO 36 mengukuhkan penghargaan kepada sejumlah insinyur Indonesia yang berasal dari dunia industri maupun institusi pendidikan. Lisensi itu diraih Ilyas setelah melewati beberapa seleksi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Salah satu seleksi yakni keterlibatan calon delegasi pada beberapa proyek dalam kurun waktu dua tahun.

”Pada ajang ini saya diseleksi beberapa hal, dan yang paling utama adalah saya harus memiliki proyek yang sudah dikerjakan,” paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima RadarMadura.id Kamis (15/11). Sementara itu, Ilyas yang juga alumnus TI UMM ini telah menjadi bagian dari tiga proyek besar yang berhubungan dengan konsentrasinya di TI. Yakni, Optimasi Sistem Industri.

Baca Juga :  Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Lapor Pajak Online untuk SPT

Pria yang menyelesaikan pendidikan doktoral pada bidang Logistics di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University ini mengajukan tiga proposal penelitiannya. Yakni, proyek Manajemen Mikrohidro, proyek pengabdian masyarakat, dan proyek Halal Logistik yang bekerja sama dengan salah satu institusi pendidikan di Australia.

Sertifikasi ini dapat menjadi jalan dibukanya jalur kerja sama UMM. Khususnya untuk Prodi Pendidikan Profesi Insinyur dengan berbagai pihak di ASEAN. Pengakuan ini sekaligus memperkuat legitimasi UMM untuk menjalankan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI).

UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Surat tersebut tentang Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur bernomor 200 / KPT / I / 2017.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi, Jalankan Pola Hidup Sehat

”PSPPI bertujuan mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja profesional keinsinyuran sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran,” terang Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., wakil rektor I UMM yang membidangi akademik.

UMM menyelenggarakan program studi PSPPI, sambung Syamsul, dalam rangka menghasilkan SDM yang profesional di bidang keinsinyuran dan berguna untuk mendukung lima pilar ekonomi ASEAN dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN/ASEAN Economic Community (MEA / AEC).

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/