alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Cara Kepala Puskesmas Dharma Tanjung Hurin Ain Melawan Covid-19

Tidak sedikit masyarakat yang sedang berjuang melawan keganasan Covid-19. Banyak juga yang berhasil sembuh. Di antaranya, Kepala Puskesmas Dharma Tanjung Hurin Ain.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

KEMARIN (15/7) hari pertama Hurin Ain masuk kerja di Puskesmas Dharma Tanjung. Dia sudah 16 hari tidak bertemu dengan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi teman beraktivitas di kantornya. Dua pekan dia tidak keluar rumah karena sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Perasaan senang mengantarkan perempuan yang sudah sebelas tahun memimpin Puskesmas Dharma Tanjung itu. Rindu bertemu nakes yang lain? Tentu saja. Sebab, selama terpapar Covid-19 Hurin hanya berkomunikasi melalui handphone.

Hurin dinyatakan terinfeksi virus korona sejak Selasa (29/6) berdasarkan hasil swab polymerase chain reaction (PCR) di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Saat itu dia merasakan gejala yang mengarah ke Covid-19. Untuk mempercepat penanganan, dia langsung melakukan tes swab PCR.

”Ternyata positif. Saya langsung konsul ke dr Najich minta advis terapi,” tutur Hurin kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga :  Bahan Baku Dibeli dari Mantan Rekan Kerja, 2 Hari Bisa Tuntaskan Order

Tidak hanya Hurin yang di-swab PCR, sejumlah keluarga yang memiliki gejala juga diambil sampel usap tenggorokan. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah keluarga terpapar atau tidak. Dari hasil tracing menunjukkan bahwa putranya juga tertular virus yang kali pertama mewabah di Wuhan, Tiongkok tersebut. ”Alhamdulillah cuma satu orang yang positif. Jadi, anak saya isoman bareng saya,” ujarnya.

Gejala yang dirasakan Hurin sebelum tes swab PCR meriang, badan linu-linu, dan sakit kepala. Beberapa hari setelah hasil swab positif, dia merasakan anosmia yang diikuti batuk kering berdahak dan hidung mampet. Dia mengonsumsi obat dari Najich sebagai obat terapi mengobati gejala yang dirasakan.

Selain mengonsumsi obat, perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi itu mencari cara lain untuk mempercepat proses penyembuhan. Di antaranya, dia meminum madu, seduhan jahe, serai, dan kunyit. Ditambah lagi makan rebusan telur ayam kampung dan berjemur. ”Saya konsumsi setiap hari untuk menaikkan imun,” paparnya.

Menurut Hurin, mengonsumsi obat-obatan sebagai ikhtiar zahir. Untuk ikhtiar batin dilakukan dengan memperbanyak doa, salat, ngaji, dan berzikir. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menghindari hal-hal yang negatif yang membebani pikiran dan selalu berpikiran positif.

Baca Juga :  Carock Reborn; Dari Generasi untuk Generasi

Dia mengaku, selama menjalani isoman mendapat dukungan dari keluarga dan kerabatnya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dengan mertua. Sejak menjalani isoman, keluarga serta anak-anaknya sementara tinggal bersama mertua. ”Setiap hari, pagi, siang, dan malam dikirim makanan,” cerita Hurin lantas tertawa.

Hurin mengungkapkan, sejak terpapar dia merasakan manfaat disuntik vaksin Covid-19. Menurutnya, kondisinya lebih baik dibandingkan dengan saudaranya yang juga pernah terpapar tapi belum divaksin Covid-19. ”Saya merasakan fungsi vaksin yang menurut saya sangat membantu, baik dari segi keluhan ataupun pasca sakitnya,” ungkapnya.

Karena itu, dia mengajak masyarakat agar mewaspadai sebaran Covid-19. Selain itu, mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar supaya terhindar dari virus korona. ”Semoga yang sakit menjadi penggugur dosa kita dan yang sehat semoga tetap diberikan kesehatan,” harapnya.

 

- Advertisement -

Tidak sedikit masyarakat yang sedang berjuang melawan keganasan Covid-19. Banyak juga yang berhasil sembuh. Di antaranya, Kepala Puskesmas Dharma Tanjung Hurin Ain.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

KEMARIN (15/7) hari pertama Hurin Ain masuk kerja di Puskesmas Dharma Tanjung. Dia sudah 16 hari tidak bertemu dengan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi teman beraktivitas di kantornya. Dua pekan dia tidak keluar rumah karena sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).


Perasaan senang mengantarkan perempuan yang sudah sebelas tahun memimpin Puskesmas Dharma Tanjung itu. Rindu bertemu nakes yang lain? Tentu saja. Sebab, selama terpapar Covid-19 Hurin hanya berkomunikasi melalui handphone.

Hurin dinyatakan terinfeksi virus korona sejak Selasa (29/6) berdasarkan hasil swab polymerase chain reaction (PCR) di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Saat itu dia merasakan gejala yang mengarah ke Covid-19. Untuk mempercepat penanganan, dia langsung melakukan tes swab PCR.

”Ternyata positif. Saya langsung konsul ke dr Najich minta advis terapi,” tutur Hurin kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga :  Bahan Baku Dibeli dari Mantan Rekan Kerja, 2 Hari Bisa Tuntaskan Order

Tidak hanya Hurin yang di-swab PCR, sejumlah keluarga yang memiliki gejala juga diambil sampel usap tenggorokan. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah keluarga terpapar atau tidak. Dari hasil tracing menunjukkan bahwa putranya juga tertular virus yang kali pertama mewabah di Wuhan, Tiongkok tersebut. ”Alhamdulillah cuma satu orang yang positif. Jadi, anak saya isoman bareng saya,” ujarnya.

Gejala yang dirasakan Hurin sebelum tes swab PCR meriang, badan linu-linu, dan sakit kepala. Beberapa hari setelah hasil swab positif, dia merasakan anosmia yang diikuti batuk kering berdahak dan hidung mampet. Dia mengonsumsi obat dari Najich sebagai obat terapi mengobati gejala yang dirasakan.

Selain mengonsumsi obat, perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi itu mencari cara lain untuk mempercepat proses penyembuhan. Di antaranya, dia meminum madu, seduhan jahe, serai, dan kunyit. Ditambah lagi makan rebusan telur ayam kampung dan berjemur. ”Saya konsumsi setiap hari untuk menaikkan imun,” paparnya.

Menurut Hurin, mengonsumsi obat-obatan sebagai ikhtiar zahir. Untuk ikhtiar batin dilakukan dengan memperbanyak doa, salat, ngaji, dan berzikir. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menghindari hal-hal yang negatif yang membebani pikiran dan selalu berpikiran positif.

Baca Juga :  Tidur di Kongsi, Nyawa Jadi Taruhan

Dia mengaku, selama menjalani isoman mendapat dukungan dari keluarga dan kerabatnya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dengan mertua. Sejak menjalani isoman, keluarga serta anak-anaknya sementara tinggal bersama mertua. ”Setiap hari, pagi, siang, dan malam dikirim makanan,” cerita Hurin lantas tertawa.

Hurin mengungkapkan, sejak terpapar dia merasakan manfaat disuntik vaksin Covid-19. Menurutnya, kondisinya lebih baik dibandingkan dengan saudaranya yang juga pernah terpapar tapi belum divaksin Covid-19. ”Saya merasakan fungsi vaksin yang menurut saya sangat membantu, baik dari segi keluhan ataupun pasca sakitnya,” ungkapnya.

Karena itu, dia mengajak masyarakat agar mewaspadai sebaran Covid-19. Selain itu, mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar supaya terhindar dari virus korona. ”Semoga yang sakit menjadi penggugur dosa kita dan yang sehat semoga tetap diberikan kesehatan,” harapnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Beredar Mosi Tidak Percaya Sekwan

Sedot APBD Rp 11 Miliar

Kejari Sampang Nunggak Dua Kasus Korupsi

Artikel Terbaru

/